MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Latar Belakang Memilih Bekerja Sebagai Buruh Tani (Hasil Wawancara)

diposting oleh alhada-fisip11 pada 06 February 2014
di Esay - 0 komentar



            
Dalam bagian ini kami akan mengemukakan riwayat kehidupan buruh tani dari berbagai aspek sosial yang melatar belakangi mereka memilih bekerja sebagai buruh tani yang secara teoritis rawan terhadap aksi eksploitasi. Penjelasan pada bagian ini bersumber dari informasi yang kami dapatkan dari indepth interview yang kami lakukan terhadap para buruh tani di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.

 

            Secara umum mereka menjelaskan bahwa kehidupan menjadi seorang buruh tani sebenarnya tidak mereka inginkan, mereka bekerja sebagai buruh tani tersebut karena keadaan yang memaksa mereka harus memilih bekerja sebagai buruh tani. Hal tersebut diakibatkan karena pendidikan mereka yang rendah (bahkan tidak bersekolah sama sekali) dan mereka merasa dengan pendidikan yang rendah tersebut mereka tidak bisa bekerja di sektor lain termasuk di sektor perkantoran (pagawai) yang selama ini mereka idam idamkan.

 

            Hal yang membuat mereka tidak bisa memperoleh pendidikan ke jenjang yang tinggi masalahnya yaitu karena kondisi ekonomi orang tua mereka dahulu yang rendah dan tidak mampu menyekolahkan anaknya. Selain itu pada jaman dahulu menempuh pendidikan di sekolah merupakan aktivitas yang tidak umum dan hanya dikerjakan oleh mereka yang memeiliki ekonomi tinggi (kelas borjuis).

 

            Alasan lain yang menyebabkan mereka harus bekerja menjadi buruh tani yaitu karena mereka tidak memiliki ketrampilan lain. Orang tuanya dahulu hanya mengajarkan mereka cara bekerja di sektor pertanian tanpa memberikan ketrampilan bekerja disektor lain sehingga mereka merasa hanya bisa bekerja disektor pertanian. Selain itu, di daerah tempat tinggal mereka, sektor pekerjaan di bidang pertanian merupakan pekerjaan yang umum yang dilakukan oleh masyarakat. Hal itulah yang menyebabkan mereka mau tidak mau harus bekerja di sektor pertanian.

 

            Para buruh tani tersebut sebenarnya sangat ingin bekerja di katoran yang menurut bayangan mereka pekerjaan tersebut merupakan pekerjan yang bagus, mulia, gajinya besar, dan nyaman. Namun pekerjaan tersebut menurut mereka hanyalah impian semata yang tidak mungkin mereka dapatkan. Sebenarnya mereka sangat menginginkan anaknya dapat bekerja di perkantoran agar bisa mewujudkan cita-cita orang tuanya dan mengubah nasib orang tuanya tersebut. Namun karena masalah ekonomi mereka tidak bisa menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih tinggi sehingga impian mereka untuk menjadikan anak mereka bekerja di perkantoran terpaksa harus mereka buang karena tidak mungkin terjadi.

 

            Walaupun anak-anak mereka tidak mendapatkan pendidikan yang tinggi, namun mereka tidak mau bekerja sebagai buruh tani. Anak-anak mereka mengangap bekerja sebagai buruh tani adalah pekerjaan rendahan yang tidak pantas dikerjaan oleh anak muda sehingga mereka gengsi bekerja sebagai buruh tani. Para anak buruh tani tersebut lebih memilih bekerja di luar kota sebagai kuli bangunan karena dianggap lebih mulia dibanding bekerja sebagai buruh tani.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :