MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Konstruksi Sosial Buruh Tani Terhadap Eksploitasi yang Dilakukan oleh Majikan

diposting oleh alhada-fisip11 pada 04 February 2014
di Penelitian - 0 komentar

ABSTRAKSI

 

            Dari realitas sosial yang ada di masyarakat pertanian, tindakan eksploitasi yang dilakukan oleh majikan sebagai pemilik lahan pertanian kepada buruh tani sudah bukan merupakan suatu yang rahasia lagi. Pernyataan tersebut didukung oleh teori dari Karl Marx yang mengatakan bahwa mejikan sebagai pemilik modal “kapital” akan cenderung mengeksploitasi pekerjanya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sebagai bentuk kapitalisme di bidang pertanian. Akan tetapi pada realitasnya, para buruh tani yang tereksploitasi cenderung diam saja, pasrah, dan mengangap hal itu merupakan suatu hal yang sudah biasa di lakukan dan tidak perlu di permasalahkan.

 

            Untuk menyikapi realitas tersebut pada kesempatan kali ini, kami akan meneliti konstruksi sosial buruh tani terhadap eksploitasi yang dilakukan oleh majikan di sektor pertanian secara mendalam dengan metode penelitian kualitataif. Tipe penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan tipe deskriptif, dengan teknik pengumpulan data indepth interview, kemudian menggunakan teknik penentuan informan purposive sampling, dan menganalisisnya dengan tahap Scalling Measurement, kemudian Empirical Generalization, dan terakhir tahap Logical Induction.


            Adapun bentuk-bentuk eksploitasi yang berhasil kami temukan yaitu: sistem kerja kontrak, upah minim, secara implisit melarang buruh tani ikut organisasi kelompok tani, tidak adanya jaminan kesehatan, tidak ada bonus (reward) ketika hasil panen melimpah, sementara itu ketika pekerjaan buruh tani jelek (tidak sesuai dengan yang diharapkan majikan) mereka disuruh mengulangi pekerjaan tanpa dibayar lagi, sehari hanya diberi jatah makan sekali dan dengan menu makanan sesuka hati majikan, serta sistem bagi hasil yang diberi nama “matun” yang sangat tidah adil dalam pembagian hasil panen antara pemilik lahan pertanian dan pekerja (4/5:1/5).

 

            Dalam menyikapi tindakan eksploitasi tersebut, para buruh tani menganggap bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan sudah menjadi adat kebiasaan masyarakat sekitar yang tidak perlu dipermasalahkan. Mereka hanya bisa pasrah menghadapi semua itu karena mereka meresa sebagai orang kecil (kelas bawah) memang wajar mengalami nasib seperti itu. Mereka juga merasa bahwa mereka harus selalu bersyukur dan menerima nasib mereka karena takut berdosa (kualat) jika banyak menuntut dan mengeluh. Jadi intinya adalah para buruh tani menganggap bahwa tindakan eksploitasi yang dilakukan oleh buruh tani merupakan suatu hal yang wajar dan menurut mereka bukan merupakan tindakan eksploitasi.

 

# Untuk mengetahui laporan hasil penelitian ini secara penuh, silahkan klik link di bawah ini;

 

DOWNLOAD LAPORAN HASIL PENELITIAN


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :