MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Fenomena Ciuman Bibir Dianggap Biasa

diposting oleh alhada-fisip11 pada 16 September 2013
di Pengalaman Pribadi - 0 komentar

 

Hari ini jadwal perkuliahan saya selesai pukul 10.00, dan seperti biasa, setelah selesai kuliah saya tidak langsung pulang ke kos melainkan ngobrol-ngobrol dahulu bersama teman-teman dekat saya. Hari ini kebetulan cuaca sedang sangat panas, saya dan ke-3 teman saya yang semula ngobrol-ngobrol di galeri kampus tiba-tiba merasa tidak nyaman karena hawa panas yang membuat kami mulai meneteskan keringat. Salah satu teman saya ada yang berinisiatif untuk pindah lokasi ke perpustakaan untuk mendinginkan diri karena di perpustakaan ada ACnya. Namun salah satu teman saya ada yang menolak usul tersebut dengan alasan males, sebab untuk masuk ke perpustakaan cukup ribet, harus menukarkan KTP dengan kunci loker untuk tempat tas (karena tas tidak boleh dibawa masuk), kemudian sebelum masuk harus mengeluarkan KTM sebagai kunci masuk dari pintu perpustakaan. Kemudian teman saya yang lainnya ada yang usul untuk membeli jus buah di sebuah warung di dekat kampus (sekitar 5 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki), akhirnya karena semuanya setuju, kami memutuskan untuk pergi membeli jus buah tersebut. Sesampainya di sana seperti biasa, kami lagsung memesan jus buah kesukaan masing-masing dari kami. Sambil menunggu tersajinya jus, kami melanjutkan obrolan kami:

 

  • A: Heh rek, pacarnya kakakku lho sekarang selingkuh!! kakakku sekarang seding banget, kasihan aku!!
  • B: Iya ta A... masak sih?! bukannya dulu kelihatan baik banget ya...
  • Saya: (Dalam hati) hemmm... gak penting banget sih...
  • A: Iya, soalnya kakakku kalau pacaran gak mau diapa-apain B...
  • B: Lho emang kakak kamu kalau pacaran ngapain aja??
  • A: Ya standard B,,, ya cuma pegang tagan, cium pipi, dan ciuman mulut gitu!! Sama kaya' yang lain!
  • Saya: Heh A,, jangan keras-keras malu di dengar orang!! (Dalam hati: Ciuman mulut dibilang setandart..!?)
  • A: Gak papa Hada, saya orangnya memang blak-blakan kaya' gini, itu kan sudah biasa, C juga melakukannya, iya kan C, dia juga pernah cerita ke aku
  • C: (senyum maksa, malu, muka memerah)
  • B: Tapi ya ngomongnya jangan keras-keras, malu sama penjual jus itu lho A
  • Saya: (Dalam hati: memalukan banget sih, kita lho kaum intelektual masak ngomongnya kaya' gitu, cukup keras lagi, itu aib lho)
  • Penjual Jus: Ini jusnya...

 

==> Analisis: Dari kasus nyata diatas dapat saya simpulkan bahwa telah terjadi perubahan sosial, lebih tepatnya pergeseran moral dan gaya hidup remaja. Dulu pacaran pun sudah dianggap aib, sekarang pacaran itu sudah dianggap hal yang sangat wajar, biasa, bahkan kalau seorang remaja ada yang gak pacaran, hal itu malah dianggap gak wajar. Yang sangat saya khawatirkan "ciuman mulut" saat ini sudah diangap hal yang wajar, kalau saat ini "ciuman mulut" sudah dianggap wajar, mungkin mendatang "hubungan sexs juga bisa dianggap sebagai hal yang wajar juga. kalau kita kaitkan dengan fenomena dunia perfilm-an di tanah air yang saat ini sering menampilkan film-film dari barat yang tidak jarang memperagakan adegan "ciuman mulut", mungkin hal itulah yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena "ciuman mulut" dianggap sebagai suatu hal yang wajar. Keadaan yang seperti ini tidak menutup kemungkinan terjadinya pergeseran kebudayaan yang semakin hari semakin mengikis kebudayaan lokal yang notabennya menentang dan menganggap tabu hal seperti itu. Apa lagi sudah kita ketahui bersama bahwa penduduk di Indonesia sebagian besar beragama Islam, dan ajaran di Islam itu mengharamkan berduaan, pegangan tangan, ciuman dengan lawan jenis yang bukan mahrom-nya, apa lagi sampai "ciuman mulut", seharusnya masyarakat menentang perbuatan yang sudah dikategorikan sebagai perbuatan zina dan sangat dilarang oleh agama tersebut, bukan malah semakin hari semakin dibudayakan. Semoga kita bisa sadar!!

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :