MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Penyebab Kegagalan Ekspor Besar Pada Perusahaan Manufaktur di Jerman

diposting oleh alhada-fisip11 pada 08 September 2013
di Esay - 0 komentar

 

Pada akhir tahun 2008 perdagangan di dunia mengalami penurunan (krisis), penurunan tersebut merupakan yang paling tajam dalam sejarah setelah Perang Dunia II, penurunan perdagangan dunia ini sekarang dikenal dengan nama The Great Trade Collapse. Bentuk nyata dari penurunan perdagangan dunia ini yaitu menurunnya secara drastis/tajam ekspor barang-barang dari negara Jerman di tahun 2009. Nilai dari penurunan ekspor ini mencapai 18 persen dibandingkan dengan tahun 2008, sehingga negara Jerman kehilangan gelar dunia sebagai Export Champion to China.

 

Dalam studi ini, menunjukkan bahwa bagian yang paling berpengaruh dari penurunan ekspor perusahaan-perusahan manufaktur di Jerman pada tahun 2009 yaitu disebabkan karena perubahan negatif barang-barang eksport dari perusahaan-perusahaan yang terusmenerus mengekspor barangnya (perusahaan-perusahaan tersebut terus memasok barang-barang ekspor padahal kualitas barangnya mengalami penurunan), sedangkan penurunan ekspor karena ekspor tersumbat (terjadi kesulitan dalam penyaluran barang yang akan dijual keluar negeri). Di Jerman barat ekspor menurun 20,5 %, sementara di Jerman timur ekspor menurut cukup 3,8 %.

 

Sejumlah peneliti termasuk Anderton dan Tewold (2011), OECD (2010), dan Stehrer (2011) menganalisis dari sudut pandang makroekonomi. Studi yang mengambil perspektif ini mencoba memahami apa yang sedang terjadi dalam perkembangan makroekonomi yang terselubung dengan melihat data-data pada tingkat perusahaan, bagaimana keadannya, dan mengkaji masalah kelangkaan.

 

Data yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada laporan bulanan pada perusahaan industri manufaktur, servey yang dilakukan secara berkala menggunakan data panel yang komprehensif berkualitas tinggi dari statistik resmi pemerintah Jerman. Survei ini mencakup semua perusahaan dari industri manufaktur yang mempekerjakan setidaknya dua puluh orang di unit produksi lokal atau dalam perusahaan yang memiliki unit.

 

Analisis dekomposisi dapat dilakukan untuk semua perusahaan dari industri manufaktur dan subkelompok berbagai perusahaan. Dalam hal ini hasil data dilaporkan untuk perusahaan dari enam kelas ukuran (diukur dengan jumlah karyawan: 1-19, 20-49, 50-99, 100-249, 250-499, dan 500 dan lebih). mengingat bahwa perekonomian berbeda antara Jerman Barat dan Timur maka perhitungannya dilakukan secara terpisah.

 

Hasil untuk Jerman Barat dilaporkan bahwa ekspor dari perusahaan manufaktur turun drastis sebesar 20,48 persen dari 2008 ke 2009 selama Runtuhnya Ekspor besar. Sebagian besar penurunan ini disebabkan oleh perubahan negatif dari ekspor di perusahaan-perusahaan yang terus ekspor (yaitu di margin disebut intensif) sedangkan penurunan ekspor karena ekspor sumbat (pada marjin disebut luas) kecil.

 

Hasil untuk Jerman Timur berbeda jauh dari hasil yang dilaporkan untuk Jerman Barat. Jerman Timur ekspor manufaktur menurun 3,8 persen saja dan penurunan ini kecil bila dibandingkan dengan penurunan drastis Jerman Barat yang mencapa 20,5. Sehingga di sektor manufaktur Jerman Timur bisa dikatakan tidak termasuk daerah yang mengalami
keruntuhan ekspor yang besar pada tahun 2009.

 

Sifat butiran ekspor besar industri manufaktur di Jerman menurut Xavier Gabaix (2011) yang bertentangan dengan pandangan tradisional, tingkatan istimewa guncangan pada perusahaan bisa menjelaskan bagian yang penting dari pergerakan ekonomi agregat dan dapat memberikan fondasi mikro pada agregasi guncangan. Analisis dekomposisi sekarang lebih dekat dengan pendekatan granular (butiran) yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Gabaix (2011) menunjukkan cara yang harus dilakukan dalam menganalisis dinamika ekspor.

 

Seperti yang telah dikatakan "rata-rata keluar" merupakan argumen dari penalaran makroekonomi standar akan rusak jika ukuran distribusi perusahaan yang berat pada bagian belakang dan perusahaan yang sangat besar bermain peranan penting dalam suatu perekonomian yang sedang berlangsung. Dari persentase saham terbesar perusahaan dalam total ekspor industri manufaktur di Jerman Barat pada tahun 2008 dan 2009 yang didokumentasikan dalam Tabel 3 terlihat bahwa ekspor perusahaan manufaktur sangat terkonsentrasi. Pada Tabel 4 eksponen hukum estimasi untuk ekspor telah dilaporkan untuk semua perusahaan dan untuk perusahaan-perusahaan dari 18 industri manufaktur.

 

Koefisien estimasi kekuatan hukum ekspor secara statistik signifikan berbeda dari nol pada tingkat kesalahan kurang dari 1 persen di Jerman pada industri manufaktur secara keseluruhan dan pada seluruh industri. Hasil ini menunjukkan bahwa kekuatan hukum ekspor telah didistribusikan di semua industri. Oleh karena itu, hal tersebut menunjukkan bahwa distribusi ekspor dari keseluruhan sektor manufaktur Jerman dan dari berbagai industri yang merupakan bagian dari itu dapat dicirikan sebagai industry yang lemak-ekor.

 

Intinya adalah kekuatan penjelas baik dari butiran residual menunjukkan bahwa bagian manufaktur pada sektor ekspor Jerman merupakan ekonomi butiran. Bagian yang sangat besar dari penurunan ekspor pada perusahaan manufaktur di Jerman pada tahun 2009 disebabkan perubahan negatif dari ekspor di perusahaan-perusahaan yang terus melakukan kegiatan ekspor (yaitu pada marjin disebut intensif), sementara penurunan ekspor akibat sumbat ekspor (pada marjin disebut ekstensif)

 

Guncangan khusus pada ekspor perusahaan terbesar sangat penting untuk memahami volatilitas agregat dalam total ekspor dari Jerman Barat manufaktur industri. Di sini, sekitar sepertiga dari ekspor fluktuasi dapat dijelaskan oleh gerakan aneh dari 10 perusahaan top.

 

 

Sumber: Wagner, Joachim (2013) “The Granular Nature of the Great Export Collapse in German Manufacturing Industries, 2008/2009,” Economics 7:1-23 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :