MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Kemandirian VS Kemanjaan

diposting oleh alhada-fisip11 pada 19 April 2013
di Petuah - 0 komentar

 

 

Seorang tukang kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana.

 

Ia menanam 2 tanaman yg sama pada lahan yg sama.

Yg membedakan hanya bagaimana cara dia merawat tanaman tsb.

 

... Tanaman yg pertama disirami secara rutin tiap pagi sore,

sedangkan tanaman yg kedua disirami 2 hari sekali.

 

Ketika tanaman itu bertumbuh cukup besar,

tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tsb.

 

Perbedaannya cukup mencolok;

Dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk mencabut akar dari tanaman yg pertama.

 

Untuk tanaman yg kedua,

Dibutuhkan waktu lebih lama yaitu empat menit untuk bisa mencabutnya!

 

Mengapa hal itu bisa terjadi?

 

Tanaman yg pertama cukup dimanjakan dgn air yg ia dapat dgn mudah,

sehingga akarnya tidak berusaha mencari ke tanah yg lebih dalam.

 

Sedang tanaman yg kedua karena mendapat suplai air yg lebih sedikit,

maka mau tidak mau akarnya mencari ke sumber air,

sehingga di dapatinya akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah.

 

Pesan Moral,

Cara TUHAN mendidik kita tak jauh beda dgn ilustrasi tsb.

 

Bayangkan saja jika TUHAN memanjakan kita dgn mengabulkan smua doa yg kita minta atau tidak pernah mengijinkan penderitaan & masalah hidup.

 

Tentu ini akan membuat kita jadi orang yg manja.

Tak hanya itu, kita akan menjadi orang yg cengeng.

 

Akibatnya akar iman kita tidak kuat & ketika permasalahan terjadi,

dgn mudahnya kehidupan kita tumbang!

 

TUHAN sangat mengasihi kita,

itu sebabnya DIA slalu mendewasakan & melatih akar iman kita.

 

Mengijinkan penderitaan, masalah, tekanan hidup ato keadaan yg tidak menyenangkan,

dgn harapan bahwa akar iman kita terus mencari “Sumber” yg sejati.

 

Bagaimana dengan Anda?

 

Apakah Anda memilih untuk menjadi orang yg manja dgn akar yg rapuh?

 

ato menjadi orang yg didewasakan oleh TUHAN?

 

"TANPA MASALAH, KITA HANYA AKAN MENJADI ORANG YG MANJA & MEMILIKI AKAR IMAN YG RAPUH!!"

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :