MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Go Healthy Go Greenfields Milk

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 April 2013
di Pengalaman Pribadi - 0 komentar

Kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting bagi kita, dengan badan yang sehat kita akan bisa melakukan semua hal yang kita inginkan, mulai dari bekerja, bermain, menuntut ilmu, dan sebagainya secara maksimal. Akan tetapi tanpa kesehatan, kemampuan sebesar apapun yang kita miliki akan terasa sia-sia, sebab dalam kondisi tubuh yang sakit (tidak fit), kepandaian dan ketrampilan sebaik apapun seolah kehilangan nyawa atau gairahnya. Hal inilah yang menyebabkan kita tidak bisa melakukan semua hal dengan maksimal.

 

Salah satu pepatah mengatakan “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Pepatah inilah yang selalu saya pegang untuk terus berusaha melakukan pola hidup yang sehat. Semua ini saya lakukan demi kesahatan jasmani dan rohani pada diri saya, sebab dalam keadaan tubuh yang lemah (kurang fit) atau bahkan dalam keadaan sakit, pasti jiwa seseorang juga akan menjadi lemah seperti malas, takut melakukan hal-hal baru baru karena merasa tubuhnya tidak kuat, mudah capek dalam bekerja, dan sebagainya. Hal inilah yang akan menghalangi prestasi yang hendak diraih oleh seseorang. Karena itu, saya berkomitmen untuk terus melakukan pola hidup sehat terutama dalam hal makanan, minuhan, dan juga olah raga.

 

 

 

Ketika saya berada di rumah (dalam lingkungan keluarga), pola hidup sehat bagi saya sangatlah mudah. Hal tersebut karena ada mama yang selalu menyiapkan menu makanan yang hendak saya makan yang sesuai dengan kriteria 4 sehat, 5 sempurna. Setiap pagi, mama selalu membangunkanku tepat pukul 05.00 pagi, agar saya bisa sarapan pagi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Sebelum berangkat ke sekolah, mama pasti sudah menyiapkan makanan bergizi dan segelas susu yang terhidang diatas meja makan sehingga saya bisa langsung menyantapnya. Selain dalam hal makanan, karena saya bertempat tinggal di daerah pedesaan, halaman rumah yang saya miliki cukup lebar dan saya dengan mudah dapat melakukan aktivitas olah raga di sana, seperti berlari-lari, bermain bola voli, senam, bersepedah, dsb. Karena hal itulah, pola hidup sehat sangat mudah saya lakukan di rumah.

 

 

Namun setahun yang lalu setelah saya lulus dari SMA, saya memutuskan untuk memilih melanjutkan studi ke salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya ketimbang perguruan tinggi di Blitar. Dan karena itulah saya juga harus bertempat tinggal (nge-kos) di Surabaya. Sejak saat itu, saya mulai merasakan sulitnya melakukan pola hidup sehat di tempat kos. Maklum karena biasanya hampir semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan hidup saya dipersiapkan oleh orang tua terutama mama tersayang, namun saat ini saya harus belajar mandiri dan mengurus semua keperluan hidup sendiri.  Bulan-bulan pertama, saya masih sangat kesulitan untuk beradaptasi dalam lingkungan baru di kota besar yang kehidupannya sangat jauh berbeda dengan lingkungan saya sebelumnya di pedesaan. Kesulitan saya tersebut terutama dalam hal pola hidup sehat, bergaul, dan tentunya dalam hal menghafalkan rute jalan raya.

 

 

 

Sebulan pertama, saya sering merasakan sakit perut dan diare. Hal ini mungkin dikarenakan saya sering telat makan (terutama makan pagi). Biasanya setiap pagi saya selalu dibangunkan oleh mama untuk persiapan berangkat ke sekolah dan juga untuk sarapan pagi. Namun  saat ini, saya harus bangun sendiri sehingga saya sering kali telat bangun (bangun sekitar pukul 06.30), padahal saya harus masuk kuliah pukul 07.00. Setelah bangun tidur otomatis saya masih harus mandi dan menyiapkan peralatan serta perlengkapan untuk kuliah. Jika setelah itu saya masih harus menyiapkan makanan sendiri, pastinya waktu tidak mencukupi. Karena hal itulah, saya tidak pernah sarapan bahkan tidak minum seteguk airpun ketika hendak berangkat kuliah. Keterlambatan bangun tersebut mungkin diakibatkan karena hampir setiap malam saya selalu tidur terlalu larut karena tugas kuliah yang numpuk, bahkan terkadang sampai tidak sempat makan malam.

 

 

 

Sebenarnya saya ingin menceritakan semua ini sama mama, namun karena saya masih merasa malu, akhirnya saya putuskan untuk merahasiakan semua ini. Sebab sebelum saya berangkat merantau ke kota besar ini, dulu mama pernah berpesan pada saya bahwasannya saya tidak boleh telat makan, minum susu, vitamin, dan intinya harus melaksanakan pola hidup sehat seperti di rumah. Dan saya dengan lantang menjawab “Beres Ma, jangan kawatir!!”. Hal tersebutlah yang menyebabkas saya malu menceritakan semua ini. Dan karena perasaan malu itulah yang menyebabkan saya terus melaksanakan pola hidup kurang sehat sampai beberapa waktu.

 

Berlanjut ke bulan berikutnya, selain sering sakit perut (maag) dan diare, sekarang rambut saya juga mulai mengalami kerontokan. Pertamanya saya mengira hal itu wajar, namun lama-kelamaan kerontokan itu mulai memarah. Semua jenis shampo perawatan rambut rontok sudah saya coba namun hasilnya nihil. Setelah saya serching di internet ternyata salah satu penyebab rambut rontok yaitu karena stres dan kurangnya protein dalam tubuh. Kemudian setelah saya pahami tentang diri saya, memang saya selama di Surabaya ini sering mengalami stres yang disebabkan oleh seringnya sakit perut dan tidak ada keluarga yang merawat. Selain itu selama di Surabaya ini, sudah sangat jarang (hampir tidak pernah) saya mengkonsumsi susu, padahal dulu ketika berada di rumah, saya selalu mengkonsumsi susu. Hal inilah yang mungkin menyebabkan saya kekurangan zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh terutama protein susu.

 

 

 

Sampai pada bulan ketiga, saya sudah pasrah dan gak kuat menghadapi ini sendirian. Sehingga pada akhirnya saya memutuskan untuk menceritakan semua hal tentang pola hidup kurang sehat yang saya alami ini kepada mama. Kemudian seperti biasa, yang namanya orang tua pasti sedikit marah (ngomel), namun setelah itu beliau memberikan solusi terbaik bagi saya. Karena saya sering terburu-buru ketika pagi hari, maka beliau menyarankan kepada saya untuk membeli susu yang sudah siap di minum tanpa perlu repot meraciknya, kemudian di makan bersama dengan sepotong roti.

 

Setelah saya mendapat solusi dari mama, selanjutnya saya langsung pergi ke sebuah super market yang tidak jauh jaraknya dari kos tempat tinggal saya. Sesampainya di sana, saya melihat deretan berbagai jenis produk susu yang beraneka ragam mereknya. Sebelumnya saya bingung memilih mau membeli susu yang mana. Namun saya pernah mendengar bahwa susu yang menggunakan metode pengawetan UHT (Ultra high temperature) merupakan metode pengawetan yang paling aman karena tanpa menggunakan zat-zat kimia yang dapat membahayakan tunuh.

 

 

 

Sekedar untuk tambahan pengetahuan saja, adapun langkah-langkah untuk melakukan metode pengawetan dengan UHT yaitu; Susu terleih dahulu dipanaskan selama 2-3 detik di suhu 135 sampai 150° C, kemudian segera mendinginkannya sampai bersuhu 4-5° C. Waktu pemanasan yang singkat, dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma da rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya. Semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri patogen (patogen) dihancurkan oleh suhu ultra tinggi.

Kelebihan dari susu UHT sendiri adalah:

  • Aman untuk dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab penyakit,
  • Memiliki warna, rasa dan penampakan yang sama dengan susu sapi segar,
  • Susu bersifat awet tanpa menggunakan bahan pengawet,
  • Sangat praktis untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan kulkas,
  • Mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal
  • Susu UHT lebih bagus dai pada susu bubuk, sebab susu bubuk berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30% dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk.

 

 

 

Karena saya menginginkan susu yang aman dan yang kandungan proteinnya masih bagus, demi teratasinya masalah kerontokan rambut yang saya alami, maka saya memutuskan untuk memilih susu UHT. Inilah contoh perbedaan kandungan protein antara susu UHT dengan susu Non-UHT:

 

 

Kandungan Protein pada susu UHT

 

Kandungan Protein pada susu non-UHT

 

Dari kedua gambar diatas dapat kita ketahui bahwa kandungan protein susu UHT jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein susu non-UHT, dengan perbandingan mencapai 13% : 2%. Perbandingan tersebut didasarkan atas %AKG (persentase angka kecukupan gizi).


Namun, di deretan susu tersebut saya melihat ada 5 merek susu UHT, kemudian setelah saya perhatikan dengan melihat-lihat komposisinya, ternyata hanya 3 merek yang komposisinya berasal dari susu sapi segar tanpa campuran apapun. Sementara susu yang lainnya ada beberapa campuran rasa dan berbagai campuran zat lain. Kemudian saya pertimbangkan lagi antara ke-3 susu tersebut, dan ternyata hanya susu Greenfields yang menawarkan produk rendah lemak “Hi-Calcium Low Fat” dan inilah susu yang saya cari.

 

 

O..Iya! Sudah sejauh ini saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Alhada, saya anak pertama dari dua bersaudara, sedang menempuh pendidikan di Universitas Airlangga, memiliki orang tua yang sangat pengertian dan sangat perduli terhadap kesehatan anak. Hal itulah yang mendorong saya untuk berkomitmen menjaga kesehatan tubuh. Mengingat kesehatan adalah harta termahal dalam hidup kita.

 

 

Alasan saya memilih susu Greenfields yang “Low Fat” karena diumur yang sudah menginjak dewasa ini menurut saya, tidak baik mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi karena hal tersebut bisa memicu berbagai macam penyakit contohnya seperti kolesterol. Selain itu, makanan berlemak juga memicu terjadinya kegemukan yang merusak penampilan. Untuk itu, demi kesehatan, saya memutuskan untuk memilih susu Greenfields yang rendah lemak dan tinggi kalsium. Dengan kandungan kalsium yang tinggi, maka kesehatan tulang dan gigi kita pun sekaligus bisa terjaga. Inilah salah satu perbandingan total lemak antara susu Greenfields dengan produk susu lain.

 

Kandungan total lemak susu Greenfields

 

Kandungan total lemak susu merek lain

 

Dari kedua gambar tersebut jelas menunjukkan bahwa kandungan total lemak susu Greendfields lebih rendah dibandingkan dengan total lemak susu merek lain, perbedaanya mencapai 4% : 7%. Perbandingan tersebut didasarkan atas %AKG (persentase angka kecukupan gizi).


Setelah saya memutuskan untuk membeli susu Greenfields, di dalam kamar kos saya masih ingin mencari tahu lebih lanjut informasi mengenai produk susu ini. Hal tersebut saya lakukan karena saya masih sedikit khawatir dengan produk ini, sebab saya kurang mengenal produk ini sebelumnya. Akhirnya setelah saya berselancar di dunia maya, saya menemukan berbagai info mengenai susu Greenfields. Info tersebut saya peroleh dari website yang sudah terkenal, jadi kebenarannya sudah tidak diragukan lagi seperti:

 

1. Kompas.com  

Ingin melihat pembahasannya klik di sini

2. Okezon.com  

Ingin melihat pembahasannya klik di sini

3. dan tentunya dari web-site resmi susu Greenfields  

Ingin mengunjungi web-sitenya klik di sini

 

Sebenarnya masih banyak web-site-web-site lain yang membahas mengenai produk susu Greenfields. Namun pada kesempatan kali ini rasanya tidak mungkin saya menuliskan semuanya.


Setelah saya membaca informasi dari Kompas.com saya terkejut, ternyata produk susu Greenfields di produksi di daerah Malang (tetangga kabupaten sendiri hehehe...) padahal perkiraan saya sebelumnya, produk susu ini berasal dari luar negeri. Melihat informasi tersebut, saya semakin yakin dengan kemurnian susu Greenfields sebagai Greenfields Real Milk. Hal tersebut dikarenakan saya sudah mengenal baik daerah malang, sebab saya sering sekali berkunjung ke daerah tersebut, karena itu bisa dipastikan susu yang diproduksi adalah benar-benar susu sapi segar pilihan. Daerah malang yang sejuk, asri, dan sebagian besar wilayahnya jauh dari polusi, sangat cocok untuk kehidupan sapi. Karenaa itulah, bisa dipastikan susu yang dihasilkan pun juga akan memiliki kualitas yang tinggi.  Sebagai bangsa Indonesia yang baik, kita harus berbangga dan mencintai produk lokal, salah satunya ya produk susu Greenfields ini, sebab produk lokallah yang pasti lebih memahami dan mengerti akan kebutuhan penduduk lokal itu sendiri.

 

Setelah itu, saya kembali melanjutkan membaca informasi dari web-site tersebut, dan ternyata posisi dari pabrik susu  Greenfields ini berada di daerah Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Kecamatan ini merupakan kecamatan di Kabupaten Malang yang sudah pernah saya kunjungi sebelumnya. Wilayahnya berada di daerah pegunungan (Gunung Kawi) dengan jalan yang berkelok-kelok dan pemandangan yang sangat indah. Daerah tersebut memang merupakan daerah yang masih sangat asri dan jauh dari polusi serta kebisingan kota metropolitan seperti di Surabaya. Dengan lingkungan yang seperti itu bisa dipastikan sapi-sapi akan merasa nyaman karena sangat sesuai dengan habitat aslinya. Dengan sapi-sapi yang merasa nyaman dan bahagia ini, susu yang dihasilkan otomatis juga akan memiliki kualitas yang baik.

 

 

Selain itu, saya juga sangat salut dengan perusahaan susu Greenfields, karena dengan berdirinya perusahaan tersebut, membawa nama baik bangsa indonesia karena sudah berhasil mengekspor produk susu ke berbagai negara di dunia, seperti Hongkong, Filipina, Taiwan, Myanmar, Malaysia, dan Singapura. Dengan berdirinya perusahaan susu Greenfields ini, masyarakat di daerah sekitar lokasi perusahaan, juga terbantu dalam hal mendapatkan mata pencaharian, terutama bagi para petani jagung dan perumput (pencari rumput). Hal tersebut disebab karena perusahaan susu Greenfields ini menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat setempat. Perusahaan ini membeli jagung beserta batang dan daunnya yang masih muda dari para petani untuk diberikan kepada sapi-sapi sebagai makanannya. Selain itu, bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan sawah, mereka bisa merumput (mencari rumput) di alam bebas kemudian menjualnya ke perusahaan ini. Harga yang ditawarkan untuk masyarakat pun tergolong tinggi yaitu mencapai Rp 5.500/kg. Sementara itu, kotoran sapi sebagai salah satu limbah perusahaan diberikan kepada para petani sebagai pupuk berkualitas tinggi. Dengan diterapkannya simbiosis mutualisme ini, petani tidak lagi kesulitan menjual hasil panennya. Mereka juga  tidak harus menunggu hingga jagung berumur tua (karena yang dicari oleh perusahaan adalah yang muda), sehingga akan mengurangi resiko gagal panen yang bisa diderita oleh para petani. Para petani juga tidak kesulitan mencari pupuk karena sudah disediakan oleh kotoran-kotoran sapi.

 

 

Selain dari lokasi dan makanan sapi yang memiliki kualitas baik, jenis sapi yang digunakan untuk memproduksi susu Greenfields juga sangat diperhatikan. Sapi yang dipergunakan dalam memproduksi susu ini yaitu  jenis friesian holstein dari Australia yang terkenal memiliki mutu paling baik. Sapi-sapi ini secara khusus dipilih dengan sistem komputer DHIA untuk menentukan anak-anak sapi kelas utama berumur 10-12 bulan. Mereka lantas diternakkan secara etis dan ilmiah. Dengan kualitas dan kesehatan sapi yang terjamin inilah yang otomatis akan menghasilkan susu berkualitas tinggi dengan mutunya terjamin.

 

Alasan lain yang membuat saya mantap menjatuhkan pilihan pada Susu Greenfields adalah karena Susu Greenfields telah teruji secara klinis dari BPOM RI dan telah mengantongi Sertifikat halal dari LPPOM MUI Pusat yang bisa dilihat di sini. Semua alasan itulah yang membuat saya tenang dan yakin bahwa susu Greendfields adalah yang terbaik bagi saya.

 

 

 

Setelah saya benar-benar yakin dengan mutu dan kualitas dari Greendfields Real Milk, saya langsung meminumnya dan merasakan kesegaran serta kenikmatan dari segelas susu berkualitas tinggi ini. Karena rasanyapun cocok dengan lidah saya, akhirnya saya memutuskan untuk mengkonsumsi susu ini setiap hari sejak lima bulan yang lalu.

 

 

Berkat susu Greenfields yang praktis ini, yaitu bisa langsung dituang ke dalam gelas, atau bahkan langsung diminum (diteguk) dari kemasannya. Saya setiap pagi bisa mengkonsumsi sarapan bernutrisi tinggi yang biasanya ditemani oleh beberapa potong roti. Sejak saat itulah saya berangsur-angsur mulai menerapkan pola hidup sehat dengan makan teratur setiap hari terutama sarapan pagi dengan ditemani oleh segelas Greenfields Real Milk. Setelah badan dan tenaga saya kembali fit (tidak pernah mengalami sakit perut lagi) karena rutin sarapan pagi, saya mulai menerapkan olahraga rutin, terkadang renang dan terkadang lari-lari mengelilingi pemukiman di pagi hari.

 

 



Setelah saya rutin melakukan sarapan pagi dan ternyata sakit perut yang dulu sering saya alami sembuh total, saya mencoba untuk menelusuri lebih jauh tentang manfaat sarapan pagi, dan ternyata sarapan pagi itu manfaatnya memang sangat luar biasa diantaranya yaitu; meningkatkan kemampuan fisik, meningkatkan konsentrasi, menambah metabolisme tubuh sehingga tidak mudah sakit, dan bahkan ternyata bisa menurunkan berat badan, sebab  sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien. Pentingnya sarapan pagi inilah yang dulunya saya hampir setiap hari saya tinggalkan karena waktu yang mepet. Namun berkat susu Greenfields, kini saya bisa setiap hari melakukan sarapan pagi secara praktis dengan makanan yang bergizi tinggi. Hal tersebut dikarenakan kandungan dari Greenfields Real Milk yang berasal dari susu sapi murni memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, diantaranya seperti vitamin A, B3, B6, B12, D, E & K, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc. Selain itu susu juga merupakan sumber protein yang lengkap (whey dan kasein) yang penting untuk pertumbuhan.

 

 

Saya telah mengkonsumsi susu Greenfields semenjak lima bulan yang lalu, dan hasilnya sangat memuaskan. Saya setiap hari bisa sarapan praktis dengan segelas susu dan beberapa potong roti yang cepat sehingga tidak membutuhkan banyak waktu. Walaupun bangun agak kesiangan, saya tetap bisa meminumnya, bahkan sambil jalan dan sambil mengunyah roti. Setiap hari saya meminum susu ini dua kali sehari, yaitu ketika sarapan pagi dan juga untuk menemani makan malam. Dengan minum Greenfields Real Milk ini, badan saya terasa segar, bertenaga, kembali fit, tidak pernah mengalami masalah pencernaan, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah rambut rontok yang pernah saya alami sembuh total.

 

 

Akhirnya karena pola hidup sehat kembali kembali saya lakukan, saya bisa belajar dengan baik, melakukan aktivitas dengan semangat, dan tentunya prestasi belajar saya juga meningkat. Terbukti dengan meningkatan IP (Indeks Prestasi Belajar saya di semester ini), didanainya oleh DIKTI proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) milik saya di semester ini, dan juga saya bisa aktif berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UNAIR. Terimakasih susu Greenfields...!!  

 

http://greenfieldsmilk.com

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :