MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Molornya Pencairan Biaya Hidup Beasiswa Bidik Misi

diposting oleh alhada-fisip11 pada 05 April 2013
di Pengalaman Pribadi - 0 komentar

 

                Hari ini, Jum’at 5 April 2013 tepat satu bulan keterlambatan pencairan biaya hidup beasiswa bidik misi mahasiswa Universitas Airlangga khususnya angkatan 2011. Keterlambatan ini merupakan keterlambatan yang paling lama sepanjang sejarah saya ketika menjadi mahasiswa UNAIR. Sebelumnya memang sudah pernah terjadi keterlambatan namun keterlambatan tersebut hanya berkisar selama 2 minggu sehingga bagi saya tidak terlalu bermasalah karena masih ada uang tabungan. Sebenarnya kalau cuma terlambat 2-3 minggu aja uang tabungan masih bisa digunakan untuk menutupi. Akan tetapi untuk periode ini, pencairan biaya hidup dan juga biaya buku mahasiswa penerima beasiswa bidik misi UNAIR keterlambatannya sudah mencapai satu bulan dan sampai sekarang masih belum jelas kapan pencairannya.  Bagi saya dan juga teman-teman yang berasal dari keluarga yang benar-benar kurang mampu, keterlambatan ini mempunyai dampak yang cukup menyiksa. Hal tersebut dikarenakan dari awal saya dan teman-teman saya sudah menganggap bahwa dengan beasiswa bidik misi sudah cukup untuk menjamin kehidupan kita selama menjadi mahasiswa dan tidak perlu membebani orang tua. Bahkan sebagian dari teman saya ada yang dahulunya tidak diperbolehkan menempuh bangku perkuliahan karena alasan biaya, orang tua dia tidak mau dan tidak sanggup jika disuruh membiayai perkuliahan mereka terutama untuk biaya hidup. Namun teman saya tersebut berjanji tidak akan membebani orang tuanya karena sudah mendapatkan beasiswa bidik misi. Karena hal tersebut orang tua dari teman saya tersebut akhirnya mengijinkan teman saya untuk menempuh jenjang perkuliahan. Akan tetapi, bagaimana jika janji yang telah diberikan kepada mahasiswa penerima beasiswa bidik misi tersebut kenyataannya tidak seperti apa yang dibayangkan, sekarang mau tidak mau jika kami memang benar-benar masih ingin berkuliah, kami harus meminta kiriman uang dari orang tua, mengingat kami perlu uang untuk makan, membeli buku, biaya kos dan keperluan lainnya. Sebenarnya saya dan sebagian teman-teman saya ingin kuliah sambil bekerja, namun sebagian besar pekerjaan tersebut mengharuskan kami memiliki kendaraan dan juga banyak yang tidak mengharuskan bekerja dalam waktu seharian. Sehingga sampai sekarang ini saya dan teman-teman saya masih belum bisa menemukan pekerjaan yang cocok yang tidak mengganggu waktu kuliah.

 

                Karena hal tersebut, akhirnya saya terpaksa harus meminta kucuran dana dari orang tua dan juga sebagian teman saya ada yang harus meminjam ke temannya. Mungkin jika hanya sesekali minta ke orang tua atau pun pinjam ke teman saya rasa tidak masalah, namun jika sampai saat ini kabar pencairan dari biaya hidup beasiswa bidik misi tersebut masih belum jelas, sepertinya kami terancam harus menyusahkan orang tua lagi atau pinjam ke teman lagi, hal inilah yang sangat menjadi beban moral bagi kami. Selain itu biaya kos yang nunggak sampai satu bulan tentu saja juga merupakan siksaan moral tersendiri. Padahal uang yang dipinjam dari teman dan tangguhan biaya pembayaran kos tersebut sebelumnya telah dijanjikan akan dibayar sekitar tanggal 20 Maret, karena dulu memang sempat ada kabar bahwa biaya hidup akan cair sekitar tanggal 20 Maret. Tapi pada kenyataannya sampai saat ini uang tersebut belum juga cair, bisa dibayangkan sendiri bagaimana malunya. Belum lagi sebentar lagi (satu minggu lagi) kami sudah harus melaksanakan ujian tengah semester dan buku paket yang harus kami beli untuk dipelajari belum semuanya dapat terbeli karena masalah biaya. Bagaimana kami tidak “galau” menghadapi kenyataan seperti ini.

 

..........  Alasan dari tersendatnya pencairan uang bidik misi ini menurut saya juga kurang jelas. Ketidakjelasan tersebut memang karena saya yang tidak tahu karena kurang informasi atau memang pada kenyataannya alasannya tidak jelas? Saya juga kurang paham soal itu. Namun banyak kabar (desas-desus) terkait permasalahan ini. Ada yang bilang karena adanya permasalahan dari departemen pendidikan tinggi yang tidak bisa memberikan laporan keuangan secara jelas terkait penggunaan dana beasiswa bidik misi sehingga pihak departman keuangan belum bisa mencairkan uang untuk periode ini sampai pihak dikti bisa menyelesaikan laporan keuangannya sampai benar. Ada juga yang bilang karena bapak Presiden kita saat ini sedang mengalami masalah sehingga karena penggagas beasiswa ini adalah Presiden yang sekarang sedang menjabat akhirnya beasiswa ini tersendat. Ada juga yang bilang sebenarnya pihak UNAIR sudah bersedia memberikan uang talangan terlebih dahulu kepada mahasiswanya yang menerima beasiswa bidik misi namun tidak diijinkan oleh pemerintah pusat. Dan ada satu lagi alasan yaitu karena adanya mahasiswa yang terlambat dalam tanda tangan surat pertanggung jawaban terhadap uang beasiswa bidik misi yang telah digunakan sehingga pencairan uang periode ini prosesnya tersendat. Dan sebenarnya masih ada beberapa desas desus lain yang muncul dikalangan mahasiswa penerima beasiswa bidik misi UNAIR. Dari semua alasan tersebut yang benar mana dan yang salah mana, bagi kami kurang begitu penting, yang terpenting untuk saat ini adalah pencairan dana beasiswa bidik misi segera dilakukan!!

 

..........  Tolong segera penuhi hak kami agar kami bisa melaksanakan tugas kami dengan baik, dan menciptakan cita-cita luhur dari program beasiswa bidik misi itu sendiri yaitu "Menggapai Asa, Memutus Mata Rantai Kemiskinan". Besar harapan kami terhadap pencairan biaya hidup dari beasiswa bidik misi saat ini. Semoga uang bidik misi segera cair dan juga semoga cita-cita luhur dari program beasiswa bidik misi ini benar-benar bisa kami wujudkan. Amiin..!!

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :