MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Contoh Koperasi yang Berperan Dalam Sistem Perekonomian di Indonesia

diposting oleh alhada-fisip11 pada 02 April 2013
di Esay - 0 komentar

 

 

            Menurut informasi yang kami peroleh dari salah satu karyawan sekaligus anggota dari Koperasi Setia Bhakti Wanita, yang beralamat di Jl. Jemur Andayani No. 55 Surabaya. koperasi tersebut kami simpulkan sebagai koperasi yang berpengaruh besar dalam sistem perekonomian di wilayah kota Surabaya dan sekitarnya. Alasan kami menyimpulkan bahwa koperasi Setia Bhakti Wanita tersebut sebagai sebuah koperasi yang memiliki pengaruh besar terhadap sistem perekonomian di wilayah kota surabaya dan sekitarnya yaitu:

 

  • Koperasi Setia Bhakti Wanita sekarang ini telah berhasil memberikan modal usaha kepada lebih 10.000 orang yang berdomisili di kota surabaya dan sekitarnya. Dengan permodalan yang di berikan dengan bunga ringan dan bahkan keuntungan dari bunga yang diperoleh tersebut kelak akan dibagikan lagi terhadap para anggota koperasi, maka koperasi tersebut bisa dikatakan telah berhasil membantu lebih dari 10.000 orang untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dengan terciptanya lapangan kerja baru tersebut, otomatis mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus pendapatan daerah. Dengan demikian koperasi Setia Bhakti Wanita telah membantu sistem perekonomian di kota Surabaya menjadi tidak lesu. Kami bisa mengatakan bahwa modal yang dipinjam oleh anggota tersebut benar-benar bisa membantu perekonomian masyarakat khususnya anggota karena sampai saat ini tercatat bahwa kemacetan piutang di koperasi SBW ini mencapai 0%. Itu berarti tidak ada satupun masyarakat yang tidak sanggup membayar utang (modal usaha) yang dipinjam.

 

  • Selain membantu dalam bidang permodalan, koperasi SBW ini juga melakukan pelatihan-pelatihan keterampilan dalam berwirausaha. Pelatihan tersebut gratis diikuti oleh semua anggota yang berminat terhadap jenis pelatihan tersebut. Pelatihan-pelatihan yang pernah dilakukan antara lain pelatian rias pengantin, menjahit, memasak makanan, membuat aneka kue, membuat kerajinan tangan (berbagai soufenir dan pernak-pernik), cara merawat dan memelihara tanaman hias, memotong rambut, dan sebagainya. Selain dalam hal ketrampilan produksi, ketrampilan dalam hal pemasaran barang dan jasa-pun juga diajarkan kepada para anggota koperasi. Dengan demikian koperasi SBW ini dapat melahirkan dan miningkatkan tenaga kerja yang mumpuni dalam berwirausaha.

 

  • Koperasi SBW ini juga seringkali mengadakan bakti sosial untuk membantu menyelamatkan masyarakat miskin dari kelaparan dengan membantu memberikan sumbangan berupa makanan pokok. Setelah itu, bagi yang masih cukup muda serta memiliki keinginan untuk berwirausaha, masyarakat miskin tersebut ditawari untuk bergabung dalam koperasi SBW dan diberikan pinjaman modal serta pelatihan berwirausaha agar mereka mampu membuka lapangan kerja sendiri sehingga harapannya mereka bisa terlepas dari belenggu kemiskinan.

 

  • Selain dalam bidang simpan-pinjam dan pelatihan keterampilan, koperasi SBW juga telah berhasil membuka swalayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat khususnya bagi para anggota. Dengan dibangunnya swalayan, koperasi SBW juga telah berhasil menyerap banyak tenaga kerja untuk mengurusi usaha dari koperasi tersebut. Para anggota yang benar-benar tidak mempunyai kompetensi dalam berwirausaha atau memang tidak tertarik berwirausaha, mereka bisa bergabung menjadi karyawan SBW untuk mengurusi semua kegiatan usaha yang dimiliki oleh koperasi SBW selama kuota sebagai karyawan masih ada. Koperasi SBW sendiri saat ini memiliki 75 orang karyawan. Seiring perkembangan usaha yang dimiliki oleh koperasi SBW tersebut rencananya jumlah karyawannya juga akan ditambah. Dengan demikian koperasi SBW dapat dikatakan dapat menyerap banyak tenaga kerja.

 

  • Dalam hal pelaksanaanya, menurut informasi yang kami dapatkan koperasi SBW memang menerapkan UUD 1945 pasal 33 yang berbunyi, “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Kami bisa mengatakan hal tersebut karena dalam penerapannya, keputusan tertinggi mengenai kebijakan yang akan diberlakukan dalam koperasi SBW dipegang oleh hasil rapat anggota (hasil musyawarah bersama antar semua anggota koperasi), dan semua anggota memiliki memiliki suara yang sama (setiap satu orang memiliki satu suara, dan suara tersebut tidak bisa diwakilkan apabila ada anggota yang tidak dapat hadir). Jika kita menengok ke belakang, koperasi SBW ini dibangun atas solidaritas yang tinggi antar 35 ibu-ibu kelompok arisan yang memiliki komitmen dan idealisme yang sama yaitu ingin membentuk sebuah badan usaha yang berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan solisaritas dan rasa kekeluargaan yang tinggi mereka berkumpul dari rumah ke rumah anggota secara bergilir setiap bulannya, dan mereka juga sering mengadakan kumpul-kumpul bersama untuk membahas keinginan mereka. Akhirnya dengan semangat kebersamaan terciptalah koperasi SBW yang saat ini telah memiliki aset 4,9 milyar perbulan. Selain itu, dalam koperasi SBW laporan keuangan dan laporan pertanggung jawaban atas semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pengurus koperasi, dilaporkan secara transparan (terbuka) kepada semua anggota koperasi lewat laporan pertanggung jawaban yang biasanya disampaikan dalam rapat anggota. Kemudian selain rapat anggota, para pengurus koperasi dan juga terkadang diikuti oleh anggota koperasi melakukan kumpul-kumpul bareng layaknya keluarga yang biasanya membahas tentang peluang baru berwirausaha atau pengembangan baru dari wirausaha yang sudah ada demi meningkatkan perekonomian anggota koperasi khususnya dan masyarakat pada umumnya agar lebih baik. Kehangatan layaknya keluarga dalam koperasi ini juga terlihat dari solidaritas yang baik antar pengurus dan anggota, terkadang mereka makan-makan bareng sekenar ngerumpi, kemudian belajar nari bersama dengan membentuk kelompok tari, dan juga membentuk paduan suara koperasi SBW. Dengan alasan diatas maka koperasi SBW bisa dikatakan sesuai dengan asas kekeluargaan yang tercantum dalam UUD.

 

  • Kemudian koperasi SBW juga sesuai dengan UU No. 25 tahun 1992 pasal 5 yaitu:

 

1. Keanggotaanya bersifat sukarela

Siapapun yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART) koperasi SBW dapat menjadi anggota. Koperasi SBW tidak pernah memaksa siapapun untuk bergabung menjadi anggotanya. Mereka juga dapat dengan bebas keluar dari koperasi asalkan sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya yang telah disepakati. Dalam koperasi SBW ini juga tidak ada deskriminasi disetiap anggota, semua memiliki hak suara yang sama dan juga memiliki SHU yang sesuai dengan hak masing-masing anggota.

 

2. Pengelolaan bersifat demokratis

Sudah saya jelaskan diatas bahwa dalam pelaksanaan kegiatan koperasi SBY dilakukan secara demokratis sesuai dengan UUD 1945 pasal 33. Secara lebih rinci yaitu:

  • Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi.
  • Urusan kegiatan koperasi diselenggarakan oleh pengurus. 
  • Pengurus dipilih dari dan oleh anggota.
  • Pengurus mengangkat manajer dan karyawan atas persetujuan rapat anggota.
  • Kebijakan pengurus dikontrol oleh anggota melalui pengawas.
  • Laporan keuangan dan kegiatan koperasi lainnya terbuka dan tran-sparan.
  • Satu anggota satu hak suara.

 

3. Pembagian SHU menurut jasa

Pembagian SHU koperasi SBW didasarkan atas partisipasi anggota yaitu keaktifan setiap anggota dalam kegiatan usaha koperasi. Secara rinci Sebagai berikut:

  • Bagian SHU untuk anggota, dihitung secara sebanding (proporsional) berdasarkan transaksi dan penyertaan modal (simpanan pokok dan simpanan wajib) setiap anggota pada akhir tahun buku.
  • Transaksi anggota tercatat di koperasi.
  • Persentase SHU yang dibagikan kepada anggota ditentukan dalam rapat anggota.

 

4. Pemberian bunga atas modal dibatasi

Modal dalam koperasi SBW dipergunakan untuk kemanfaatan anggota, bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Karena itu, anggota memperoleh bunga yang terbatas terhadap modal. Bunganya tidak lebih dari suku bunga bank pemerintah yang lazim. Anggota memperoleh keuntungan dalam bentuk lain, seperti mengikuti pendidikan anggota dan dapat memperoleh produk dengan mudah, murah dan bermutu tinggi.

 

5. Kemandirian

Koperasi SBW bekerja dengan kekuatan sendiri dan tidak tergantung pada pihak lain misalnya pemerintah maupun perusahaan lain. Koperasi SBW memilikii Modal sendiri yang berasal dari anggota, Pengelolanya dilakukan sendiri, yaitu oleh pengurus yang dipilih dari dan oleh anggota, Koperasi SBW membuat AD dan ART-nya dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 secara mandiri.

 

..........  Dari informasi yang kami dapatkan diatas dapat kami simpulkan bahwa koperasi Setia Bhakti Wanita memiliki pengaruh yang besar terhadap sistem perekonomian di wilayah kota Surabaya dan sekitarnya, dan koperasi tersebut dilihat dari sudut pandang demokratis jelas merupakan bentuk koperasi yang dilaksanakan secara demokratis sesuai dengan UUD 1945 pasal 33. Namun disini kami tidak berani menyimpulkan bahwa semua koperasi secara keseluruhan di Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap sistem perekonomian di Indonesia dan kami juga tidak dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan semua koperasi di Indonesia dilaksanakan secara demokratis sesuai dengan UUD 1945 pasal 33. Hal tersebut dikarenakan kami belum melakukan penelitian terhadap koperasi-koperasi di Indonesia, dan kami juga pernah melihat sebuah koperasi yang kecil, dan sepertinya tidak membantu (atau sangat kecil sekali membantu) sistem perekonomian di suatu wilayah. Dengan kenyataan seperti itu, maka kami dapat menyimpulkan bahwa koperasi di indonesia ini ada yang memiliki pengaruh besar terhadap sistem perekonomian di Indonesia dan juga ada koperasi yang tidak berpengaruh (atau sangat kecil sekali pengaruhnya) terhadap sistem perekonomian di Indonesia.

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :