MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Memahami Sosiologi

diposting oleh alhada-fisip11 pada 21 March 2013
di Pengetahuan Akademik - 0 komentar

 

 

                Sosiologi sesungguhnya bukanlah semata-mata ilmu murni (pure science) yang hanya mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak demi usaha meningkatkan kualitas ilmu itu sendiri, namun sosiologi bisa juga menjadi ilmu terapan (aplied science) yang menyajikan cara-cara untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis atau masalah sosial yang perlu ditanggulangi. Seorang ahli sosiologi yag melakukan penelitian tentang budaya kemiskinan, perubahan sosial, kehidupan net generation, masyarakat informasi, konsumerisme, maka ilmuan tersebut boleh dikatakan ilmu ilmu sosiologi dalam konteks ilmu murni dengan mengembangkan dan menyusun teori-teori sosial yang kontekstual. Akan tetapi, kalau peneliti tersebut kemudian meneruskan dengan melakukan studi tentang bagaimana cara meningkatkan taraf hidup keluarga miskin, bagaimana mencegah agar proses perubahan sosial tidak melahirkan perilaku menyimpang, bagaimana mencegah budaya konsumerisme tidak semakin berkembang, dan lain sebagainya, maka dalam hal ini sosiologi menjadi ilmu terapan. Seorang sosiolog yang bekerja di tataran praktis, ia tidak sekedar meneliti masalah sosial untuk membangun proposisi dan mengembangkan teori, tetapi juga berusaha untuk melakukan perubahan dan pemberdayaan masyarakat yang menjadi subyek kajiannya.

                Sosiologi pada dasarnya bukan seperangkat doktrin yang kaku dan selalu menekan apa yang “seharusnya”terjadi, malainkan ia adalah semacam sudut pandang baru atau ilmu yang selalu mencoba “menelanjangi” realitas: mengungkap fakta-fakta yang tersembunyi dibalik realitas yang tampak. Beberapa ciri sosiologi yang inheren adalah pengekuannya yang rendah hati terhadap realitas dan sifatnya yang subyektif. Sosiologi selau tidak percaya terhadap apa yang tampak sekilas dan selalu mencoba menguak serta membongkar apa yang tersembunyi (laten) dibalik realitas nyata (manifest). Karena sosiologi berkeyakinan bahwa “dunia bukan sebagaimana tampaknya”, tetapi dunia yang sebenarnya baru bisa dipahami jika dikaji secara mendalam dan diinterpretasikan.

                Kekhususan sosiologi adalah bahwa perilaku manusia selalu dilihat dalam kaitannya dengan struktur-struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimiliki, dibagi, dan ditunjang bersama. Berbeda dengan matematika, misalnya, yang objeknya mudah dikenal dan sifatnya pasti yakni angka-angka, namun subjek kajian sosiologi paling sulit dimengerti dan diramalkan karena perilaku menusis merupakan persilangan antara individualitas dan sosialitas, keduanya saling mengisi dan meresapi.  Sosiologi mempelajari perilaku manusia dan meneliti kelompok yang dibangunnya. Kelompok ini mencangkup keluarga, suku, bangsa, komunitas dan pemerintahan, dan berbagai organisasi sosial, agama, politik, bisnis, dsb. Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal usul pertumbuhannya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotanya. Masyarakat, komunitas, keluarga, perubahan gaya hidup, struktur sosial, mobilitas sosial, gender, interaksi sosial, perubahan sosial, perlawanan sosial, konflik, integrasi sosial, dan sebagainya merupakan sebuah contoh yang memperlihatkan betapa luas kajian sosiologi.

                Sosiologi dengan demikian dapat dikatakan sebagai ilmu tersendiri, karena “ia” disiplin intelektual yang secara khusus, sistematis, dan terandalkan mengembangkan pengetahuan tentang hubungan sosial manusia pada umumnya dan tentang priduk dari hubungan tersebut. Dengan kata lain, sosiologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai angota masyarakat, tidak sebagai individu yang terlepas dari kehidupan masyarakat. Fokus bahasan sosiologi adalah interaksi manusia, yaitu pada pengaruh timbal balik diantara dua orang atau lebih dalam perasaan, sikap, dan tindakannya.

                Saat ini ada banyak definisi resmi mengenai sosiologi. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi, misalnya, mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan lapisan sosial. Adapun proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Singkat kata, sosiologi tidak hanya merupakan suatu kumpulan subdisiplin segala bidang kehidupan, melainkan merupakan suatu studi tentang masyarakat. Walaupun sebagai objek sosiologi sama dengan ilmu pengetahuan lainnya, tetapi sosiologi memandang kehidupan bermasyarakat dengan caranya sendiri. Seorang yang belajar sosiologi, bukan hanya akan mampu mengembangkan cara baru untuk memahami apa yang dilihat dan apa yang dia pikirkan tentang dunia di sekitarnya, tetapi seorang yang belajar sosiologi juga akan mampu memahami perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri.

 

 

  • Sumber: Suyanto, Bagong, 2013. Sosiologi Ekonomi Kapitalis dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modernisme. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :