MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Karakteristik Penelitian Kualitatif

diposting oleh alhada-fisip11 pada 14 March 2013
di Pengetahuan Akademik - 0 komentar

 

Dengan latar belakang teoritis penelitian kualitatif yang berakar dari paradigma interpretatif tersebut, maka penelitian kualitatif memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda dari penelitian kuantitatif. Perbedaan-perbedaan pokok penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif dapat terlihat dari:

 

1. Cara memandang sifat realitas sosial

Penelitian kualitatif menganggap realitas sosial itu bersifat ganda, realitas sosial merupakan hasil konstruksi pemikiran dan bersifat hilistik. Dipihak lain, penelitian kuantitatif memandang realitas sosial bersifat tunggal, konkret, dan teramati

 

2. Peraran nilai

Penelitian kualitatif menganggap bahwa proses penelitian tidak dapat dikatakan sebagai sepenuhnya “bebas nilai”. Di pihak lain, penelitian kuantitatif menganggap bahwa proses penelitian sepenuhnya “bebas nilai”.

 

3. Fleksibilitas dalam pengumpulan data

Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif tidak bersifat kaku tetapi selalu disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Demikian pula hubungan antara peneliti dan yang diteliti bersifat interaktif dan tidak dapat dipisahkan. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif prosedur pengumpulan data distandarisasi dan menganggap bahwa hubungan peneliti dengan yang diteliti adalah independen dan dapat dipisahkan.

 

Dengan demikian dipandang dari sudut pendekatan dan proses penelitiannya, penelitian kualitatif memiliki karakteristik khusus sebagai berikut:

 

  1. Bersifat induktif, yaitu mendasarkan pada prosedur logika yang berawal dari proposisi khusus sebagai hasil pengamatan dan berakhir pada suatu kesimpulan (pengetahuan baru) hipotesis yang bersifat umum. Dalam hal ini konsep-konsep, pengertian-pengertian dan pemahaman didasarkan pada pola-pola yang ditemui di dalam data.
  2. Melihat setting dan manusis sebagai suatu kesatuan, yaitu mempelajari manusia dalam konteks dan situasi di mana mereka berada. Oleh karena itu, menusia dan setting tidak dapat disederhanakan ke dalam variabel, tetapi dilihat sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan.
  3. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri (sudut pandang yang diteliti). Hal ini dilakukan dengan cara melakukan empati pada orang-orang yang diteliti dalam upaya memahami bagaimana mereka melihat berbagai hal dalam kehidupannnya.
  4. Lebih mementingkan proses penelitian dari pada hasil penelitian. Oleh karena itu, bukan pemahaman mutlak yang dicari, tetapi pemahaman mendalam tentang kehidupan sosial.
  5. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia empiris. Penelitian dirancang sedemikian rupa agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan apa yang dilakukan dan dikatakan yang diteliti.  Dalam hal ini data bukannya tidak akurat, tetapi prosedurnya yang tidak distandarisasi.
  6. Bersifat humanistis, yaitu memahami secara pribadi orang yang diteliti dan ikut mengalami apa yang dialami orang yang diteliti dalam kehidupannya sehari-hari.
  7. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia dianggap berharga dan penting untuk dipahami karena dianggap bersifat spesifik dan unik.

 

Sebagai metode dan prosedur, penelitian kualitatif dapat digunakan sebagai satu-satunya metode penelitian ataupun diterapkan sebagai metode penelitian yang melengkapi metode penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif diterapkan sebagai satu-satunya metode apabila:

  1. Topik penelitian merupakan hal yang sifatnya kompleks, sensitif, sukar diukur dengan angka, dan berhubungan erat dengan interaksi sosial dan proses sosial.
  2. Obyek dan sasaran penelitiannya bersifat mikro dan relatif sedikit jumlahnya
  3. Tujuan penelitiannya merupakan awal penelitian atau merupakan penelitian pendahulu

 

Sebaliknya, penelitian kualitatif dapat diterapkan sebagai metode penelitian yang melengkapi penelitian kuantitatif apabila:

  1. Peneliti ingin melakukan interpretasi yang lebih mendalam dari penelitian kuantitatif yang telah dilakukan
  2. Memerlukan suatu iluatrasi dari data dan hasil penelitian kuantitatif yang telah dilakukan
  3. Memerlukan penajaman dan pengkayaan analisis dari hasil penelitian kuantitatif.

 

Sekian dulu penjelasan mengenai karakteristik penelitian kualitatif, besok IngsyaAllah saya akan membahas tahap-tahan dalam penelitian kualitatif. Jadi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang penelitian kualitatif ikuti terus ya postingan dari saya. Terimakasih!

 

 

  • Sumber: Hendrarso, Emy Susanti. 2011. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :