MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

MAX WABER

diposting oleh alhada-fisip11 pada 19 November 2012
di Pengetahuan Akademik - 1 komentar

 

 

Max Waber, lahir di Erfurt, Thuringia, Jerman Timur pada tanggal 21 April 1864 sebagai anak sulung dari keluarga terpandang yang memberikan penilaian tinggi terhadap suatu pendidikan dan kebudayaan. Pendidikan lanjutannya di Universitas Heidelberg pada Fakultas Hukum namun perhatiannya terhadap bidang filsafat dan ekonomi membuatnya mengikuti kuliah-kuliah dalam bidang filsafat dan ekonomi tersebut secara teratur dan disiplin. Pada tahun 1883, Max memasuki pendidikan militer yang membuka kemungkinan untuk ia menjadi seorang perwira cadangan bagi mereka yang berpendidikan sarjana. Setelah menyelesaikan pendidikan militer ia tak kembali pada Universitas Heidelberg tetapi ia meneruskan studinya di Universitas Berlin, di sana ia mendapatkan ajaran-ajaran Gneist (pengetahuan masalah keparle- menan Inggris), Gierke (pemahaman terhadap sejarah hukum Jerman) dan Treitschke (mengenai permasalahan Nasionalisme). Setelah itu ia menetap sejenak di Gottingen.

 

      Pada tahun 1886, Max kembali ke Universitas Berlin guna menempuh ujian ilmu hukum yang sehingga dengan terpaksa ia harus menerima tugas untuk menempati suatu kedudukan di Pengadilan Pidana Berlin. Namun Max merasa pekerjaan tersebut membosankan sehingga ia memilih meneruskan studinya di bawah bimbingan Prof.Mommsen dan menulis disertasinya “A Contribution to the history of Medieval Business Organization” dengan melibatkanilmu hukum, ekonomi dan sejarah. Setelah itu ia meneruskan kegiatannya menganalisa sejarah agraris masyarakat Romawi dilihat dari sudut pandang perkembangan politik, ekonomi dan social yang tersaji dalamsebuah buku terbitan tahun 1891 untuk memenuhi persyaratan menjadi seorang dosen ilmu hukum di Universitas Berlin.

 

      Pada tahun 1892 Max menikahi Marianne Schnitger, bersamaan itu ia memulai memberikan kuliah –kuliah secara formal pada Universitas Berlin. Pada tahun 1894 Max mendapat tawaran menjadi seorang guru besar tetap pada Universitas Freiburg, tak lama kemudian diangkat menjadi guru besar ekonomi pada Universitas Heidelberg tempat dimana ia bisa menikmati kehidupan intelektualnya dengan penuh gairah. Namun Max mengalami kemerosotan mental yang sangat serius, sehingga seluruh kegiatannya terhenti selama hampir 4 tahun. Keadaanya mulai pulih pada tahun 1903 dan semenjak itu ia menekuni masalah metode-metode ilmu social.

 

      Pada tahun 1904 untuk pertama kalinya Max mengunjungi Amerika Serikat untuk mengikuti suatu kongres ilmu pengetahuan sedunia di kota St. Louis. Dalam tahun yang sama Max menerbitkan buku “The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism” yang menganalisa awal timbulnya kapitalisme dengan maksud agar diperoleh pemahaman mengenai pentingnya kapitalisme ekonomi maupun akibatnya pada tahap kontemporer.


Pada tahun 1907, Max mengundurkan diri dari kegiatan memberikan kuliah pada Universitas Heidelberg dan melanjutkan peranannya sebagai ilmuwan pribadi. Selama Perang Dunia Pertama berkecamuk, Max menjadi seorang administrator Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Jerman. Pada tahun 1918 ia menjadi konsultan pada Komisi Gencatan Senjata Jerman dan penasihat Komite Reformasi Konstitusional Jerman. Max Waber meninggal pada tahun 1920 dalam usia 56 tahun saat ajarannya mengenai pendidikan politik sudah mulai berkembang.

 

Teori Dan Gagasan

      Menurut Weber, perilaku manusia merupakan perilaku social yang harus mempunyai tujuan tertentu dan terwujud dengan jelas. Untuk menganalisa perilaku sosial tersebut Weber menciptakan tipe-tipe perilaku ideal sebagai pola yang biasa disebut “ideal typus” agar dapat membandingkannya dengan perilaku actual yang dimaksudkan sebagai ekspresi semua formulasi dan batasan konseptual dalam sosiologi. Pengartian tipe ideal dirumuskan dengan cara memberikan tekanan sepihak serta intensifikasi terhadap satu atau beberapa aspek suatu peristiwa yang mencerminkan struktur mental yang seragam.


Weber menekankan bahwa tipenya itu harus merupakan suatu kemungkinan yang kuat dengan minimal harus mendekati kebenaran empiris. Tipe ideal juga bersifat deskriptif murni dan tidak boleh disalahgunakan untuk menjelaskan data yang diungkapkannya. Tipe ideal merupakan suatu sarana untuk menyusun klasifikasi yang berguna untuk mengatur kategori-kategori secara sistematis dari semua hasil pengamatanyang pernah dilakukan. Selain itu,bentuk perilaku social yang terpenting adalah perilaku social yang timbal balik (resiprokal) yang tercermin dalam pengantian hubungan social sebagai tema sentral sosiologi.

 

      Suatu hubungan social ada apabila para individu secara mutual mendasarkan perilakunya pada perilaku yang diharapkan pihak-pihak lain. Beberapa tipe hubungan social diantaranya:

 

Perjuangan, suatu bentuk hubungan social yang menyangkut perilaku individu sedemikian rupa sehingga salah satu pihak memaksakan kehendaknya terhadap perlawanan pihak lain.

Komunalisasi, hubungan social yang didasarkan pada perasaan subyektif baik bersifat emosional , tradisional maupun kedua-duanya.


Agregasi, hubungan social keserasian dan kecocokan motivasi rasional atau keseimbangan berbagai kepentingan.

Kelompok Korporasi, hubungan social yang berkaitan dengan wewenang yang dilandaskan pada kegiatan seorang pemimpin dan suatu staf administrasinya.


Keempat hubungan social tersebut mungkin terbuka ataupun tertutup tergantung pada dasar peran sertanya, yakni sukarela atau paksaan.


Selain Ideal typus, Max Waber juga terkenal dengan Method of understanding yang menghasilkan dua cara untuk mendapatkan pemahaman dan dua jenis pemahaman yang harus diperhitungkan. Suatu perilaku dapat dipahami secara intelektual bila perilaku tersebut rational, tergantung pola perilaku yang terwujud dengan cara yang dianggap logis yang sesuai dengan urutan perilaku yang dapat diduga. Dan suatu perilaku juga bisa dipahami dengan menggunakan perasaan bila perilaku tersebut bersifat irrational dengan jalan memproyeksikan diri sendiri ke dalam situasi irasional tersebut.

 

 

Refrensi: 

  • http://nilaieka.blogspot.com/2009/04/biografi-max-weber.html
  • Sukanto, Suryono. Mengenal Tujuh Tokoh Sosiologi. 2002. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta
  • Sukanto, Suryono. Sosiologi Suatu Pengantar. 1994. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta

 

1 Komentar

CRAIVQajZqrHERotsSj

pada : 16 January 2013


"karena saya sebelumnya udah punya peraonsl webpage yang ada di geocities, sejak tahun 1998. isinya ttg diri dan review2 komik dan anime yang saya suka baca dan tonton :) dan web itu terus dikembangkan dan dikembangkan.. hingga..trus agustus tahun 2002 itu nemu sesuatu yang bernama blog di blogger.com, karena mencari2 cara efektif bagaimana mengupdate web tidak harus mengupload seluruh index.html pake FTP :Dhahahah.. yaaa gitu deh.. kalo mo diteruskan bisa2 jadi satu postingan di komen ini :))"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :