MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Kisah Dari Curhatan Adikku Yang Sangat Mengesankan

diposting oleh alhada-fisip11 pada 17 November 2012
di Pengalaman Pribadi - 0 komentar

 

  • PART 1

 

Waktu itu, aku dan 3 temanku mengikuti lomba siswa prestasi se-Kecamatan untuk mengawikili sekolah. Yang kebetulan lomba ini diadakan di sekolahku. Dan kebetulan juga waktu tes, kita berada di satu ruangan. 3 temanku itu memang bersahabat mulai dulu. Namanya Chika, Pita, dan Anis. Mereka berdiskusi waktu mengerjakan soal tes itu. Waktu itu aku kesulitan sekitar 3 nomer. Aku mencoba bertanya kepada mereka. Tapi jawaban mereka malah “Kerjain ndiri dong. Ini kan tes”. Waktu itu aku anaknya masi pemalu dan pendiam. Sebenarnya aku ingin menjawab “Tapi kok kalian bertiga diskusi dari tadi”, tapi karena aku tidak berani untuk mengatakan itu, aku hanya diam saja dan memikirkan nomer yang menurutku sulit itu tadi

 

Bel berbunyi, ini menandakan waktu kurang 5 menit. Anak dari sekolah lain yang berada di lantai dua sudah pada turun. Salah satu anak dari SD Katolik Yos Sudarso menengok ke kelasku. Aku melihatnya. Dia langsung pergi. Aku hanya tersenyum sendiri. Aku gak tau apa yang harus aku lakukan dengan ketiga soal itu. Akhirnya aku ngawur jawaban deh

 

Bel pun berbunyi lagi, ini bertanda waktu sudah habis. Aku pun keluar ruangan sendiri, sedangkan ketiga temanku itu keluar bersama sambil bercanda. Aku sebenarnya iri melihatnya. Aku ingin seperti mereka. Tapi karena aku pemalu, aku gak berani terlalu bergaul dengan orang lain. Aku seperti ini karena kebiasaanku dari kecil. Aku gak pernah keluar rumah, kalau keluar aku selalu di anterin sama mama papa. Jadi aku gak bisa bergaul dengan bebas. Ini menyebabkan aku menjadi seorang pemalu kepada orang lain. Aku senang menyendiri waktu itu

 

…Setelah keluar ruangan, aku langsung pulang karena sudah dijemput sama mama

 

  • PART 2

 

Dua minggu setelah lomba siswa prestasi, hasil lombanya pun keluar. Aku sangat deg deg an untuk melihatnya. Aku berlari menuju mading umum sekolahku bersama ketiga temanku itu. Lomba ini diambil 36 besar untuk dibina. Chika dapet juara satu, Anis juara tiga, Pita juara tujuh, dan aku juara sebelas. Aku sedih melihat hasil itu

 

Sepulang sekolah, aku memberi tau hasil lomba itu ke mama papa. Kata mereka, “Udah gakpapa, terima aja. Itu hasil kamu sendiri kan? Kamu harus sadar diri, berarti kamu kurang perjuangan lagi. Tuhan masi memberi kesempatan untuk kamu membuktikan di pembinaan ini. Kamu harus bisa membuktikan kalo kamu pantas mewakili kecamatan ini ke tingkat kabupaten untuk siswa prestasi dan olimpiade matematika atau biologi. Semangat ! Oke?”. Aku tersenyum dan langsung menuju kamarku untuk istirahat

 

Dua hari setelah pengumuman ini, guruku memberi tauku kalo pembinaan mulai dilaksanakan besok. Pembinaan ini dilakukan tiap sore hari

 

Keesokan harinya waktu pembinaan pertama dimulai, aku bingung harus duduk dengan siapa. Chika duduk dengan Pita, Anis duduk dengan teman barunya. Tidak sengaja aku melihat anak yang pernah menengok ruanganku waktu ujian itu duduk sendiri. Aku memberanikan diri untuk bertanya kepadanya “Aku boleh duduk di sini gak?”. Dia pun menganggukkan kepalanya. Aku tersenyum dan duduk di sampingnya. Tiba-tiba dia bertanya padaku

 

Dessy :   “Nama kamu siapa?”

Aku    :   “Aku Nike. Kamu?”

Dessy :   “Aku Dessy. Tapi bukan Dessy Duck yang di Donald Duck itu lo ya..”

(Sampai sekarang aku masih ingat kata-kata dia yang ini)

Aku    :   “Oh. Dari SDK Yos ya?”

Dessy :   “Iya, kok tau? Kamu?”

Aku    :   “Tau dari baju kamu. Aku dari SD yang kita tempatin ini, SD 7”

Dessy :   “Oh..”

 

Setelah bercakap-cakap sebentar, guru pembinanya pun memasuki kelas. Hari itu kita belajar matematika. Gurunya memperkenalkan diri, namanya Bu Katemi. Awalnya aku tertawa di dalam hati karena namanya. Tapi lama-lama aku tau sih itu salah. Dia guruku dan memberi ilmu ke aku, gak sepantasnya aku ngetawain dia.

 

Pada hari pertama itu, Bu Katemi memberi soal-soal kepada kita untuk mengukur seberapa kemampuan kita untuk mengerjakan soal itu. Aku rasa ini soal yang menyenangkan, karena pada dasarnya aku suka matematika. Soal itu berjumlah 15. Sewaktu aku masih mengerjakan soal nomer 13, Dessy berdiri dari bangkunya dan mengumpulkan pekerjaannya. Aku salut banget sama dia. Di dalam hati aku berkata, “Anak itu canggihnya..”. Tidak lama kemudian, aku mengumpulkan hasil pekerjaanku juga. Setelah dibagi, si Dessy betul semua, sedangkan aku salah satu. WAW ! Dessy hebat banget

 

  • PART 3

 

Dua minggu kemudian, aku baru bisa melihat wajah asli semua temen pembinaanku. Mereka gokil-gokil, lucu-lucu, pinter-pinter pula. Hari itu, aku  belajar IPA. Gurunya lucu, namanya Pak Eko. Aku seneng banget diajarin orang ini. Emang sih orangnya udah tua, tapi nyenengin banget. Sampai sekarang aku masi contact sama orang ini. Biasanya sih kalau Idul Fitri, aku pergi ke rumahnya. Setelah dia memperkenalkan diri, dia langsung menerangkan tentang katrol. Setiap dia mengajar, dia selalu membawa alat peraga. Waktu itu, dia menunjuk Yusron untuk maju kedepan, untuk mencoba katrol itu. Sewaktu Yusron berdiri, Bobby, anak yang berada di sebelah Yusron pun berdiri dan mendahului Yusron untuk maju ke depan. Pak Eko, Yusron, dan temen-temen bingung tuh..

 

Pak Eko        :         “Ngapain kamu berdiri?”

Bobby           :         “Katanya saya disuruh ke depan, Pak”

Pak Eko        :         “Bukan kamu yang bapak tunjuk, tapi Yusron”

Bobby           :         “Lo, Pak? Kok bukan saya?”

 

Bobby menahan malu dan berlagak bingung gitu. Aku dan temen-temen menertawakan Bobby yang ke-GR an itu. Di dalam hatiku berkata, “Ih anak ini GR banget sih. Haha sukurin kamu di ketawain. Gayanya sok yes banget sih”

 

Temenku lucu-lucu loh.. yang namanya Yusron tuh sukak bergantung di pohon kalo istirahat, makanya dinamain ‘Koala’. Yang namanya Gigih tuh dinamain manusia pager. Abis, dia sukaknya berdiri mulu di deketnya pager. Kalo si Condro nih, sukaknya di jelek-jelekin sama temen-temen karena kulitnya itu hitam banget. Eh tapi jangan salah, tapi dia itu lucu kok, pinter pula. Dia beda banget loh sama kakaknya. Kakaknya tuh cantik. Kok bisa ya beda 180 derajat gitu. Hehe *peace ndrooo..

 

Pembinaan ini dilakukan selama hampir setaun. Jadi kita udah lumayan akrab sih, ada juga yang uda kayak sodara sendiri..

 

  • PART 4

 

Gak terasa, sekarang waktunya penentuan 10 besar nih. Di ambil 5 orang grup IPA dan 5 orang grup matematika. Tesnya ketat banget. Jarak duduk tiap anak itu sekitar 6 bangku kuliahan itu. Aku yakin banget kalau aku bakal masuk di grup IPA. Karena aku rasa aku mampu. Hasilnya langsung diumumin di tempat sekitar satu jam setelah pelaksanaan tes. Sambil menunggu pengumuman, aku duduk-duduk sama Dessy, Pita, Anis, Chika, dll. Kita becanda bareng

 

Anis    :   “Kemaren aku abis makan bebek. Sapa pengen?”

Aku    :   “Aku jugak loh..”

Chika  :   “A aaa.. aku sukak bebek loh. Jangan ngomongin bebek deh, aku jadi kepingin loh.. Ah kalian..”

Aku    :   “Enak loh Cha.. Rasa bebeknya itu gimanaaaa gitu..”

Anis    :   “Iya loh, enak pol. Ah jadi pengen lagi. Rasanya masi ada di lidah”

Chika  :   “Kok jahat siiih.. aku jadi pengen loh. Udah deh jangan ngomong itu lagi”

 

Semua pada menggoda si Chika. Waktu kita sudah tidak bercanda lagi, Dessy meninggalkan tempat duduk untuk membuang sampah. Waktu itu Anis berkata “Baunya apasih kalo ada Dessy kok kayak gak enak gitu? Minyak kayu putih ta?”. Dengan tidak sengaja Dessy mendengar suara Anis. Dia marah dan berkata, “Emang kenapa kalo aku bau minyak? Emang aku kebiasaan pakek minyak kayu putih”. Anis menjawab “Oh..”

Ya biasa, anak umur segitu mudah tersinggung ^^

Waktu itu aku bertanya ke Pita, “Tit, kamu yakin masuk?”. Dia jawab, “Yakin banget..”

 

 

Tidak terasa, sudah sejam kita menunggu pengumuman tiba. Waktu diumumin, aku deg deg an banget. Yang diumumin pertama itu grup IPA. Dan… aku pun gak disebut sampai nomer yang kelima. Waktu itu aku udah sedih banget dan gak ada harapan.

 

Dan sekarang waktunya diumumin yang grup matematika. Dan ternyata.. aku masuk di dalam grup matematika. Memang terkadang kenyataan tidak seperti apa yang kita harapkan, tapi Tuhan selalu memberikan yang terbaik buat kita. Chika dan Anis masuk grup IPA. Sebenernya Anis kepengen masuk grup matematika, tapi dia sama kayak aku, Tuhan berkata lain. Sedangkan aku dan Dessy sama-sama masuk grup matematika. Dan Pita, Tuhan belum mengijinkannya buat mengikuti lomba siswa prestasi ke babak yang lebih tinggi. Jelas dia sedih banget. Di sini, kita bisa mengambil hikmah bahwa ‘Optimis sih boleh, tapi jangan terlalu optimis. Karena jika kita terlalu optimis, itu bisa jadi boomerang bagi kita’.

 

 

  • PART 5

 

Karena aku dan Dessy sama-sama masuk grup matematika, aku jadi bisa mengenalnya lebih jauh. Waktu pertama aku kenal sama dia, aku melihat banyak kesamaan antara aku dengannya. Aku denger, dia itu judes, dll. Tapi menurutku gak juga. Emang sih kadang aku liat dia agak gimana gitu. Tapi dia nyenengin juga kok. Aku seneng berteman sama dia. Aku sering diceritain sama dia. Dari dia juga, aku belajar berkomunikasi dengan orang lain. Mulai dari situ, lambat laun aku mulai berani bergaul bebas dengan temen-temen di sekitarku

 

Dessy berulang tahun tanggal 28 Desember, hari itu berdekatan dengan hari natal dan tahun baru. Jadi, aku gak bisa ngasih ucapan selamat ulang tahun langsung ke dia waktu hari itu. Meskipun begitu, aku selalu menemuinya dan memberinya kado sebelum atau pun sesudah tanggal itu. Aku punya kebahagiaan tersendiri kalo ngucapin ulang tahun dan ngasih kado ke dia. Gak tau tuh kenapa

 

….

 

Pada suatu waktu, si Felly, dia pulang sekolah ke rumah si Amel. Kebetulan di situ ada aku. Si Felly itu dulu rumahnya deket sama rumahku. Tapi, sekarang dia sudah pindah rumah, jadi jauh. Di situ, aku cerita-cerita sama dia. Dan gak tau kenapa tiba-tiba nyambung ke Dessy. Terus aku bilang kalau aku kenal sama dia. Dia kaget dan dia bilang, “Loh? Kok kakak kenal sama Ce Dessy?”. Aku jawab, “Ya kan dia temen aku Fan..”. Ternyata dunia itu sempit #baru nyadar. Terus dia juga cerita-cerita tentang Clarabelle. Padahal, Clarabelle itu juga pernah diceritain sama si Dessy. Yah, dunia sempit lagi. Dan Felly juga pernah curhat kalo sukak sama cowok namanya Gilang. Eh si Dessy juga pernah bilang gitu. Terus, si Felly ngenalin aku sama si Gilang. Gilang itu anak pindahan dari Jakarta. Dia setaun lebih tua dariku. Eh gak taunya, aku sampek sekarang masih contact sama dia. Aku sebenernya juga sukak sih sama dia. Tapi aku malu buat ngomongin itu. Kalo diitung sih udah 2 tahun aku sukak dia. Meskipun aku udah punya temen deket lain, tapi gak tau kenapa gak bisa lupa sama si Gilang

 

Pada suatu hari waktu Gilang masih ada hubungan sama si Clarabelle, aku kan sering tuh smsan sama si Gilang, Clarabelle ngira aku ngrebut Gilang dari dia. Padahala aku gak ada niat untuk itu. Clarabelle juga cerita ke Dessy. Waktu itu, semua nyalahin aku. Dessy pun juga cerita ke si Felly. Dia juga jadi gasuka sama aku. Aku gatau apa yang harus aku lakuin waktu itu. Akhirnya aku berjanji buat gak contactlagi sama si Gilang. Asalkan Dessy gak marah lagi sama aku. Aku lost contact selama setaun-an

 

  • PART 6

 

Dalam setaun aku lost contact sama Gilang, aku ngrasa sakiiiiit banget. Sampek pada saat aku uda bisa move on dari Gilang, aku punya temen deket anak Surabaya. Masa perkenalan kita hanya 3 hari. Aku rasa dia mirip sih sama si Gilang. Hari ke 3 itu, dia nembak aku. Aku bingung harus jawab apa. Akhirnya aku cerita ke mama. Mama hanya tertawa. Dia berkata “Jangan deh. Gak enak loh kalo jarak jauh. Apalagi dengan masa perkenalan yang cukup pendek”. Tapi aku ngotot dan memohon ke mama. Akhirnya mama ngebolehin aku nrima dia. Yauda deh aku trima. Selama dua bulan aku ngejalanin hubungan konyol itu. Aku hanya bisa sms dan telfon. Aku awalnya berfikir bahwa sukak gak pandang jarak. Tapi ternyata, aku jugak gak betah. Karena ternyata, dia itu PLAYBOY. Aku dapet banyak cerita dari temen-temennya dan cari info tentang dia. Aku sama si Johan, temen deket aku itu, sering banget berantem. Sampek-sampek, 2 bulan itu aku ngrasa kayak setaun. Bahkan lebih.

 

Aku nyesel banget gak nurut apa kata mama. Dari sini aku dapet hikmah, bahwa gak setiap yang kita pikirkan itu benar dan setiap omongan orang tua, apalagi mama, harus kita perhatiin

 

…..

 

Setelah 5 bulan aku lost contact sama Johan, Gilang ngontact aku. Dan waktu itu aku bener-bener lupa akan janji yang pernah aku katakan sama dia. Aku bales terus sms-sms dia. Bahkan, aku sempet ketemuan sama dia. Tau gak, aku cuman sekali ketemu langsung dengan jarak dekat dan jelas ! Tapi gak tau kenapa aku bisa ada perasaan sama dia. Sms dia ke aku itu kayak ngasih harapan ke aku. Meskipun aku tau kalo dia cuman anggep aku sebagai adiknya karena dia pernah bilang “Kamu udah aku anggep adik kandungku sendiri”. Mungkin karena rasa sukaku ke dia muncul lagi dan mengingatkanku pada masa lalu, aku anggep dia ngasih harapan ke aku. Konyol sih !

 

Tiap malem sebelum mau tidur, dia sering banget sms aku “Nice dream, I love you” ; “Nan neol saranghae” ; “Ich liebe dich” ; “wo lian ai ni” ; dan lain lain yang artinya sama. Yaitu, AKU CINTA KAMU. Itu membuat aku semakin berharap

 

Waktu beberapa minggu kemudian, aku mencoba untuk mengungkapkan rasaku ke dia yang pernah ada mulai ada sejak dulu dan sekarang kembali lagi. Dia jugak bilang “Aku jugak sukak sama kamu”. Kata-katanya selalu aku inget. Dan kadang aku selalu menangis ketika mengingat kata-kata itu. Aku sering mencoba untuk perhatian ke dia, dia menjawab perhatianku dengan kata-kata lembut. Aku kira, ini biasa dibilang temen deket. Dan pada suatu hari, ada saudara dia yang mengusili aku lewat FB. Namanya Yogie. Pertamanya aku ingin baik ke dia. Tapi tiba-tiba dia minta nomer hp ku. Aku gak sukak dengan ini. Karena aku pikir, itu pelecehan bagiku. ‘Emangnya Aku Cewek Murahan’ ?! Itu yang ada dalam pikiranku. Aku gak berani bales inbox nya dia. Terus aku coba tanyakan tentang anak itu ke Gilang. Kata Gilang anak itu sukak godain cewek-ceweknya Gilang. Setiap Gilang punya cewek, pasti digodain sama dia. Karena harapanku itu udah dalem banget, aku pikir Gilang anggep aku ceweknya. Aku tau betapa bodohnya aku. Dan Gilang bilang ke aku suruh bales Yogie gini, “Maaf sama Gilang gak boleh ngasik nomer ke siapa-siapa. Dia gak mau aku punyak temen smsan cowok lain”. Dan Gilang jugak sempet bilang “Bilang aja aku pacarmu”. Aku nge-fly banget waktu itu. Aku udah berpikiran kalo Gilang itu bener-bener nganggep aku ceweknya. Sungguh bodoh akunya !

 

Semingguan setelah itu, aku liat dinding fb dia. Ternyata dia sukak anak lain dan dia itu masih sukak Clarabelle. Aku dapet info dari adik kelasnya. Rasa nya sakiiiiit banget. Ini kedua kalinya aku dikecewain. Setelah itu, aku langsung buat status yang galau tentang patah hati. Dan sepertinya, Gilang tau dengan statusku itu. Mulai detik itu, sms aku selalu dibales singkat, bahkan sering gak dibales. Dia gapernah sms lagi kayak sebelumnya. Padahal sebelumnya, dia selalu sms aku duluan. Aku selalu nunggu smsnya tiap hari tapi gak nongol jugak. Ya udah deh aku mulai nyerah. Aku ngrasa udah sakiiiit banget. Apalagi aku inget dengan janji dia yang intinya “Aku gak butuh aja kok sama kamu” “Aku akan nglindungin kamu”, dll. Itu buat aku tambah jatuh dan rasanya sakiiit banget. Aku gak tau harus ngungkapin ke siapa perasaan ini. Aku gak bisa cerita bebas ke siapa-siapa. Karena menurutku, belum ada sahabat yang bener-bener sahabat buat aku di hidupku sementara ini. Kau serasa hidup sendirian di dunia ini waktu itu. Aku down, aku sedih, aku jadi gak konsen, dll. Bahkan aku sempet berpikir kalo aku harus tetep kuat dan selalu menunggunya. Tapi itu buat aku tambah ngrasa lebih sakit

 

Aku malu dengan diriku sendiri karena aku pernah berpikir Gilang menganggapku ceweknya. Ternyata itu hanya hanyalanku. Aku sempat pura-pura curhat ke Gilang dan bercerita kalau aku sukak sama adik kelasku dan bla bla bla bla. Cerita itu aku buat agar Gilang tidak mengira lagi kalau statusku itu untuk dia dan dia mau membalas sms-smsku lagi. Ternyata usahaku sia-sia. Dia malah menjauh dan aku lebih sering lagi melihat nama CLARABELLE di dinding fb nya. Mungkin caraku salah. Dan aku… MENYERAH untuk yang pertama kalinya

 

…..

 

Aku agak bisa melupakannya waktu aku gunakan untuk have fun bareng temen-temen, saudara-saudara, dan orang tuaku. Meskipun terkadang kalau aku sendiri, sering banget ingat lagi tentang Gilang. Apalagi kalau aku liat status dia muncul dia berandaku dan dikomennya bertuliskan nama CLARABELLE. Itu sangat menusukku

 

Mulai kejadian itu, aku jadi males sama yang namanya makhluk cowok. Aku gak berani lagi percaya sama mereka. Meskipun sahabatku sendiri banyak yang cowok, aku jadi kurang bias percaya dengan ucapannya.

 

Aku menyerah lagi untuk yang terakhir ! Aku gak akan ngejar lagi yang namanya cinta. Hari indah yang aku lalui itu cuman sementara. Dan semua itu berakhir dengan kepedihan. Itu semua rasanya sakit. Tapi aku mencoba tetap untuk kuat. Aku akan pusatkan pikiranku ke pelajaran. Tapi itu sungguh sulit untukku. Karena, dalam masa SMP ku ini, Tuhan memberikan aku banyak prestasi dan karena Tuhan aku bisa selalu ranking satu. Dan penyebab salah satu dari itu adalah, ada cinta di dalam hatiku. Walaupun hanya sekedar cinta monyet. Karena itu salah satu penyemangatku. Sekarang aku tidak dapat merasakan hal itu lagi untuk sementara ini. Meskipun hanya satu penyemangat yang hilang, itu sangat berarti bagiku. Aku hanya bisa meninggalkan pesan dan puisi untuknya

 

PESANKU :

Makasih, karena kamu, aku bisa merasakan hal yang yang luar biasa yang belum pernah aku temui sebelumnya. Makasih karena telah memberiku kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku waktu itu. Nice to know you

 

PUISIKU :

Hari ini..

Tak seindah hari lalu

Hari yang slalu bersahabat

Hari yang slalu mencerahkan

Memberi inspirasi untuk maju

         Hari ini..

         Menjadi hari petang

         Kehilangan sesuatu yang sangat berharga

         Yang memberi banyak pengalaman

         Untuk mendewasakan diri

Ku sendiri

Ku kehilangan

Hanya waktu yang terus berputar

Menunggu waktu yang tepat

Untuk membiarkan hal itu tumbuh lagi

         Terima kasih

         Terima kasih atas kesempatan

         Untul mengenalmu

         Untuk bisa memahami orang lain

         Untuk bisa melihat dunia ini nyata

         Bukan hanya khayalan

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :