MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Belajar Dari Semut

diposting oleh alhada-fisip11 pada 16 November 2012
di Umum - 2 komentar

 

Belajar dari filosofi semut

 
meskipun kecil mampu mengangkat benda yang lebih besar. Membaangun rumah yang begitu indah dan kokoh meskipun tanpa arsitek. Selalu bekerjasama, tidak menjadikan perbedaan sebagai hambatan, tetapi menjadikan perbedaan sebagai pelengkap. Mengorbankan diri untuk melindungi kepentingan yang lebih besar dengan perhitungan yang matang.

Semut selalu bekerjasama


Coba kita perhatikan cara kerja semut, mulai dari mengangkat secuil roti sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama. Secuil roti yang cukup berat bagi semut, diangkat beramai-ramai ke sarang mereka. Begitu seterusnya hingga makanan yang mereka angkut tersebut dirasa sudah mencukupi kebutuhan makan mereka. Kemudian mereka akan menyantapnya pula bersama-sama. Kerjasama dan kekompakan para semut bisa kita jadikan teladan. Misalnya, saat rekan kerja kita kesulitan, apa salahnya kita membantu. Toh hasilnya bukan untuk kepentingan pribadi namun demi kepentingan kelompok atau bersama.

Semut saling peduli

Kebiasaan semut yang saling bersentuhan (mungkin dalam bangsa manusia, menegur/menyapa atau bersalaman) jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara mereka. Dalam dunia kerja, sentuhan yang berarti 'care' sesama rekan kerja memberi arti tersendiri bagi terjalinnya hubungan yang harmonis di lingkungan kerja. Bayangkan, apa jadinya jika di lingkungan kerja Anda, sudah tidak saling peduli? Sangat menyiksa bukan..? Jadi, sikap ini dapat ditumbuhkan untuk menjaga kekompakan dan menumbuhkan iklim kerja yang kondusif.

Semut tidak pernah menyerah. 

Bila kita menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah para semut, mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan kita sendiri.

Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin.

Ini adalah cara pandang yang penting. Kita tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas kita harus memikirkan tentang halilintar. Kita seharusnya memikirkan badai sewaktu kita menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke depan, seperti halnya 'sedia payung sebelum hujan'. 

Subhanallah,,,

2 Komentar

MlFEjOVei

pada : 16 January 2013


"cukup menarik nih, bisa dciboa tuh, daripada hanya baca status-status facebook yang aneh-aneh itu, lebih baik cari duit lewat blog ya, thanks daeng Amril kayaknya saya harus banyak belajar nih dari senior-senior di angging mammiri, :) ajar nah cess, nanti bagi-bagi rejekinya hihihihi.."


Lesli

pada : 08 November 2015


"Thank you for sharing your info. I truly appreciate your efforts and I am waiting for your next write ups thank you once
again.
http://pilihbaik.blogspot.co.id"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :