MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Perbuatan Yang Dapat Memasukkan Seseorang Ke Dalam Syurga

diposting oleh alhada-fisip11 pada 14 November 2012
di Islamiah - 2 komentar

Bismillahir rahmaanir rahiim

 
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزّ َكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ- يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ
أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . (رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح



Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Perhatian shahabat yang sangat besar untuk melakukan amal yang dapat memasukkan mereka ke surga.
2. Amal perbuatan merupakan sebab masuk surga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam “Tidak masuk surga setiap kalian dengan amalnya ”. Makna hadits tersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke surga selama Allah belum menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya.
3. Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajibannya adalah sebab masuknya seseorang ke dalam surga.
4. Shalat sunnah setelah shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah ta’ala kepada hambanya.
5. Bahaya lisan dan perbuatannya akan dibalas dan bahwa dia dan mencampakkan seseorang ke neraka karena ucapannya

 

2 Komentar

mVRZHqkikC

pada : 15 January 2013


"Untuk mendapatkan jrnual korosi, anda dapat menghubungi yayasan Obor sebagai distributor kami. Dan untuk perkumpulan silahkan anda menghubungi dewan redaksi atau Pusat Penelitian Metalurgi untuk tindak lanjutnya, terimakasih."


aAwgrNRQCYTbB

pada : 16 January 2013


"Ayat-ayat yang menjelaskan orang Islam akan masuk surga, ada, bayank. Meskipun tingkatan mereka tidak taqwa seratus persen. Contohnya QS. 2 : 62. Contoh lainnya, dalam QS. al-Waqi'ah [56] disebutkan ada dua golongan yang masuk surga, ashabul yamin dan al-muqarrabun. Penjelasannya ya ada di hadits Nabi saw. Di antaranya ada dalam hadits yang dibahas di atas. Hal ini sungguh sangat jelas untuk dipahami, kecuali bagi orang yang terlalu berburu-buru menyimpulkan berdasarkan ilmunya yang dangkal. Ciri ilmu yang dangkal itu tidak mengakui otoritas ilmu para ulama. Ibarat seorang mahasiswa yang membuat skripsi tetapi tidak mau menggunakan teori yang sudah baku dari para pakarnya. Dijamin, skripsinya tidak bakal lulus, sebab dia sudah sok tahu, dan tidak ilmiah.Permasalahan diskusi kita kembali pada kedudukan otoritas Nabi saw . Jika anda beriman kepada Nabi saw, maka anda juga harus mengakui otoritasnya. Di dalam berbagai ayat disebutkan (contoh QS. 59 : 7 dan ayat-ayat yang menyruh kita taat sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya) bahwa Nabi saw punya otoritas untuk menjelaskan, menambah pengertian dan hukum baru, sebab itu tidak mungkin dibuat Nabi saw dari hawa nafsunya, itu juga wahyu (QS. 53 : 3-4, juga ayat-ayat yang menjelaskan Nabi saw menerima kitab dan hikmah. Hikmah itu wahyu juga). Kalau Nabi saw menyampaikan sesuatu yang menurut anda bertentangan dengan al-Qur`an, ya itu menurut anda saja, sebab menurut para ulama, shahabat, tabi'in, itu tidak bertentangan, hanya menambah informasi saja, bahwa masuk surga itu bukan dengan amal saja, tetapi juga dengan rahmat Allah swt. Bukan dengan rahmat Allah swt saja, tapi juga dengan amal. Ini adalah permasalahan yang terlalu jelas untuk ditolak. Jadi aneh kalau masih dipandang bertentangan. Mungkin anda harus baca lagi baik-baik penjelasan dari para ulama yang otoritatif di atas. Agar anda tidak syirik kepada pendapat anda pribadi, syirik kepada hawa nafsu anda pribadi.Anda harus bisa membedakan antara ilmu dan hawa nafsu. Orang yang menolak ilmu disebut oleh Allah swt sebagai orang bodoh. Jadi anda terlalu tidak bijak jika ada orang yang mengikuti ilmu (di antaranya menilai bahwa Shahih BUkhari dan Muslim haditsnya shahih, termasuk hadit di atas, dan tidak ada yang bertentangan dengan al-Qur`an) tapi anda sebut mengikuti orang. Ilmu itu memang ada pada orang. Sebaiknya anda belajar lagi apa itu ilmu. Khususnya apa ilmu hadits.Semua asumsi anda yang menyebutkan bahwa hadits harus terbukti shahih jika ada tanda tangan, itu logika anda. Bukankah tanda tangan juga bisa dipalsukan. Bagaimana caranya (kalau memang ada tanda tangannya) bahwa tanda tangan yang sampai kepada kita itu tanda tangan Bukhari. Ya sulit juga lah. Sudah benar bahwa keshahihan suatu hadits itu ditentukan oleh kecerdasan dan integritas yang anda sebut: TAQWA. Jika anda menolak keshahihan suatu hadits yang jelas-jelas shahih, sama artinya anda menuduh dusta kepada orang-orang yang bertaqwa lagi teruji kecerdasannya. Anda tidak perlu bertanya lagi bagaimana membuktikan ketaqwaan dan kecerdasannya. Pelajari saja ilmu hadits dengan benar. Kalau anda betul-betul terdesak, datangi saya, nanti saya tunjukkan tempat-tempat yang bisa membuat anda menghargai ilmu hadits.Dari sejak awal memang tidak ada yang divonis inkar sunnah oleh Imam Syafi'i, Ahmad dan lainnya yang merasa bahwa dia inkar sunnah. Sebab vonis itu bukan ditentukan oleh pengakuan, tapi oleh fakta pemikiran. Toh Iblis saja tetap tidak ngaku salah ketika disalahkan oleh Allah swt.Saran saya sahabat: Hargai ilmu hadits, pelajari lagi ilmu hadits dengan benar, agar anda tidak termasuk orang yang bodoh.Terima kasih sahabat, maaf kalau ada bahasa yang agak lancang"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :