MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

LAPORAN EKSPERIMEN DEPT PERCEPTION BOX

diposting oleh alhada-fisip11 pada 14 November 2012
di Penelitian - 1 komentar

1. Tujuan

Tujuan eksperimen dept perception box yaitu untuk mengetahui sejauh mana subjek dalam mempersepsi stimulus dihadapannya yang telah ditentukan sebelumnya.

 

2. Landasan Teori


PERSEPSI

Persepsi yaitu pengorganisasian, penginterpretasikan terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan suatu yang berarti dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu (Bimo Walgito, 2004:88). Dengan demikian persepsi merupakan proses dari diterimanya stimulus oleh alat indera yang kemudian disalurkan ke syaraf sensori yang dikirimkan ke otak untuk kemudian diproses dan akhirnya stimulus bisa diinterpretasikan.

 

Factor yang berperan dalam persepsi, yaitu:

1. Objek yang dipersepsi

Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera, yang sebagian besar datang dari luar individu itu sendiri.

2. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf

Alat indera atau reseptor benfungsi sebagai alat untuk menerima stimulus, kemudian syaraf untuk melanjutkan stimulus yang diterima oleh alat indera untuk kemudian diteruskan ke pusat susunan syaraf (otak) untuk diproses dan akhirnya direspon melalui syaraf motoric.

3. Perhatian

Perhatian merupakan konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditijukan kepada sesuatu objek, sebegai tahap awal untuk melaksanakan persepsi, yang merupakan syarat psikologis.

Stimulus yg diterima subjek & persepsi subjek pada stimulus


3. Hipotesis

Subjek dihadapkan pada stimulus (dua batang) yang telah ditentukan untuk kemudian mempersepsi stimulus yang dihadapinya. Dengan kata lain ada hubungan antara stimulus yang diterima oleh subjek dan cara subjek dalam mempersepsi stimulus yang diterima dengan pengaruh lingkunagn di sekitarnya.

 

4. Metodologi Eksperimen


1. Variable

a. Variabel tetap

Variable tetap dalam eksperimen depth perception box yaitu batang berwarna  merah di sebelah kiri.

b. Variabel bebas

 Variable bebas dalam eksperimen depth perception box yaitu batang warna kuning, dimana batang ini dapat digerakkan ke depan dan ke belakang untuk menentukan ketepatan terhadap batang merah sebagai variable tetap.

 

b. Rancangan Eksperimen

Dalam eksperimen depth perception box ini menggunakan teknik random dimana subjek tidak ditentukan dan tidak menggunakan urutan subjek. Jadi dalam eksperimen ini subjek mempunyai kebebasan dalam menentukan urutan untuk menjadi subjek dalam eksperimen.

 

c. Bahan dan Alat

  1. Depth perception box.
  2. Kursi untuk sabjek.
  3. Meja untuk tempat depth perception box.
  4. Alat tulis untuk menulis hasil eksperimen.
  5. Subjek.

 

d. Prosedur eksperimen

Prosedur dalam eksperimen depth perception ini adalah sebagai berikut:

  1. Menempatkan depth perception box diatas meja.
  2. Menempatkan kursi di depan depth perception box tepat 2,5 meter dari depth perception box.
  3. Menjelaskan tata cara dalam menjalanjakan eksperimen karena subjek sendiri yang akan menjalankan eksperimen tersebut dan penguji hanya sebatas mencatat hasil dari eksperimen tersebut.
  4. Satu-persatu subjek menjalankan eksperimen sebagai berikut :
  • Percobaan pertama memposisikan batang warna kuning (variable bebas) di belakang batang warna merah (sebagai variable tetap) secara penuh.
  • Subjek menarik batang warna kuning kedepaan hingga subjek menganggap batang kuning tersebut sejajar dengan bantang warna merah.
  • Percobaan kedua subjek memposisikan batang warna kuning di depan batang warna merah secara penuh.
  • Subjek menarik batang warna kuning ke belakang hingga subjek menganggap posisi batang warna kuning sejajar dengan batang warna merah.
  • Percobaan ketiga sama dengan percobaan kedua.
  • Percobaan keempat sama dengan percobaan pertama.
  • Percobaan kelima sama dengan percobaan pertama.
  • Percobaan keenam sama dengan percobaan kedua.

      5. Penguji mencatat hasil setiap eksperimen yag dilaksanakan oleh subjek.

 

5. Hasil Eksperimen

Dari eksperimen depth perception box diperoleh hasil sebagai berikut

 

DEPTH PERCEPTION BOX

                 

NO

SUBJEK

PERCOBAAN

NILAI RATA - RATA

1

2

3

4

5

6

D

B

B

D

D

B

1

ASMA

-0.4

-0.2

-1

-0.6

-0.4

-0.5

-0.52

2

SEPTI

-2

-3.1

-1.3

-0.3

-0.9

-0.9

-1.42

3

SYFA

-0.3

0.2

-0.7

-0.9

-0.9

-0.9

-0.58

4

NAYLA

-1.8

-0.7

-0.7

-0.3

-0.8

-0.8

-0.85

5

AZIZAH

-1.4

-1.4

-1.4

0.1

-0.2

-1

-0.88

6

MUKLIS

-0.9

-1.7

-0.4

1.7

-1

-0.7

-0.50

 

 

NILAI RATA - RATA KELOMPOK

-0.79

                 
                 
 

KET :

             
 

D = DEPAN

             
 

B = BELAKANG

             


 

Analisis:

Dari hasil eksperimen di atas dapat dianalisis sebagai berikut:

  1. Penyimpangan terkecil adalah +0,1 oleh Azizah, pada percobaan ke 4 (menyamakan batang dari arah belakang ke depan).
  2. Penyimpangan terbesar adalah -3,1 oleh Septi, pada percobaan kedua dan keenam (menyamakan batang dari arah depan ke belakang).
  3. Nilai rata-rata yang diperoleh oleh masing-masing sumbjek adalah sebagai berikut:
  • Asma’                   : -0,52
  • Septi                     : -1,78
  • Syifa                     : -0,25
  • Nayla                    : -0,85
  • Azizah                  : -0,88
  • Muchlis                 : -1

Nilai penyimpangan rata-rata terkecil oleh syifa dengan skor -0,25 dan nilai rata-rata terbesar oleh Septi yaitu sebesar -1,78.

4. Nilai rata-rata kelompok yaitu -0,88

5. Melalui stimulus yang diberikan kepada subjek, diketahui bahwa setiap subjek memiliki perbedaan dalam kemampuan memperdalam persepsi dari stimulus.

6. Perbedaan skor yang dihasilkan oleh masing-masing subjek dipengaruhi oleh beberapa factor baik intern maupun ekstern. Factor intern yaitu kemampuan subjek untuk konsentrasi, kecermatan subjek dalam menyamakan kedua batang, dan kondisi atau kesehatan mata subjek. Factor ekstern yaitu gangguan yang timbul dari luar diri subjek, seperti cahaya lampu ruangan dan lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan eksperimen.

 

6. Simpulan

Dari eksperimen depth perception box yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa kemampuan yang dimiliki setiap subjek berbeda-beda dalam memperdalam persepsi dari masing-masing stimulus yang dihadapinya. Kemampuan persepsi dipengaruhi oleh factor internal dan factor eksternal yang terjadi pada subjek.

 

7. Aplikasi

  1. Pada seorang pelukis, kemampuan ini berfungsi untuk menentukan kedalaman sebuah gambar yang menghasilkan efek 3 dimensi.
  2. Pada atlet renang, kemampuan kedalaman persepsi digunakan untuk mengetahui kedalaman kolam renang.
  3. sebagai latihan untuk lebih waspada pada setiap keadaan.
  4. Pada pemain sepak bola, kemampuan ini digunakan untuk memperkirakan arah bola akan ditendang atau diterima kepada pemain lainnya.

 

8. Daftar Pustaka

  • Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.
  • Atkinson, Rita L. 1992. Pengantar Psikologi. Batam: Interaksara.

 

1 Komentar

DHIMNzysvCI

pada : 16 January 2013


"You've mnagaed a first class post"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :