MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

LAPORAN PRAKTIKUM ILUSI MULLER-LYER

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Penelitian - 1 komentar

 

 

 

1. Tujuan

Dalam kegiatan praktikum “ilusi Muller Lyer” ini adalah untuk mengetahui sejauh mana individu dapat mengadakan ketepatan dalam mempersepsi sebuah stimulus yang ada di hadapannya.

 

2. Landasan Teori


ILUSI   

Menurut Bimo Walgito (2004: 131) menjelaskan bahwa ilusi yaitu kesalahan individu dalam memberikan persepsi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. Orang seringkali mempersepsi suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di sekitarnya.  Dalam mempersepsi tersebut seringkali terjadi kesalahan, karena dalam mengartikan suatu stimulus ini melibatkan perasaan dan pemikiran. Kesalahan dalam mempersepsi stimulus ini wajar terjadi pada individu,

 

Beberapa factor yang mempengaruhi kesalahan persepsi atau terjadinya ilusi, yaitu :

1. Factor kealaman

Kesalahan persepsi terjadi karena fakrot alam, misalnya illusi echo (gema), illusi kaca.

2. Factor stimulus

  1. Stimulus yang memiliki makna ambigu, memberi peluang terjadinya persepsi ganda.
  2. Stimulus yang tidak dianalisis lebih lanjut, yang memberikan impresi  secara total.

3. Factor individu

Ini dapat disebabkan karena adanya kebiasaan dan juga kesiapan psikologis dari individu.

 

PERSEPSI

     Persepsi yaitu pengorganisasian, penginterpretasikan terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan suatu yang berarti dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu (Bimo Walgito, 2004:88). Dengan demikian persepsi merupakan proses dari diterimanya stimulus oleh alat indera yang kemudian disalurkan ke syaraf sensori yang dikirimkan ke otak untuk kemudian diproses dan akhirnya stimulus bisa diinterpretasikan.

 

     Factor yang berperan dalam persepsi, yaitu:

a. Objek yang dipersepsi

Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera, yang sebagian besar datang dari luar individu itu sendiri.

b. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf

Alat indera atau reseptor benfungsi sebagai alat untuk menerima stimulus, kemudian syaraf untuk melanjutkan stimulus yang diterima oleh alat indera untuk kemudian diteruskan ke pusat susunan syaraf (otak) untuk diproses dan akhirnya direspon melalui syaraf motoric.

c. Perhatian

Perhatian merupakan konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditijukan kepada sesuatu objek, sebegai tahap awal untuk melaksanakan persepsi, yang merupakan syarat psikologis.

                

3. Hipotesis

Jika seseorang diberikan dua garis, garis pertama diam (variable tetap) panjangnya 10 cm dan garis kedua garis gerak, dapat digeser dari luar ke dalam atau inward dan dari dalam ke luar atau outward (variable bebas) yang panjangnya 10 cm. maka akan terjadi kesalahan dalam menyamakan antara variabel tetap dan stimulus yang ada atau variable bebas.

 

4. Metodologi Eksperimen

1. Variable

a. Variable tetap

Variable tetap yaitu bagian dari Muller-Lyer Illusion apparatus yang tidak bergerak.

<---------->

 b. Variable bebas

Variable bebas yaitu garis pada bagian Muller-Lyer Illusion apparatus:

  •  Arah anak panah dari luar ke dalam (inward)
  •  Arah anak panah dari dalam ke luar (outward)

  ----------->

 

2. Rancangan eksperimen

rancangan eksperimen yang digunakan yaitu menggunakan random atau tidak ada urutan atas subjek. Dengan lembar penilaian sebagai berikut.

 

DAFTAR DATA ANALSIS STATISITIK ILUSI MULLER LYER

                           

NO

SUBJEK

OUTWARD

MEAN SKOR

INWARD

MEAN SKOR

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

                         

2

                         

3

                         

4

                         

5

                         

6

                         

 

 

MEAN SKOR KELOMPOK

 

MEAN SKOR KELOMPOK

 


3. Bahan dan Alat

  • Muller-Lyer Illusion apparatus
  • kertas (untuk mencatat hasil praktikum)
  • alat tulis
  • meja dan kursi

 

4. Prosedur Pelaksanaan

  1. Subjek dihadapkan dengan papan ilusi muller lyer dengan jarak 2 meter dan pencatat skor duduk dibelakang alat tes.
  2. Pencatat skor menarik garis keluar (outword) dan subjek menentukan seberapa panjang garis yang dia inginkan berdasarkan persepsinya.
  3. Setelah subjek menentukan panjang garis sesuai persepsinya, pencatat skor mencatat skor yang terlihat di bagian belakang alat tes.
  4. Percobaan diulangi sebanyak 5 kali pada setiap subjek.
  5. Percobaan dilanjutkan dengan mendorong garis ke dalam (inword) dan subjek menentukan seberapa panjang garis yang diinginkan, kemudian skor dicatat oelh pencatat skor. Percobaan ini diulangi sebanyak 5 kali.

 

5. Hasil Eksperimen


DAFTAR DATA ANALSIS STATISITIK ILUSI MULLER LYER

                           

NO

SUBJEK

OUTWARD

MEAN SKOR

INWARD

MEAN SKOR

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

PRILLY

-0.6

-2.7

-1.9

-1.9

-2.2

-1.86

-0.6

-0.6

-0.2

-0.7

-0.1

-0.44

2

MUKLIS

-4.1

-2.5

-3.3

-3.3

-2.4

-3.12

-1.2

-0.3

-1.4

-0.8

-1.4

-1.02

3

AZIZAH

-2

-2.9

-1.5

-1.5

-2.6

-2.1

-1.3

-0.5

-0.3

-1.7

-1

-0.96

4

SYFA

-2.5

-1.2

-3.3

-3.3

-2.3

-2.52

-0.9

-0.5

0.1

-0.5

-0.1

-0.38

5

ASMA

-3

-3.4

-2.9

-2.9

-3.5

-3.14

-2.9

-2.7

-2.9

-2.4

-2.5

-2.68

6

NAILA

-3.5

-3.4

-2.4

-2.4

-1.4

-2.62

-3.5

-1.9

-2.8

-1.4

-3

-2.52

 

 

MEAN SKOR KELOMPOK

-2.56

MEAN SKOR KELOMPOK

-1.33333333


 

Dari hasil praktikum tersebut dapat dianalisis sebagai berikut :

  1. Penyimpangan terkecil pada outward yaitu -0.6 pada percobaan pertama dengan subjek prili.
  2. Penyimpangan terkecil pada inward yaitu -0.1 pada percobaan kelima oleh prili dan -0,1 pada percobaan ketiga oleh syifa, dan +0,1 di percobaan kelima oleh syifa.
  3. Penyimpangan terbesar pada outward yaitu -4,1 pada percobaan pertama oleh muhclis.
  4. Penyimpangan terbesar pada inward yaitu  -3,5 pada percobaan pertama oleh naila.
  5. Nilai penyimpangan rata-rata terendah pada outward yaitu -1,86 oleh prili
  6. Nilai penyimpangan rata-rata tertinggi pada outward yaitu  -3,22 oleh asma’
  7. Nilai penyimpangan rata-rata tertinggi pada inward yaitu  -2,68 oleh asma’
  8. Nilai penyimpangan rata-rata terendah pada inward yaitu -0,18 oleh syifa.
  9. Rata-rata penyimpangan keseluruhan pada outward yaitu -2,53.

10.  Rata-rata penyimpangan keseluruhan pada inward yaitu -1,3.

 

6. Kesimpulan

Dari praktikum ilusi muller-lyer tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, panjang dua garis pada papan ilusi muller-lyer setelah diukur, memiliki panjang  yang sama. Serta banyak terjadinya kesalahan dalam memperkirakan atau menyamakan antara panjang garis tetap (variable tetap) dan garis yang dapat digerakkan (variable bebas) oleh sabjek dikarenakan kesalahan dalam mempersepsi stimulus yang datang berupa arah anak panah pada garis ujung yang berlawanan sehingga terlihat lebih panjang. Dengan demikian hipotesis dapat diterima. Dari hasil yang didapat melalui praktikum tersbut dapat diketahui bahwa alat tersebut memiliki kemampuan untuk memberikan ilusi terhadap pratikan. Hal ini juga dipengaruhi oleh persepsi pratikan yang dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang dimiliki.

 

7. Aplikasi

Ilusi muller lyer ini bisa diterapkan pada pembuatan atau rancangan pakaian. Misalnya untuk desain big size menggunakan corak garis vertikal untuk menampilkan kesan lebih kurus kepada pemakai pakaian tersebut. Selain pada desain baju, efek garis bisa digunakan untuk arsitek dalam pembuatan atau rancangan desain ruangan. Misalnya untuk menambah efek ruangan agar terlihat lebih tinggi menggunakan corak garis vertical dengan berbagai perpaduan warna. Dan pada kehidupan sehari hari di perjalanan, sering kali ada barisan beberapa pohon yang tampak sama tingginya, namun ketika didekati ternyata tinggi pohon tersebut tidak sama.

 

8. Daftar Pustaka

  • Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.
  • Atkinson, Rita L. 1992. Pengantar Psikologi. Batam: Interaksara.

1 Komentar

TgwyzwEOoTtu

pada : 16 January 2013


"Brilliance for free; your parents must be a sweehterat and a certified genius."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :