MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

TAWURAN VS RAMAH TAMAH

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Esay - 1 komentar

 

 

 

 

 

 

 

TAWURAN VS RAMAH TAMAH

Oleh : Asma’ Nurissilmi

 

Bagaimana dengan tawuran dan ramah tamah? Sepertinya kedua hal ini sangat bertentangan untuk dipersatukan. Karena tawuran lekat dengan kekerasan dan tidak dikehendaki oleh masyarakat. Sedangkan ramah tamah lekat dengan rasa kebersamaan dan persatuan satu sama lain dan menggambarkan kedamaian.

 

Tawuran

Tawuran adalah perkelahian yang dilakukan oleh banyak orang dan dalam waktu yang bersamaan. Tawuran identik dengan kekerasan, benda-benda tajam, dan massa atau jumlah orang yang banyak. Ekspresi mereka yang tegang, marah, jengkel, dan saling ngotot semua jadi satu. Mereka mengedepankan kepentingan dan atau pemikiran kelompok, tidak memikirkan bagaimana dengan orang lain.

 

Masing-masing kelompok yang terlibat tawuran memiliki konformitas yang tinggi dalam kelompoknya. Konformitas ini muncul karena adanya kekompakan dan kesepakatan yang kuat antar individu dalam kelompok. Adanya kepercayaan terhadap kelompok yang membuat individu merasa nyaman dengan kelompoknya. Dan apabila individu menyimpang dari aturan, ia merasa takut terhadap celaan yang muncul dari dalam kelompok,

 

Masih hangat berita tentang tawuran yang terjadi dua minggu lalu di kampus orange Universitas Negeri Makasar (UNM). Dari Tribunnews.com tanggal 11 Oktober 2012 memaparkan tawuran yang terjadi sesama mahasiswa menelan dua korban jiwa yang tak lain adalah mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNM. Lokasi terjadinya tawuran berada di kampus UNM Parangtambung Makassar, pukul 14.00 WITA. Belum diketahui jelas penyebab tawuran yang terjadi. Diduga pemicu yaitu adanya dendam lama diantara mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Seni dan Desain (FSD).

 

Ada beberapa kerugian yang ditimbulkan dari tawuran mahasiswa UNM. Diantaranya yaitu rusaknya sarana dan prasarana kampus, terbakarnya beberapa motor milik mahasiswa, dan meninggalnya dua mahasiswa FT yaitu Rezki Munandar dan Haryanto. Akibat lain yang dirasakan oleh masyarakat yaitu hilangnya rasa percayaan kepada pemuda terutama mahasiswa. Karena masyarakat beranggapan bahwa pemuda zaman sekarang tidak mampu mengontrol atau mengelola emosinya.

 

Tawuran yang terjadi mencerminkan kondisi moral pemuda bangsa serta sebagai indikator bagaimana masa depan bangsa ini. Karena pemudalah kelak yang akan duduk di jajaran pejabat petinggi negeri, politisi negeri, dan posisi berpengaruh lainnya di negeri ini, untuk menggantikan posisi mereka. Artinya pemegang kekuasaan, pengendali pemerintahan, dan pengambil keputusan mengenai bangsa dan negara kelak adalah pemuda saat ini. Maka apabila moral pemuda saat ini buruk dapat diperkirakan masa depan bangsa juga akan terpuruk. Namun juga sebaliknya apabila moral saat ini baik, dapat diperkirakan masa depan bangsa akan baik pula.

 

Ramah tamah

Ramah tamah berbeda dengan tawuran. Dalam ramah tamah  mengedepankan kebersamaan, menggabarkan keakraban satu sama lain dan rasa persaudaraan. Ramah tamah ini dapat dilakukan dengan saling sapa, saling menghormati, saling membantu, dan hal-hal yang menyenangkan lainnya.

 

Pada umumnya orang melakukan ramah tamah dengan mengunjungi rumah saudara-saudara atau teman-teman mereka. Bisa juga dengan berkumpul di suatu tempat yang nyaman atau tempat yang telah disepakati. Dan berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Tidak jarang dalam ramah tamah ini disediakan beberapa makanan atau snack agar percakapan menjadi lebih menyenangkan.

 

Ramah tamah inilah yang diadakan oleh mahasiswa kampus UNM Pettarani di Fakultas Psikologi. Tahun 2012 ramah tamah diselenggarakan hari Jum’at tanggal 12 Oktober 2012, disalah satu rumah mahasiswa baru Fakultas Psikologi.  Kegiatan ini bertujuan untuk saling mengakrabkan mahasiswa psikologi dari berbagai angkatan.

 

Dosen-dosen psikologi sangat mendukung dan bersyukur dengan adanya kegiatan ramah tamah di Jurusan Psikologi. “Hari Kamis kemarin telah terjadi tawuran di kampus Parangtambung yang telah menghebohkan masyarakat, namun di kampus Pettarani justru mengadakan ramah tamah antara mahasiswa lama dengan mahasiswa barunya, ini yang membuat saya kagum pada mahasiswa psikologi. Pertahankan persaudaraan kalian!”, ujar Pak Dayat dosen psikologi dan sekaligus sebagai Penjamin Mutu di Fakultas Psikologi saat mengajar.

 

Ramah tamah juga diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT), kemarin hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2012 di ruang pertemuan lantai tiga gedung rektorat kampus UNM Pettarani. Ramah tamah ini bertujuan untuk memperingati genap setahun program PPGT sekaligus untuk mengakbarbkan mahasiswa PPGT yang berasal dari berbagai pinggiran daerah Indonesia. Kegiatan ramah tamah diisi dengan menampilkan berbagai kesenian daerah mereka masing-masing dan juga kolaborasi dari berbagai daerah.

 

Petinggi universitas dan dosen-dosen dari UNM ikut memeriahkan ramah tamah yang diadakan oleh mahasiswa PPGT. Salah satunya adalah PR (Pembantu Rektor) IV UMN, Bapak Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si yang memberi sambutan dalam kegiatan ramah tamah ini. Beliau mengatakan bahwa “jumlah mahasiswa di UNM melebihi 30.000 mahasiswa, dan saya rasa yang mempunyai sifat nakal seperti tawuran kemarin hanya beberapa saja, dan terbukti hari ini mahsiswa program PPGT dari berbagai latar belakang daerah yang berbeda justru bersatu untuk tujuan mencerdaskan bangsa”.

 

Menepis anggapan masyarakat bahwa mahasiswa idendik dengan tawuran dan kekerasan. Ramah tamah yang diselenggarakan oleh mahasiswa psikologi dan mahasiswa PPGT ini berusaha mengembalikan image mahasiswa minimal di kalangan intern UNM dan masyarakat sekitar kampus UNM.

 

Melalui ramah tamah ini mahasiswa ingin menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa menyukai dan menghendaki tawuran. Karena masih banyak kegiatan positif lainnya yang mampu menampung aspirasi mereka. Kegiatan itu seperti organisasi-organisasi di kampus yaitu lembaga keilmiahan, atau organisasi lain yang bergerak dibidang kerohaian, jurnalistik, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),  maupun program kreatifitas mahasiswa.

 

Ramah tamah sebagai modal perbaikan moral

Moral yang diharapkan bangsa adalah moral yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Seperti saling menghormati antar sesama dan menjunjung tata krama dalam bergaul. Menerapkan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan, serta mampu adil terhadap sesama.

 

Kegiatan ramah tamah perlu dibiasakan sebagai modal untuk memperbaiki moral karena terdapat nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pembiasaan penggunakan moral yang baik akan tertanam dalam diri setiap individu. Sehingga berpengaruh pada sikap dan perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kesimpulan

            Tawuran adalah perkelahian yang dilakukan oleh banyak orang dan dalam waktu yang bersamaan. Tawuran yang terjadi di kampus UNM Pettarani menimbulkan berbagai kerusakan di kampus bahkan sampai menelan korban jiwa. Dengan terjadinya tawuran menjadi indikator buruknya moral pemuda bangsa. Sehingga perlu memperbaiki moral pemuda, mengingat pemudalah yang akan menggantikan posisi-posisi penting pejabat atau petinggi negeri, potilisi negeri, dan posisi yang berpengaruh lainnya. Salah satu upaya untuk memperbaiki moral pemuda bangsa yaitu melalui pembiasaan ramah tamah.

 

 

1 Komentar

umi kun

pada : 25 April 2013


"musiknya menyejukkan"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :