MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Hasil Wawancara Kepada Seorang Penanggung Jawab POS

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Penelitian - 0 komentar

Informan         : Pak Eddy ( penanggungjawab POS 6, Dusun Kalangan)

Umur               : 51 Tahun

Kategori          : Penanggung jawab POS 6, Dusun Kalangan- Wiyurejo

 

Jumat sore, tanggal 3 Desember merupakan hari dimana saya melakukan indepth interview dengan mewawancarai seorang informan yang bernama pak Eddy beliau adalah penanggungjawab Pos 6 yang digunakan oleh peternak untuk mengumpulkan hasil susu perah di dusun kalangan ini, sebelum saya mengulas tentang life history pak Eddy, terlebih dahulu saya akan menceritakan tentang awal mula saya mewawancarai pak Eddy.

Sore itu, sekitar Pukul 16.00 saya bersama seorang teman saya memang sengaja datang ke pos pengumpulan susu di dusun kalangan, untuk mewawancarai beliau namun melihat kondisi beliau yang begitu sibuk menyeleksi hasil susu peternak maka saya mengurungkan niat tersebut, kemudian saya menunggu beliau sampai jam 16.40 Wib, setelah keadaan pos sepi maka saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau dan memperkenalkan diri. Pada awalnya beliau enggan diwawancarai namun setelah menjelaskan tujuan dari wawancara kami dan menunjukkan pedoman indepth interview tentang item-item apa yang akan kami tanyakan, akhirnya beliau pun bersedia namun, saya harus menunggu beliau yang sedang membersikan peralatan yang biasanya digunakan untuk menyeleksi hasil susu yang disetor.

Setelah sekitar 20 menit saya menunggu diluar, akhirnya saya diperbolehkan untuk masuk pos, berikut kutipan hasil wawancara saya dengan beliau yang saya rekam.

 

KETERANGAN

P : Pewawancara

I : Informan

 

P: selamat sore pak, lagi sibuk ya?

I: “iya mbak, wonten nopo”

P: “saya yuliana pak, dari Universitas Airlangga Surabaya mau tanya-tanya sebentar sama bapak?”

I: “tanya apa mbak ( terlihat heran), maaf mbak sebelumnya saya disini Cuma penanggung jawab pos 6. mbak sudah dapat izin dari organisasi peternak?”

P: “ sudah koq pak, malah yang memberikan saya informasi tentang bapak, dari pak sugeng nya sendiri”

I: “oohhh,,,, begitu, tapi pak sugeng koq gak ngomong sama saya ya mbak”

P: “ wah saya kurang tau pak, saya disini mau mencari data buat kuliah lapngna saja koq pak”

I: “ data apa mbak ( terlihat heran)”, saya ini bukan orang pintar lo mbak. Takutnya nanti ada apa-apa sama kop SAE”

P: “ begini lo pak, ( sambil tersenyum) saya mau tanya tentang keadaan dan aktivitas masyarakat peternak pak, bapak pasti tau kan”

I: “iya, lumayan tau mbak”

P: “ nah tau gitu pak, bagi-bagi informasi ya pak. Ini lo pak saya bawakan pedoman indepth biar bapak tau apa yang mau saya tanyakan. Silakan dibaca dulu pak, biar bapak tahu gitu lo.

I: ( pedoman indepth saya dibaca )

P: “ gimana pak”

I: “ iya mbak boleh koq, tapi sebentar saya mau bersih-bersih dulu”

P: “ oke pak, saya tunggu diluar sampai selesai”

I: “ iya mbak, sambil tersenyum”

   Saya menunggu kurang lebih selama 20 menit di luar pos selama saya menunggu, saya dan fitri sambil mendokumentasikan foto-foto tentang aktivitas peternak. Beberapa saat kemudian saya dipanggil.

I: “ mbak, saya sudah bersih-bersih katanya mau tanya-tanya”

P: “ iya pak, ( sambil berjalan) maaf pak saya lupa mau tanya nama bapak siapa?

I: “( sambil tersenyum) panggil saja pak eddy”.

P: “ ( mulai merekam), pak saya boleh kan merekam suara bapak, sebagai bukti kalau saya telah wawncara bapak”

I: “ ( terlihat bingung ), masalahnya saya disini, Cuma sebagai petugas lapangan yang tugasnya hanya menyeleksi hasil susu peternak, masalah anggota organisasi peternak dan kesejahteraan itu bukan bidang saya”

P: “ saya disini tidak bertanya tentang hal itu koq, saya Cuma mau tanya tentang kriteria kualitas susu yang bagus itu bagaimana terus usaha-usaha yang dilakukan agar kualitas susu menjadi baik”

I: “ oohh...begitu”

P: “ saya disini akan bertanya tentang awal mula bapak menjadi petugas pos, kriteria kualitas susu yang baik menurut petugas pos”

I: “ ohh, saya kira ada apa-apa”

P: “ maaf ya pak, saya menganggu bapak ta”

I: “ (sambil ketawa), tidak mbak saya tadi Cuma ingin tahu tujuan kedatangan mbak kesini”

P: “ pak, mengapa sich bapak koq memilih pekerjaan sebagai petugas pos?”

I: “ya karena saya dulunya juga sebagai peternak jadi itu mbak tau bagaimana meningkatkan kualitas susu perahan dan memang saya dari lama ya disini dan pasti karena kebutuhan mbak”

P: “ apakah bapak merasa nyaman dengan pekerjaan bapak sekaarang”

I: “ alhamdulilah iya mbak,”

P: “ pendidikan terakhir bapak apa?”

I: “ saya lulus SMP”

P: “ apa jabatan bapak?”

I: “ saya disini sebagai penanggung jawab pos desa wiyurejo”

P:” gaji yang bapak terima selama satu bulan berapa?”

I: “ gaji saya sedikit koq mbak ( sambil ketawa)”

P: “berapa pak, lebih tepatnya, Cuma buat data saja koq?”

I: “gaji pokoknya sekitar 1500000 dan tunjangannya buat transport sekitar 10000 perhari

P: “ tugas bapak sehari-hari dalam pengelolaaan pos?

I: “ saya disini tugasnya sebagai penanggungjawab pos 6 mbak, tugasnya ya macam-macam mbak kayak penyeleksian hasil susu gitu lo mbak sama proses pendinginan susu pada ruangan tertentu"

P: “ apakah dusun kalangan ini mendapat label bahwa hasil perahannya tergolong kualitas bagus”

I: “ga juga koq mbak, karena yang menentukan baik atau tidaknya kualitas susu baik dan buruk ini adalah tim disini”

P: “terus menurut bapak, bagaimana kualitas susu di desa wiyurejo?”

I: “sebenarnya bagus mbak tapi harus dikontrol kualitas susunya, karena kalau tidak dikontrol peternak itu susah untuk melakukan teknik pemerahan susu yang benar, misalnya ya mbak ada peternak yang menyetor susu tapi dibawah kualitas yang ditetapkan Kop Sae dan hal ini terjadi sampai lebih dari 1X maka yang terjadi petugas pos harus kerumahnya untuk mengecek penyebab kenapa sich susunya yang dihasilkan koq tidak sesuai standart, mungkin ada kandungan zat tertentu yang merusak kualitas susu.

P: “ terus menurut bapak, bagaimana seharusnya hubungan sosial yang terjadi antara petugas pos dengan peternak ?”

I: “menurut saya ya mbak, karena petugas sering memperhatikan kesehatan hewan ternak “.

P: “ oohh...berarti petugas pos itu “care” terhadap segala sesuatu aktivitas yang dilakukan peternak”

I: “ sepertinya kayak gitu mbak”

P: “ pak saya mau bertanya, bagaimana sich mekanisme penyetoran susu di pos 6 ini?

I: “owh... mbak mau tanya itu boleh mbak, mbak mau saya kasih penjelasan langsung atau mbak mau masuk kedalam dulu, soalnya didalam itu udah ada peraturan tentang penyetoran susu”

P: “ berarti kita boleh ngambil gambarnya ya pak?”

I: “iya silakan, tapi nanti aja mbak kayaknya bagian sana lagi dibersihiin”

P: “ya, dech pak saya terserah saja. Saya boleh tanya yang lain ga?”

I: “monggo mbak”

P: “pak berapa harga susu pada umumnya?

I: “ Rp. 3100-3300 , dipengaruhi kualitas susunya.

P: “ pak, maaf ya kapan saja waktu yang tepat untuk menyeleksi hasil susu”

I: “ biasanya pagi jam (04.45-06.15) sama sore jam (15.30-16.30) mbak, kemaren sore sempat ambil foto ya mbak.

P: “ iya pak, tapi belum izin ya pak, makanya ini sekalian izin”

I: “ iya mbak, terserah saja yang penting punya tujuan yang jelas”

P: “pak, apa saja kriteria susu yang berkualitas menurut petugas pos, disini kan ada peralatan macam-macam pak untuk mengukur kualitas susu”

I: “iya mbak, sini memang peralatan ini cukup penting untuk mendukung penyeleksian susu yang berkualitas”.

P: “ susu yang berkualitas seperti apa?”

I: “total clorine, protein , fat harus sesuai dengan yang ditetapkan Kop SAE pusat mbak, kami disini kan hanya pelaksana lapangan”

P: “ maksudnya gimana pak, saya agak kurang paham ini”

I: “ ya, sudah mbak emang agak susah memahami ini mbak, mbak ini dari jurusan apa?”

P: “ sosiologi pak”

I:” oohhh, saya kira dari jurusan peternakan,

P: “bukan pak makanya maaf pak kalau saya agak susah memahami, tapi saya disini akan bertanya bukan dari segi prosesnya pak tapi dari segi manfaat dan peranan pos ini dalam aktivitas sehari-hari peternak”

I: “ iya mbak biar lebih gampangnya gini aja, pokoknya susu yang diterima harus mengandung susu segar minimal 12% dan kandungan airnya 88%

P: “ ooh, begitu , kalau itu saya bisa mengerti maksudnya, terus pak, bagaimana proses verifikasi data yang biasa dilakukan”

I: “ini lo mbak, sampean foto saja ini lo ada peraturannya, nanti saya jelaskan, yang pertama itu, uji organolistik yaitu tentang uji bau, rasa, warna. Susu yang  itu yang kualitasnya baik adalah susu yang warnanya putih kekuning-kuningan. Yang kedua adalah uji alkoholistik untuk menguji apakah ada bakteri berbahaya atau tidak, yang ketiga itu uji berat jenis dan yang paling terpenting adalah 25% , normalnya rata-rata peternak  BJ nya adalah berkisar segitu, setelah itu ditimbang susunya oleh alat-alat tadi mbak, terus dicatat di buku setor untuk mengetahui jumlah susu yang disetor waktu pagi dan siang dan yang terakhir milkingcound  harus dicuci disini dulu karena disini ada bahan kimia khusus dan abu khusus untuk mencuci milkingcound  “.

P: “ pak kira-kira berapa liter susu yang disetor setiap harinya, oleh peternak dusun kalangan?”

I: “ kalau data terakhir waktu bulan September rata-rata kalau pagi itu: kurang lebih 3250 liter, dan kalau sore itu sekitar 2500 liter”

P: “oiya pak, saya ingin bertanya tentang suka duka menjadi seorang peternak, menurut bapak lebih banyak mana sukanya atau dukanya?”

I: “ ya pasti lah mbak setiap pekerjaan itu terdapat suka dan dukanya ( sambil tersenyum) kalau saya boleh jujur, banyak dukanya karena yang pertama saya harus obyektif sedangkan mbak tahu sendirikan kehidupan didesa, istilahnya masih banyak sungkan gitu lo mbak, apalagi sama tetangganya sendiri, terus saya disini istilahnya harus menjaga nama baik koperasi tidak boleh memberi celah sedikit pun kepada peternak untuk melakukan kesalahan dalam hal kualitas susu karena sedikit saja kesalahan bisa merusak kepercayaan pihak Nestle, kalau sukanya yaitu mbak, disini itu segala fasilitas telah terpenuhi, bonusnya juga lumayan banyak dan kerjanya juga tidak seberapa ketat, karena saya kerjanya pas waktu pagi dan sore apalagi pas gajian saya bahagia sekali ( sambil tersenyum)

P: “ permasalahan apa yang dihadapi oleh peternak di dusun kalangan ini?”

I: “ pengetahuan yang terbatas di kalangan peternak tentang teknik pemerasan susu, mereka rata-rata tidak mau disalahkan kalau kualitas susunya jelek terus mereka juga sering melakukan kecurangan kalau hasil susunya sedikit seperti susunya dicampur air terus ya mbak kalau tidak diterima ya sudah mereka marah-marah. Nah, disini saya sempat bingung bagaimana cara untuk mengatasinya”

P: “terus pak, bagaimana cara yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, apa ada kiat-kiat khusus pak?”

I: “yang saya dan kawan-kawan lakukan hanya bisa dengan cara memberikan penyuluhan dan melakukan kontrol terhadap hewan ternaknya”

P: “ maksudnya pak, apakah bapak sudah melakukan cara tersebut?

I : “ ya sudah lah mbak tapi ya gitu tidak efektif , karena percuma penyuluhan seperti apapun yang saya lakukan tetap saja peternak itu sulit untuk merubah kebiasaan sehari-harinya, saya Cuma bisa mengigatkan dalam hal pemeliharaan hewan ternak, makanan apa yang harusnya dimakan agar kualitas susu yang dihasilkan benar-benar segar.

P: “apakah sering ada pelatihan-pelatihan yang dilakukan agar kualitas susu meningkat?”

I: “ iya sering diadakan koq mbak, dari kop SAE, misalnya ya mbak dulu sekitar beberapa bulan yang lalu ada pelatihan tentang teknik pemberian pakan ternak tapi ya gitu mbak disuruh pake saepro tetap saja ada yang pakai gamblong ( sari pati singkong), alasannya untuk menghemat rumput. Tapi pemakaian gamblong itu, justru membuat susu itu encer mbak. Makanya kita disini harus benar-benar selektif untuk membeli hasil susu peternak karena yang dipertaruhkan adalah nama baik koperasi Sae mbak.”

P: “ menurut, bapak usaha apa yang harus dilakukan untuk memperbiki kondisi seperti ini, apakah dari struktur kop sae itu sendiri atau dari pola perilaku masyarakatnya itu sendiri?”

I: “ menurut saya keduanya itu juga memiliki peranan yang sama-sama penting tapi saya lebih condong kepada masyarakatnya, karena kalau masyarakat sedikit saja mau memperbaiki perilakunya mungkin perlahan kualitas susu yang dihasilkan bisa lebih baik lagi, dan hal ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat tadi mbak. Sebenarnya yang harus diperbaiki dalam teknik pangan adalah kalau kasih makan tidak boleh ngawur, karena kalau ngawur susunya nanti jelek, padahal yang menjadi keinginan peternak adalah menghemat biaya dalam hal pakan ternak.

P: “ pak maaf ya, permasalahan apa yang sich yang dihadapi peternak pada umumnya didesa ini?

I: “ paling yang ada itu, susu yang akan disetor dicampur dengan air, tapi jarang koq mbak itu, karena menurut saya sekarang peternak tidak berani mengambil resiko kalau harus menjual susu ke tengkulak selain memang harganya lebih rendah, semua kebutuhan mereka juga dipenuhi oleh kop sae, bukan hanya kebutuhan hewan ternak yang telah ditetapkan sesuai dengan nutrisi tapi juga kebutuhan pokok peternak seperti sembako dan fasilitas simpan pinjam”.

P: “terus, apa harapan bapak untuk kehidupan peternak kedepannya?”

I: “ saya hanya berharap agar peternak itu mau untuk memperhatikan kualitas susu yang dihasilkan dan teknik perawatan yang benar agar tidak ada kerugian yang terjadi sehingga dusun kalangan ini menjadi sentra susu yang berkualitas”.

P: “ kontribusi apa yang dilakukan oleh Kop sae atau penanggung jawab pos untuk keberlangsungan kehidupan peternak?”

I: “sebenarnya sudah banyak mbak, Cuma yang bisa dilihat itu ya saeprofit tapi tanpa sadar itu ya mbak memang orang sini itu banyak dipengaruhi oleh Kopsae”

P: ‘ ohh, jadi menurut bapak itu terdapat hubungan yang sangat erat antara kop sae dengan peternak, karena koperasi itu sebenarnya milik bersama yang sudah seharusnya dijaga bersama pula”

I: ya mbak itu pasti coba ya mbak sampean bayangkan kalau sampai susu yang dihasilkan tidak sesuai dengan kualitas maka yang akan terjadi ya susu yang dari koperasi tidak dibeli oleh nestle terus bagaimana mbak nasib peternaknya.

P: “ wah ya mungkin banyak perubahan yang terjadi di desa ini termasuk kehidupan dan mata pencaharian penduduknya”

I: “ nah, sampean saja ngerti gitu mbak, makanya kita agak ketat dalm menyeleksi hasil susu”

P: “iya pak, saya berterimakasih banyak lo pak, karena saya menggangu waktu bapak, pak maaf ya boleh saya mengambil foto pak edi”

I:” ya boleh lah mbak, silakan “

P:” terima kasih pak, kami pergi dulu ya pak, asalammualaikum”

I:” nggeh mbak, sami-sami”

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :