MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Hasil Wawancara Kepada Seorang Ketua PKK

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Penelitian - 0 komentar

Informan                     : Amilatul Nasita

Umur   Informan         : 43 tahun

Kategori Informan      : Ketua PKK desa

Alamat Informan        : Dusun kalangan RT 4/ RW 2 desa Wiyurejo

Keterangan      :  A = informan

                           R = pewawancara

 

            Sejak hari pertama kuliah lapangan Sosiologi Pedesaan, yaitu hari kamis tanggal 01-12-2011 saya menargetkan untuk dapat mendapatkan responden kuisioner dan mendapatkan informan untuk indept interview. Setelah sampai di balai desa, saya dan teman-teman kelompok saya langsung membersihkan balai desa tempat kami menginap dan menaruh barang-barang. Setelah selesai dengan segala urusan di balai desa, saya langsung bergegas mencari responden untuk kuisioner saya. Setelah mendapatkan beberapa responden kuisioner, saya bertujuan untuk menemui informan untuk indept interview saya. Namun pada hari pertama saya tidak berhasil menemui informan saya tersebut karena beliau tidak ada dirumah. Setelah ke rumah beliau sebanyak 3x pada hari pertama, saya memutuskan untuk menemuinya esok hari. Keesokan harinya saya pun tidak mendapati ibu Amilatul di rumahnya. Akhirnya saya bertanya kepada suami beliau yang kebetulan adalah kepala desa tempat kami melakukan penelitian. Dan saya menentukan waktu pertemuan dengan ibu Amilatul pada malam hari jumat tanggal 02-12-2011. Dan malam harinya pun saya berhasil menemui beliau dan melakukan indept interview yang saya tuangkan hasil wawancara saya dalam transkrip berikut.

R         : Permisi bu, maaf mengganggu saya Reza dari Unair mau wawancara sedikit untuk tugas kuliah lapangan.

A         : Oh ya mas silahkan masuk. Wawancara sama saya atau bapaknya?

R         : Sama ibu, bu.

A         : Oh ya monggo mas

R         : Nama ibu siapa?

A         : Amilatul Nasita

R         : Pendidikan terakhir ibu apa ya?

A         : S1 B.A.I

R         : B.A.I ? Dimana itu bu?

A         : Unisma

R         : Ouw Unisma

            Mmhh, ibu kan disini sebagai ketua PKK ya?

A         : Betul

R         : Sejak kapan bu jadi ketua PKK ?

A         : Seiring bapak menjadi kepala desa?

R         : Sejak kapan itu bu?

A         : Sejak tahun 2007 mas

R         : Itu dipilih atau gimana bu?

A         : Jadi ketua penggerak PKK-nya ngikut bapak, karena bapak jadi kepala desa secara otomatis menjadi ketua PKK

R         : Dari dulu emang gitu ya? (mekanisme menjadi ketua PKK)

A         : Iya iya

R         : Ibu punya pekerjaan lain?

A         : Jadi Tutor Paut

R         : Ouw, kayak guru gitu ?

A         : Iya kayak guru

R         : Berapa bu penghasilan per-bulan dari paut?

A         : Ya penghasilannya kita itu berjuang mas, niatnya untuk membantu. Ya bukan penghasilan seh, ya 50rb sebulan lah wong kita niatnya membantu

R         : Ouw gitu.

             Ibu itu ditunjuk atau gimana jadi tutor itu ?

A         : Ya saya disini sebagai penyelenggaranya mas, jadi kalo di sekolah itu kayak kepala sekolah

R         : Oalah.

             Ibu jadi ketua PKK itu tugasnya ngapain bu?

A         : Untuk menjadi ketua PKK kita harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang ada di masyarakat, terus bisa memberikan informasi-informasi baik kesehatan, sosial

R         : Tujuan dari PKK itu sendiri itu apa  bu?

A         : Tujuan dari PKK itu memberdayakan ibu-ibu/keluarga semua satu wilayah

             Pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Tujuannya begitu

R         : Ini seluruh ibu-ibu mengikuti PKK bu?

A         : Yang mengikuti PKK desa itu nggak seluruhnya, hanya sebagian. Ya yang pengen ikut aja

             Kalau yang mengikuti kegiatan dasawisma itu sebagian besar penduduk di tingkat RT ikut semua

             Kalau yang PKK desa itu hanya sebagian saja

R         : Kalau keterlibatan PKK dalam pembentukan struktus masyarakat disini itu gimana bu ya? Mungkin kegiatannya

A         : Kegiatannya ? iya mas, karena kegiatan kita yang mencakup sosial itu banyak. Karena dukungan dari masyarakat sudah banyak. Karena kegiatan kita itu kalau ada orang meninggal kita ta’ziyah, kalau ada orang sakit kita menggalang dana . terus untuk anak yang kurang mampu kita juga membantu untuk saat pertama kali pendaftaran. Jadi kita bantu biayanya.

R         : Anggota PKK yang aktif dalam kegiatan PKK ada berapa bu ya?

A         : Ada 100

R         : Suka Duka menjadi PKK itu apa bu?

A         : Suka duka menjadi PKK, ya sukanya jadi kenal sama seluruh penduduk desa Wiyurejo. Dukanya ya itu, sering diolok-olok orang. Istilahe banyak kekurangan lah, ya jadi memang setiap desa itu punya kekurangan, tapi terkadang masyarakat yang belum tau apa itu PKK sukanya menggunjing tanpa mengetahui PKK itu apa.

R         : Oh gitu. Di PKK itu ada iuran-iuran gitu nggak bu?

A         : Ada, di PKK itu setiap pertemuan itu ada apa namanya mas, mangkok’an itu lo mas. Opo iku yo jenenge, himpitan. Untuk kegiatan-kegiatan sosial tadi.

R         : Oh himpitan. Jadi seikhlasnya ya.

 Anggota PKK-nya sendiri itu sebagian besar dari kalangan apa bu? Peternak?

A         : Ya peternak sama petani karena masih termasuk  petani sapi, belum sampe peternak besar skalanya masih petani sapi.

R         : Dari kalangan apa bu? Dari kalangan menengah ke atas atau rata?

A         : Rata mas.

R         : Ibu menjadi PKK perubahan apa bu yang ibu rasakan ? sama saat ibu sebelum menjadi PKK gimana? Setelah menjadi PKK gimana?

A         : Otomatis lebih dewasa dalam berfikir, dalam menghadapi masyarakat seperti itu. Jadi lebih tau kondisi riil yang ada di dalam masyarakat.

R         : Di PKK sendiri ada kontribusi khusus gak bu buat istri-istri peternak ?

A         : Oh nggak ada, umum mas

R         : PKK ini ikut membentuk status seseorang nggak bu?

A         : Tidak, cuman organisasi saja

R         : Disini anggotanya yang aktif tadi ada 100 bu ya?

A         : Iya, yang aktif ada 100 mas, kalau yang dasawisma ada berapa mas yo, mungkin sekitar 400an . Anggota dasawisma itu juga termasuk anggota PKK tapi tidak ikut dalam kegiatan PKK desa.

R         : Dasawisma itu kegiatannya apa bu?

A         : Dasawisma itu kegiatannya mencatat kegiatan yang ada dalam keluarga, terus catatan keluarga itu sendiri. Terus mencatat jumlah ibu hamil, ibu nifas, atau  ibu hamil meninggal dunia, anak bayi meninggal dunia. Seperti itu. Selain pencatatan-pencatatan itu, juga mengadakan kegiatan pengajian.

R         : Kalo pertemuannya itu anggota PKK berapa kali?

A         : 1 bulan 2x mas

R         : Waktu kegiatannya sendiri itu kapan bu? Apa setiap hari?

A         : ya masuk kegiatan rutin itu mas, pertemuannya waktu siang hari sebulan 2x. kalo kegiatan yang diluar rutinitas itu kita lakukan setahun sekali seperti santunan anak yatim, halal bihalal, seperti itu.

R         : disini ada poskamling gak bu?

A         : Poskamling? Sudah rusak semua mas sudah gak ada lagi poskamling.

R         : Keamanannya gimana bu?

A         : kalo kemanannya mungkin ditanggung sama bapak perangkat. Setiap malam bapak perangkat kan ada yang piket jaga. Kalo untuk masyarakat yang dapet giliran-giliran piket itu nggak ada.

R         : Jadi nggak ada yang keliling ronda bu?

A         : Nggak ada, ya bapak perangkat itu aja

             Di PKK itu juga ada keterampilan mas. Ya seperti membuat mie ayam, membuat permen aneka rasa. Makanan-makanan kecil itu lah yang menghasilkan keuntungan.namun masyarakat disini kurang antusias, ya ikut dalam pelatihan itu tapi lebih mementingkan kegiatan beternaknya.

R         : Tadi kata ibu banyak orang yang tidak tau tentang PKK itu sendiri jadi timbul menggunjing-menggunjing tadi itu gimana?

A         : Gini, kan masyarakat seluas ini nggak semu tau PKK itu apa, jadi mereka itu beranggapan ikut PKK itu hanya ngumpul-ngumpul, makan-makan, ngrumpi-ngrumpi jadi mereka tu nggak tau progamnya apa. Mereka itu kadang memberikan gunjingan “opo PKK itu mek ngene-ngene” seperti itu. Jadi kami harus sering-sering mensosialisasikan tentang program-program PKK tersebut

R         : Oh gitu

             Ya sudah bu trima kasih sudah mau diwawancara anak ibu juga sudah nangis.

A         : Oh iya mas sama-sama.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :