MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Hasil Wawancara Kepada Seorang Penyuluh Ternak

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Penelitian - 1 komentar

Nama Informan           : Bpk Mahmudi

Usia Informan             : 58 tahun

Kategori Informan      :Penyuluh Ternak

 

Pada hari jum’at tanggal 3 Desember 2011 tepatnya pada pukul 13:00 saya dijadwalkan untuk melakukan Indepth interview atau wawancara mendalam terhadap seorang Penyuluh Ternak yang tinggal di sekitar desa Wiyurejo. Ialah bapak Mahmudi, seorang penyuluh ternak yang bekerja sebagai wakil dari kelompok ternak 3 yang mengabdikan diri pada KSSP (Koperasi Susu Sae Pujon) guna memberikan penyuluhan terhadap para peternak di sekitar desa Wiyurejo.

 

Penyuluh ternak, adalah seseorang atau sekelompok orang yang memberikan pendidikan atau informasi bagi para peternak, sehingga para peternak dapat menjadi lebih memahami sistematika beternak dan termotivasi untuk maju dan produktif. Artinya, bahwa seorang peternak secara langsung terlibat pada pengaruh besar kecil penghasilan seorang peternak. Adanya vitamin-vitamin yang diberikan misalnya, akan dapat mempengaruhi perkembangan atau produktifitas hewan-hewan ternak (yang berada di masa produktif tentunya), sehingga hasil susu dan hasil-hasil lain dari hewan ternak tersebut dapat lebih berkualitas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sehingga menambah keuntungan bagi perternak.

 

            Pada hari Jum’at tersebut, saya berhasil menemui Bapak Mahmudi. Bapak Mahmudi adalah orang yang paling direkomendasikan oleh ketua kelompok ternak sebagai seorang penyuluh ternak yang qualified dan dapat diterima banyak masyarakat desa tersebut. Sehingga kami tertarik untuk menggali informasi secara mendalam terhadap Bapak Mahmudi, sebagai upaya mengetahui bagaimana penyuluh ternak berperan di desa Wiyurejo serta bagaimana akses Bapak Mahmudi untuk masuk ke dalam kehidupan para peternak, menurut data sementara yang kami dapat (dari ketua organisasi peternak) bahwasannya warga desa cenderung merasa nyaman dan membutuhkan banyak penyuluhan guna memperbaiki kualitas susu hewan ternak mereka. Seperti yang kita tahu bahwasannya harga patokan pembelian susu dari koperasi ke peternak menurun, hal ini selain disebabkan bagaimana kualitas susu buruk dan kuantitas susu yang menurun. Sehingga kami merasa perlu untuk melakukan wawancara mendalam terhadap seorang penyuluh ternak. Melihat penyuluh ternak adalah salah satu faktor penting pendukung kondisi ekonomi para peternak.

 

            Setelah mendapatkan sedikit data dari ketua organisasi peternak tersebut, 1,5 jam kemudian, sekitar pukul 14.75 saya berangkat menuju rumah Bapak Mahmudi guna melakukan Indepth Interview atau wawancara mendalam. Waktu yang saya ambil pada sore hari atau pukul 14.75 mempertimbangkan pada waktu luang seorang penyuluh ternak secara keseluruhan dan waktu pasca pengajian setelah sholat Jum’at yakni pukul 14.00. sehingga pukul 14.75 lah waktu yang saya rasa pas untuk melakukan wawancara mendalam. Kediaman Bapak Mahmudi berada di RT 03 dan RW 02 desa wiyurejo. Sekitar 500 meter dari balai desa Wiyurejo,

 

Suasana awal ketika saya datang ke kediama Bapak Mahmudi, kediaman beliau terlihat sepi dan jarang aktifitas di kanan kiri sekitar rumahnya. Dengan taman kecil didepan rumah serta beberapa alat pendukung peternakan seperti karung yang tak terpakai bekas dari vitamin-vitamin dan kaleng-kaleng susu. Setelah itu saya putuskan untuk mulai mengetuk pintu seraya mengucapka salam.

Berikut saya sertakan hasil percakapan saya dengan Bapak Mahmudi mengenai hal-hal seputar penyuluhan ternak, kehidupan sosial dan ekonomi penyuluh ternak, pandangan penyuluh ternak terhadap para peternak (dan sebalikanya), serta penyimpulan terhadap ketertkaitan antara rumusan masalah dengan informan (dalam hal ini penyuluh ternak) :

Ket:

X : Pewawancara

Y : Informan

 

 

 

X : “Assalamu’alaikum” (Seraya mengetuk pintu)

 

Sekitar 3 kali ketukan kemudian saya mendapatkan respon atau jawaban salam yang terdengar dari dalam rumah

 

Y: “Wa’alaikumsalam” (Sahut suara perempuan dari dalam rumah sambil berjalan kea rah pintu)

X : “Permisi bu,Pak Mahmudinnya ada bu”

Y : “Oh enggeh tasik teng wingking” (oh iya, masih dibelakang)

 

Kemudian Bapak Mahmudi muncul dan saya mulai berjabat tagan mengenalkan diri, kemudian beliau mempersilahkan saya duduk, Saya pun menyampaikan maksud kehadiran saya..

 

X : “Saya dari mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, rencanannya mau itu pak mewawancarai tentang uhm kita mau melihat kondisi peternak di Desa Wiyurejo. Nah, salah satunya itu penyuluh ternaknya. Tadi, kita dapat rekomendasi dari Pak Sugeng, katanya anda itu salah satu penyuluh ternak, ya?”

Y : “Oh pak Durrohmat juga iya”

X: “Katanya pak Durrohmat sama pak Mahmudi gitu pak”

Y: “Oh kelompok tiga (kelompok ternak) gitu ya?”

X: “Iya sebagai kelompok tiga”

Y : ”iya sama penyuluhnya”

X: “Uhm itu Menjadi penyuluh ternak itu awal mulanya kayak gimana pak?, seperti apa awal mula bisa bergabung dan menjadi penyuluh ternak di kelompok tiga itu pak? ”

Y : ”itu apa namanya, pengedar katul seperti itu kemudian jadi anggota”

X: “Oh jadi, pertama jadi anggota dulu gitu pak?”

Y “Iya jadi anggota"

X “Kemudian tugas-tugas jadi penyuluh ternak apa saja pak?”

Y: “Kalo disuruh di kopsae itu ngecer katul karo anggota yang belum pernah punya jadi anggota aktif di buku anggota”

X : “Kemudian katul itu apa sih pak?”

Y : “Saepro itu loh mas”

X : “Oh.. saepro”

Y : “iya, yang buat makan ternak itu”

X : “Terus yang buku-buku anggota tadi pak?”

Y : “Misal susu seliter sehari 5 kilo, dicatat”

X : “Terus dimasukkan ke buku gitu pak?”

Y : “Iya dimasukkan ke bukunya itu”

X : “Kalau menurut bapak kondisi peternak di desa wiyurejo ini bagaimana pak?”

Y : “Ya rata-rata ngeten niku” (Ya rata-rata seperti itu)

X : “Maksud saya bagaimana jika dilihat dari keakraban dan kondisi perekonomiannya?”

Y : “Ya seperti dasawah gitu mas dasawah hasil ternaknya”            

X :”Terus kekurangan dan kelebihan yang perlu diperbaiki seperti apa pak?”

X :”Masih saya amati itu kalo lembunya habis susunya banyak. Setelah hamil produksinya turun. “

X :”Kalo misalnya hamil berarti tidak bisa keluar susu?”

Y : “Bisa sampai 7 bulan 8 bulan di keringkan”

X : “Jadi selama hamil nunggu dulu?”

Y : “Masih bisa diperah selama hamil sampai 7 bulan”

X : “Apa tidak mengurangi hargal?”

Y : “Oh Tidak mas”

X : “Penyuluhan di desa ini berapa bulan sekali”

Y : “Dulunya kami adakan 3 bulan sekali kok sekarang sudah lama ga ada (tidak ada perintah dari KSSP). Orang sini itu jarang mau”

X : “Kemudian bagaimana pemberian saepronya”

Y : ”Maksudnya berapa gitu tah? Ya kurang lebih 2 kilo setengah”

X : “Per berapa minggu gitu itu pak?”

Y : “ ya, tiap hari toh”

X : “Maksud saya dari kopsae pak” (seraya tertawa kecil)

Y : “ Tiap bulan dari kopsae, tiap tanggal 6, 21 habis itu bayaran. terus dipotong saepro?”

X : “Memang kualitas susuya berpengaruh pak?

Y : “Ya bagus kalo ada saepronya”

X: “Berarti harga jualnya meningkat”

Y: “Kalo harga jual sama mas kalo ada sapi susunya sedikit meningkat kalo ga ada turun”

X: “Kalo pengaruh penyuluhan sama peternak disini seperti apa”

X : “Orang sini ga patih paham. Orang sini ga mau kalo suruh ngumpul terus peyuluhan jarang gitu yang mau makanya ga patih ada udah lama ga ada penyuluhan”

Y : “Kenapa gitu itu pak?”

X : “Orang kan sendiri sendiri. Dipikir udah kasih minum makan keluar susu cukup orang kecil pikirannya ga tinggi-tinggi”

X : “Masih standar”

Y ; “Iya sama”

X : “Penyuluh itu niatnya memberikan agar kualitas bagus?”

Y : “Iya, agar kualitasnya bagus.”

X : “Gitu itu tanpa bayar atau gimana pak?”

Y : "Engga ga bayar. Ya Cuma dkumpul2kan dari koperasi disini gituloh “

X : “Ga ada potongan apapun”

Y : “Engga ga ada “

X : “Terus caranya penyuluh disini memberikan informasinya itu seperti apa “

Y : “Dikumpulkan gitu satu kelompok. Dirumah sat uterus orang koperasi datang. Umpamanya sini, orang-orang kumpul disini. Terus orang koperasi kesini ngasih penyuluhan.

X : “Oh orang koperasinya datang?”

Y : “Iya”

X: “Terus ngasih penyuluhan”

Y : “Hu’um”

X : Tapi jarang yang ikut gitu ya bu?”

Y : “Hu’um. Hehehe” (sambil tertawa kecil)

X : “Biasanya sebelum bulan ini biasanya rutin ya bu 3 bulan sekali”

Y : “Iya biasanya, tapi kita selama 2 tahun ini ngga ada e

X: “Oooh”

Y : “Pokoknya dari 2 tahun ini belum ada dipikir sudah bagus gitu sepertinya” (seraya tertawa)

X : “Tapi kalau menurut pendapat bapak sama ibu perbedaan pemberian penyuluhan 2 tahun lalu dengan sekarang bedanya dimana sih bu?”

Y: “Oh saya kira sama-sama saja itu “

X: “Jadi penyuluhan itu kayak ngga ada efeknya gitu ya bu?”

Y : “He’eh ya sama aja ya memberikan bagus2nya gituloh. Orang sini kan sudah tahu minum nya segini makan nya sedikit itu loh, kan sudah tahu.”

X : “Berarti uhnm, penyuluhnya itu atau para penyuluhnya itu untuk mengadakan penyuluhan itu pendekatannya seperti apa bu. Cara mengumpulkannya gitu loh bu? Apa diumumkan satu-satu apa gimana?”

Y : “Kan dari kopsae, nanti diumumkan ngumpul penyuuluha dirumah sini gitu terus dikasih tau harinya hari ‘ini’ gitu. Yang disana.. “

X : “Yang diberikan biasanya apa aja bu kalo penyuluhan  gitu?”:

Y : “Dikasih tau minumnya itu segini, saepronya sejumlah ini. Gitu. Terus nanti hasil susunya segini; kalo makanya segini hasil susunya segini.lha orang sini kan ya otomatis kan semua. Wes sakkarape de’e ngombene sak mene, kan kalo saepronya banyaksapinya nya banyak gituloh mas. Kan kalo saepronya banyak sapinya sedikit nanti kan min-min (minus/defisit)”

X : “Oh jadi penyuluhnya itu berniat memberi tau cara yang benar menggunaka saepro”

Y : “Hu’um sebetulnya bagus penyuluhanny itu.“

X : “Terus harapan bapak selaku penyuluh terhadap peternak itu apa?”

Y : “Biar susunya bagus gituloh mas ngga ada yang pecah biar BD-nya ngga kurang gituloh mas. Kan peternak itu sering ditolak gara-gara BD-nya kurang gituloh mas. Kurang jadi kan ga diterima nah peternaknya kan rugi “

X : “Jadinya kalo susunya rusak ditolak terus dikasih ke tengkulak atau dibuang bu?”

Y : “Ada, ada pengepulnya Cuma 1500 “

X : “Jauh bu ya harganya. Sampe setengah harga?”

Y : “Iya sampe setengah harga. Cuma 1500”

X : “Ke tengkulaknya itu bu ada hubungan dengan orang nestle atau gimana?”

Y : “Iya ada-ada. Bukan nestle mas. Saya juga gatau itu ke KUD batu “

X : “Oh KUD batu “

Y : “Tapi saya gatau jalannya (alurnya) kesana gatau.”

X : “Jadi sebenernya susu yang kualitasya buruk itu nanti diolah lagi bu’ ya.”

Y : “Iya masih, lah kan nanti yang beli kan ada nanti dibawa ke batu terus yagatau tapi dimana-mana kan gatau orang sini ya. Jadi orang sini taunya Cuma dijual laku gitu ya. Laku ya 1500 yang pecah yang rusak”

X : “Padahal disana sebenernya dijual seperti apa bu?”

Y : “Iya, dijual lebih mahal lagi. Kalo mahalnya ga lebih mahal dari yang bagus gituloh mas. “

X : “Gitu cara nolaknya gimana bu terang-terangan atau?”

Y : “Kalo pecah tolak pecah tolak tes alcohol mengatakan rendah ya di tolak. Terus sama yang punya ya digowo moleh dibalekno

X : “Oh langsung dibawa pulang?”

Y : “Hu’um langsug dibawa pulang

 

            (Jadi terlihat hubungan antara pentingnya penyuluhan terhadap peternakan mengacu pada kualitas susu dan sistematika distribusi atau penyetoran susu)

 

X : “Wah matursuwun ya pak atas waktunya. Oh iya, bisa tau usianipun bapak.maaf ya bapak merepotkan”

Y : “Kulo? Tulis mawon 58 mas. Enggeh engga merepotkan kok mas”

X : “Pak, boleh saya ambil gambarnya sebentar serta alat-alat pendukung penyuluhan”

Y : “Oh monggo-monggo mas.”

 

            Setelah proses pengambilan gambar sebagai pendukung data tersebut saya kemudian berpamitan dan kembali ke pos kelompok kami. 

1 Komentar

DJXJAmtXvml

pada : 14 January 2013


"I like to party, not look artciles up online. You made it happen."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :