MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Hasil Wawancara Kepada Seorang Peternak Menengah

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Penelitian - 1 komentar

Informan                     : Bu Tumini

Usia                             : 50 tahun

Kategori Informan      : Peternak Menengah

Dalam kegiatan kuliah lapangan Sosiologi Pedesaan di Pujon-Malang saat ini, saya mendapatkan tugas untuk mewawancarai salah seorang warga yang berprofesi sebagai peternak, untuk kali ini saya mewawancarai warga yang dikategorikan sebagai “Peternak Menengah” yang berada di desa Wiyurejo. Kira-kira Sore ini sekitar jam 15.30 tanggal 1 Desember 2011, saya berputar-putar mencari rumah ibu tumini yang kebetulan berada di dekat pos koperasi susu desa wiyurejo, namun dengan kondisi rumah yang agak masuk ke dalam, melewati gang kecil tampak menyulitkan saya. Kali ini saya pergi ke rumah bu Tumini diantarkan oleh salah seorang teman saya. Tak lama kemudian terlihat 2 orang anak kecil yang sedang asik bermain di depan sebuah rumah berwarna hijau yang berada di paling ujung, nampaknya itulah rumah salah satu responden kita yang akan di indepth. Dan kami pun mengetuk pintu dan kita pun disambut oleh seorang ibu-ibu yang sedang menonton televisi.

Pewawancara  : Assalamualaikum, bu permisi, saya yulian dari Universitas Airlangga Surabaya, kami disini sedang melakukan kegiatan kuliah lapangan Soisologi Pedesaan. Kalau ibu tidak repot, minta waktunya sebentar untuk bertanya-tanya. Bolehkah saya merekamnya bu?

Informan         : walaikumsalam mas, oh iyah mas tidak apa-apa kok. mari mas silakan masuk dulu. Duduk sebentar.

Pewawancara  : maaf bu kalo saya mengganggu, kalo boleh tau apa benar ini dengan ibu Tumini?

Informan         : iya mas, saya bu tumini, ada perlu apa yah?

Pewawancara  : begini bu, saya ingin mewawancarai ibu tentang bagaimana awalnya ibu menjadi pekerja ternak sapi?

Informan         : gini mas yah, awalnya untuk menjadi peternak sapi emang udah dari dulu, lagian warga disini sudah dari dulu bekerja jadi ternak sapi, jadi kayak sudah menjadi warisan dari orang-orang dulu. Trus kalo orang udah nikah itu pasangan suami dan istri itu sudah harus bisa merawat sapi sendiri, jadi bisa dipakai juga sebagai sumber penghasilan mereka sendiri. Jadi istilahnya mereka udah dari kecil sampai dewasa terus dilatih bagaimana jadi seorang peternak yang baik.

Pewawancara  : ohh gitu yah bu, trus apa sih bu untung dan ruginya menjadi peternak sapi?

Informan         : banyak untungnya mas, buat penghasilan itu lumayan mencukupi mas, apalagi kalau kondisi sapinya lagi sehat, trus sesudah melahirkan, sapinya bakalan menghasilkan produksi susu yang banyak, lebih dari biasanya. Jadi menurut saya banyak untungnya seh mas. Mungkin kalau ruginya jarang yah mas. Mungkin kita rugi kalau sapinya tidak bisa memproduksi susu yang baik. Jadi mengurangi hasil pembayaran kita.

Pewawancara  : oh begitu yah bu, kira-kira berapa sapi yang ibu miliki?

Informan         : ada sekitar 7 sapi mas yang saya punya

Pewawancara  : dari 7 sapi yang ibu punya berapa yang produktif bu? Yang bisa diperah?

Informan         : yang bisa diperah itu ada 4 mas, yang udah babon. Kalo yang masih pedhet ada 2 dan yang dara itu ada 1. Jadi total semuanya ada 7.

Pewawancara  : dari 4 babon yang siap diperas, biasanya sapinya rata-rata menghasilkan berapa liter dalam sehari bu?

Informan         : setiap hari saya bisa memerah kurang lebih 12 liter mas per sapinya.

Pewawancara  : oh jadi gitu yah bu, trus untuk per liter itu dihargai berapa bu? Pembayarannya bagaimana?

Informan         : begini mas, untuk masalah pembayaran, kita dibayar setiap 15 hari sekali, jadi kita setor di pos kopsae itu gak tentu mas bayarannya! Ada yang dibayar 3.300 rupiah ada juga yang 3.150 rupiah. Jadi gak tentu, tergantung kualitas susu yang dihasilkan oleh sapi itu sendiri mas. Dulu saya pernah sampai 20 liter mas dalam sehari untuk per sapinya. Apalagi kalau sapi yang habis melahirkan, kadang-kadang dia mengeluarkan susu yang banyak dan kualitasnya bagus. Jadi untuk 15 hari sekali itu saya menerima kurang lebih 2 juta lah mas. Itu pun mungkin dipotong untuk SHU yang tiap lebaran bisa diambil. Jadi itung-itung bisa juga sebagai simpanan mas. Trus dipotong juga untuk saepro dan vitamin yang dari kop sae gitu mas. Jadi terkadang gak kerasa potongannya.

Pewawancara  : sebelum punya sapi 7 seperti ini dulu waktu memulai menjadi peternak mempunyai berapa sapi ibu? Mungkin sekitar satu tahun yang lalu?

Informan         : kalu dulu, saya yah masih punya beberapa sapi saja mas. Punya yang pedhet trus saya pelihara sampai besar, lalu melahirkan anak trus sapinya yang besar dijual. Nanti duitnya buat beli sapi yang kecil mas. Yang masih pedhet. Jadi duitnya diputer trus mas. Akhirnya bisa sampai sekarang. Kalau tahun lalu yah gak ada perubahan sih mas. Sapi yang saya miliki sudah jadi seperti ini.

Lalu tiba-tiba terdengar suara anak kecil yang sedang menangis, rupanya cucu dari bu tumini. Kemudian bu tumini berniat menghampiri namun sudah ditangani oleh anaknya.

Pewawancara  : apa ibu punya pekerjaan diluar peternak? Pekerjaan sampingan gitu bu?

Informan         : ada sih mas, saya jadi petani.

Pewawancara  : petani apa ya bu kalo boleh tau?

Informan         : yah macam-macam mas, biasanya yah nanam wortel, kubis, trus nanam rumput buat makan si sapi mas, jadi gak perlu kita beli.

Pewawancara  : maaf yah bu sebelumnya, berapa yah bu hasil pendapatan yang ibu terima dari pekerjaan sampingan ibu?

Informan         : waduh, berapa yah mas? Kira-kira 200 ribu sampai 300 ribu lah mas, gak banyak kok.

Pewawancara  : lalu apa sih bu kendala-kendala yang ibu alami ketika menjadi peternak sapi?

Informan         : kalo masalah kendala kayaknya gak seberapa sih mas, mungkin kendalanya kalo lagi musim panas gitu ladang/tetel yang baiasanya ditanami rumput tanahnya kering, jadi gak bisa ditanam mas. Jadi kita harus mengeluarkan uang untuk membeli rumput. Belum lagi kalau sapinya sakit, kita harus mengeluarkan uang mas buat ke mantrinya buat nyembuhin sapi yang sakit mas. Mungkin kita susahnya disitu saja mas.

Sambil melihat keadaan sekitar rumah bu tumini, saya ingin menanyakan sesuatu.

Pewawancara  : maaf bu, apa ibu memiliki suatu barang yang penting atau berguna? Misal saja ibu ada televisi, radio gitu?

Informan         : ouh.. kalo masalah televise saya ada 1, radio juga 1, motor juga ada 1 tapi itu juga motor butut mas. Jelek kok, cuman buat pergi kesana kemari, kayak ambil rumput di ladang buat makan sapi aja kok.

Nampaknya sang ibu mulai gelisah mungkin karena ada sesuatu yang harus dikerjakan, dan akhirnya pun berniat untuk mengakhiri percakapn atau wawancara kita kali ini.

Pewawancara : jadi begitu yah bu.terima kasih yah bu sudah mau meluangkan waktunya sebentar. Terima kasih yah bu, mari, assalamualaikum.

Informan         : oh iyah mas, sama-sama makasih juga yah mas.

1 Komentar

lol

pada : 23 June 2015


"sangat Bagus!!"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :