MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Hasil Wawancara Kepada Seorang Peternak Miskin

diposting oleh alhada-fisip11 pada 13 November 2012
di Penelitian - 0 komentar

Informan                     : Bu Lamsia

Umur informan           : 40 tahun

Kategori informan       : Peternak Miskin

Keterangan                  : F = Pewawancara

                                      L = Informan         

 

Assalamualaikum wr.wb.

            Indepth interview dilakukan pada hari Jumat, tanggal 2 Desember 2011. setelah melakukan penelitian melalui kuisioner dan observasi lapangan, saya memutuskan untuk melakukan wawancara dengan salah satu rumah yang letaknya tidak jauh dari balai desa. Pukul 10.00 saya mendatangi rumah tersebut, namun tidak ada orang. Sehingga saya memutuskan untuk kembali ke balai desa. Sore hari pukul 15.00 saya mendatangi rumah tersebut untuk kedua kalinya, meskipun cuaca mendung disertai gerimis. Sesampainya di rumah tersebut ternyata hanya ada 2 anak kecil yang saya duga anak dari informan. Setelah mengetuk pintu dan mencari pemilik rumah, si anak mengatakan bahwa ibunya sedang menyetor susu dan saya dipersilahkan menunggu di dalam rumah. 15 menit kemudian, seorang ibu datang dengan membawa kaleng susu, yang ternyata adalah informan yang akan saya wawancarai. Akhirnya wawancara pun dimulai.

 

Wawancara :

F    : Assalamualaikum, saya mau melakukan wawancara.

      Nama lengkap ibu?

L    : boleh mbak. Saya ibu lamsia.

 

F    : Ibu punya sapi berapa?

L    : Tiga. Satu punya saya sendiri, dua punya anak-anak.

 

F    : Anak yang mana buk? Yang kecil-kecil (laki-laki) itu buk?

L    :Tidak mbak. Anak saya yang perempuan. 

 

F    : Tiga sapi tersebut beli sendiri atau dari orang tua?

L    : Dari orang tua.

 

F    : Semuanya buk? Tiga-tiganya?

L    : Ndag, satu dari orang tua trus melahirkan dan yang satu beli.

 

F    : Owh jadi tiga sapi ini satu dari orang tua, warisan gitu ya buk?

L    : Iya.

 

F    : Trus dua sapi lainnya?

L    : Satu dari anak dan yang satu beli.

 

F    : Belinya itu berapa buk?

L    : Rp 2.500.000,00

 

F    : sekitar tahun berapa buk belinya?

L    : Barusan mbak.

 

F    : Owh barusan. tahun ini buk?

L    : Iya.

 

F    : jenis sapinya apa aja buk?

L    : Ya hitam putih.

 

F    : maksutnya Dara, Pedhet, Babon atau Pejantan?

L    : Owh.. pedhet

 

F    : tiga-tiganya pedhet buk?

L    : Dua pedhet. Yang satu babon dan masih hamil.

 

F    : trus tadi ibu setor susu dari sapi yang mana buk?

L    :Ya dari sini mbak di bawa ke pos

 

F    : Owh jadi susu itu dari babon yang sedang hamil itu buk?

L    : iya

 

F    : lho masih bisa menghasilkan susu meskipun lagi hamil buk?

L    : Masih, tapi ya cuma sedikit.

 

F    : sapinya hamil berapa bulan buk?

L    : 6 bulan menjelang 7 bulan.

 

F    :sapi yang ibu beli sendiri itu jenisnya apa? babon atau pedhet?

L    :Pedhet.

 

F    : kalau yang dari anak buk?

L    : Pedhet juga mbak.

 

F    : jadi sapi yang dari orang tua itu yang babon ya buk?

L    : Iya. Dulunya ya pedhet mbak. Trus digarap terus, jadi babon.

 

F    : kan babonnya sekarang lagi hamil ya buk, itu setiap harinya menghasilkan berapa liter susu?

L    : Kan kalau hamil tua, hasilnya sedikit mbak.

 

F    : sehari berapa liter buk?

L    : Dua liter mbak. Pagi dua liter, sore juga dua liter.

 

F    : berapa jumlah anak ibu?

L    : 3 mbak. Satu perempuan, dua laki-laki/

 

F    : umur berapa buk?

L    ;Yang perempuan 17 tahun

F    : bekerja jadi apa buk?

L    : Babysitter di surabaya tapi sekarang sudah pindah ke kediri.

 

F    : kalau sehari dapat 4 liter, berapa penghasilan yang ibu terima dari kop sae dalam sebulan?

L    : 15 hari sekali ya pendapatan 130.000

 

F    : setahun yang lalu tepatnya tahun 2010, berapa jumlah sapi yang ibu miliki?

L    : Yaa 2 mbak.

 

F    : jenisnya apa aja buk?

L    : Yaa babon sama pedhet itu mbak.

 

F    : berapa liter susu yang dihasilkan dari babon?

L    : Gini mbak, ini tidak normal. Melahirkan itu tidak normal. Jadi keluar air susu tidak banyak. Masih hamil 8 bulan, tapi sudah melahirkan. Anak nya meninggal. Kan paling normal sapi hamil 9-10 bulan.

 

F    : setahun yang lalu, waktu babon yang hamil dapat menghasilkan berapa liter susu?

L    : Iya. Dalam sehari 8 liter.

 

F    : masih lebih banyak dari babon yang sekarang sedang hamil?

L    : Iya.sejak melahirkan secara tidak normal, produktivitas susu meenjadi menurun. Kalau normal, bisa menghasilkan 12 liter sehari.

 

F    ; pada saat produktivitas susu 8 liter, berapa pendapatan yang ibu terima?

L    : Yaa 15 hari itu 200.000 mbak

 

 

 

F    : pernah terjadi perubahan harga terhadap penjualan sapi ?

L    : pernah mbak tergantung dari makan minum nya. kalau kering-kering, misal daun jagung sama klongkong. Minum juga, minumnya air biasa tapi ada csmpurannya. Campurannya istilahnya gamblong, dari ketela pohon di ambil kanjinya. Ketela pohon dibeli dari penjual keliling dengan harga 36rb sekarung

 

F    : berapa pengeluaran untuk hewan ternak?

L    : Vitamin sudah komplit dari kop sae. Harga pembelian vitamin sudah dipotong dari kop sae terhadap pendapatan yang diterima. Jadi sudah dipotong. Sehari 10 liter sae pro ya dapat satu kuintal setengah tergantung kondisi sapinya. Seperti babon ini sudah masa kering ya 25 kuintal.sae pro diberikan setiap 15 hari sekali. Umpamanya sekarang tanggal 5 datang, nanti tanggal 7-8 gajian.

 

F    : sudah berapa lama menjadi peternak?

L    : Kalau saya bukan asli orang sini, saya mulai di sini itu 25 tahun. Dan mulai menjadi peternak ikut orang tua.

 

F    : selama 25 tahun menjadi peternak, kesulitan apa saja yang ibu alami?

L    : Ya kalau musim kemarau aja mbak.

 

F    : kenapa buk?

L    : Karena mencari rumput susah.

 

F    : mencari rumput dimana buk?

L    : Ya dari lahan sendiri mbak. Atau daun jagung. Terkadang bei dari mobil keliling.

 

F    : selain kemarau, kesulitan lain yang ibu hadapi apa saja?

L    : Keluhan dari sapi. Terkadang kembung, terkadang linu.

 

 

F    : bagaimana ibu tahu kalau sapi kembung?

L    : Pernah mbak, kembung itu gejala makan bisa atau gejala minum bisa mbak.  Kata dokter hewan dari kop sae, sapi kembung.

F    : pekerjaan sampingan ibu?

L    : Suami saya menjadi petani dan mempunyai kebun yang diwariskan dari orang   tua. Kebun nya ditanami jagung.

F    : berapa luas lahannya buk?

L    : 750 meter mbak. Panennya setiap 4 bulan sekali.

F    : berapa penghasilan dari menanam jagung saat panen?

L    : Tidak mesti mbak terkadang baik (naik-turun). terakhir panen itu gagal karena  dimakan oleh sapi tinggal suketnya. Jadi dikonsumsi sapinya. Sekali panen bisa satu kwintal dan hasilnya di makan sendiri, tidak dijual.

F    : berapa pengeluaran responden setiap bulan?

L    : Orang sini tidak pernah ngoreksi sampai segitunya. Dalam sehari beras 1 kg. Lauk pauk (sayur) dari hasil kebun sendiri. Listrik 1 bulan 20.000. uang saku anak 5.000 untuk 2 anak. TPQ 1 bulan 3.000.

F    : kepemilikan barang ibu?

L    : Hanya televisi 1 buah dan 1 sepeda motor

F    : buk, saya boleh lihat sapi ibu?

L    : boleh mbak

 

Setelah melihat sapi ibu lamsia,, saya pun berpamitan pulang dan mengakhiri wawancara.

F    : Buk, saya pamitan dulu. Terima kasih banyak ya bu.

L    : Iya mbak, maaf rumahnya kotor

F    : tidak apa-apa bu. Assalamualaikum

 

Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :