MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Deskripsi Hubungan Antar Variabel Yang Mempengaruhi Fertilitas

diposting oleh alhada-fisip11 pada 11 November 2012
di Esay - 0 komentar

 

DESKRIPSI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL 

(POLITIK – NILAI PSIKOLOGI – VARIABEL ANTARA – FERTILITAS)

 

Fertilitas atau jumlah bayi lahir hidup dipengaruhi beberapa faktor antara lan faktor budaya, ekoomi, psikologi, serta politik dan kebijakan. Nah, dalam uraian ini akan menjelaskan salah satu faktor yang mempengaruhi fertilitas, yaitu politik dan kebijakan dua anak cukup.

 

Pemerintah mengeluarkan kebijakan politik 2 anak cukup. Kebijakan ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak secara psikologis terhadap pasangan suami – istri yang ingin ataupun yang sudah memiliki anak. Pengaruh tersebut bisa bersangkutan dengan fertilita ataupun kelahiran anak. Kebijakan politik yang mempengaruhi nilai-nilai psikologis tidak serta merta berpengaruh pula pada fertilitas karena hal tersebut dipengaruhi pula oleh beberapa variabel antara.

 

Untuk mempermudah hubungan antar variabel diatas, kami mencoba menjelaskan dengan memberikan contoh sebagai berikut : dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai dua anak cukup, maka pasangan suami istri ini akan berpikir mengenai berapa jumlah anak yang diinginkan. Mereka akan perpikir ulang mengenai nilai-nilai psikologi anak. Mereka akan memikirkan nilai positif dan nilai negatif anak. Apa fungsi dari kehadiran anak dan apa kekurangan adanya jumlah anak yang banyak. Lalu mereka (pasutri) akan memikirkan nilai keluarga besar dan keluarga kecil. Sehingga jika pasutri tersebut baru menikah dan belum memiliki anak, maka mereka akan merencanakan hanya dua anak. Sedangkan pasutri yang sudah memiliki anak dua, maka mereka akan men-stop untuk tidak memiliki anak.

 

Nilai psikologis tersebut, tidak berjalan sendiri dalam mempengaruhi fertilitas, sebab dipengaruhi pula oleh variabel antara. Contoh saja alat kontrasepsi. Mereka yang sudah beranak dua, akan tetapi masih ingin berhubungan sedangkan pemerintah mengeluarkan kebijakan dua anak cukup, maka pasutri ini akan menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Sehingga fertilitas dapat dikendalikan.

 

Dapa disimpulkan bahwa dari faktor-faktor politik dua anak cukup- nilai psikologis – variabel antara memiliki hubungan yang saling mempengaruhi terjadinya fertilitas atau kelahiran anak hidup.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :