MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Kisahku Dalam Mendapatkan Beasiswa Bidik Misi di UNAIR

diposting oleh alhada-fisip11 pada 02 November 2012
di Pengalaman Pribadi - 3 komentar

 

Kesombongan Awal Dari Kehancuran


            Inilah sedikit kisah yang menceritakan perjuangan saya menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah lulus dari SMA. Mengapa saya memberinya judul kesombongan awal dari kehancuran? Apakah saya pernah menjadi sosok yang sombong? Tapi apa yang bisa saya sombongkan? Marilah kita simak sedikit cerita ini semoga bisa bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita semua.

            Perkenalkan nama saya Muhammad Alhada Fuadillah Habib yang biasa dipanggil Hada, saya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga program studi S1 Sosiologi, saya berasal dari Kabupaten Blitar lulusan dari SMAN 1 Srengat. Sebenarnya saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dan tidak kekurangan (sederhana), bahkan kakek dan nenek saya merupakan salah satu orang kaya di desa saya itu. Ketika di SMA, mulai dari kelas dua saya selalu mendapatkan juara kelas, bahkan 3 kali saya mendapatkan juara paralel (juara tingkat sekolah). Dari situ saya sangat terobsesi masuk ke Universitas yang saya anggap sebagai universitas terbaik di Indonesia yaitu Universitas Indonesia jurusan Akuntansi. Jurusan Akuntansi sangat aku impikan karena ketika di SMA saya tidak pernah mendapatkan nilai akuntansi dibawah 90, bahkan ketika ulangan tidak jarang saya mendapatkan nilai 100, dan akuntansi merupakan mata pelajaran yang paling saya sukai ketika di bangku SMA. Obsesi tersebut lebih membesar setelah ada kakak kelas saya yang sudah kuliah di UI datang menghampiri saya dan menceritakan keindahan, fasilitas, dan gambaran-gambaran yang sangat “Wah..!!” tentang universitas tersebut. Apalagi dia juga memberi tahu bahwa rata-rata nilai raportnya lebih rendah dari rata-rata nilai raport saya ketika ia mendaftar di UI. Hal itulah yang membuat saya semakin percaya diri dan tidak mau menoleh sedikit pun untuk mendaftar ke universitas lain. Namun kenapa pada kenyataannya sekarang saya kuliah di Universitas Airlangga dan memperoleh biasiswa Bidik Misi pula?? Bagaimana saya bisa memperolehnya?? Inilah cerita saya.

            Sebelum pengumuman SNMPTN Undangan, saya ditawari oleh pihak BK untuk mendaftar ke universitas lain untuk jaga-jaga apabila saya tidak diterima di Universitas Indonesia, namun dengan percaya diri saya menolak tawaran tersebut karena saya hanya ingin kuliah di UI jurusan Akuntansi dan tidak yang lain, karena dalam hati saya sangat yakin bakal diterima di Universitas tersebut. Ketika saya ditanya oleh orang lain mau melanjutkan kuliah dimana, dengan percaya diri saya menjawab akan melanjutkan kuliah di UI Jurusan Akuntansi. Kemudian tibalah hari pengumuman SNMPTN Undangan yang saya tunggu-tunggu. Sebelumnya saya merasa melihat pengumuman tersebut hanya sebagai formalitas saja, karena saya merasa yakin pasti diterima karena kakak kelas saya saja yang nilainya dibawah saya sudah ada yang diterima di sana. Dengan rasa percaya diri saya pergi ke warnet untuk melihat pengumuman tersebut. Namun benar-benar di luar dugaan dan perkiraan, ternyata pada kenyataannya, kehancuran hati dan tangisan darah yang saya peroleh. Saya langsung pulang dengan mengendarai motor sangat cepat (ngebut) sekitar 100 km/jam dan tidak memperdulikan apa-apa termasuk keselamatan sendiri. Sesaat dunia seakan hancur lebur, malam itu terasa sebagai malam terburuk yang pernah saya alami, semalaman saya stres dan menagis di kamar sampai terbit fajar. Saya merasa Tuhan tidak adil dan sebagainya, apalagi banyak sekali teman satu sekolah saya yang nilainya dibawah nilai saya diterima melalui jalur SNMPTN Undangan tersebut. Hidup ini seakan sudah tidak berarti lagi. Itulah sedikit gambaran kekecewaan saya pada malam itu.

            Kemudian pagi hari pun datang, ketika minum teh bersama keluarga, Ibu berbicara pada saya bahwa mungkin ini adalah jalan yang terbaik yang diberikan Allah kepada saya, karena orang tua saya kemungkinan besar tidak sanggup membiayai saya kuliah disana karena pada waktu itu orang tua saya lagi bangkrut total, sawah yang ditanami jagung 3 kali berturut-turut tidak bisa panen karena terserang penyakit daunnya putih, selain itu Bapak saya juga baru saja ditipu oleh temannya. Sehingga untuk memenuhi keperluan keluarga saja, orang tua saya harus berhutang kepada rentenir dan juga menjual ¼ tanah sawahnya. Hal itulah yang membuat keadaan ekonomi keluarga saya kacau-balau sampai saat ini. Setelah mendengar nasihat penyemangat dari Ibu, saya langsung berngkat ke SMA untuk menceritakan bahwa saya tidak diterima SNMPTN Undangan dan juga menceritakan keadaan ekonomi keluarga saya yang sekarang dalam keadaan sangat memperihatinkan dan tidak mampu untuk membiayai saya kuliah. Kemudian pihak BK menawari saya ikut seleksi beasiswa bidik misi Universitas Airlangga gelombang ke-3 (terakhir) yang pada waktu itu sudah mau ditutup. Kemudian saya langsung pulang kerumah dan melengkapi seluruh persyaratan termasuk surat keterangan tidak mampu dari kepala desa. Kemudian saya ditemani Bapak saya mencari persyaratan tersebut ke kantor kepala desa, namun pihak desa agak sulit karena mereka masih menganggap keluarga saya merupakan keluarga yang mampu secara ekonomi. Kemudian Bapak saya menceritakan dan memberi bukti tentang keadaan ekonomi keluarga saya saat ini, dan akhirnya Bapak Kepala Desa memberi surat keterangan tidak mampu tersebut dan mendo’akan saya supaya bisa diterima di Universitas Airlangga. Setelah saya melengkapi seluruh berkas-berkas yang harus dibawa, selanjutynya saya dan ke-8 teman saya yang mendaftar beasiswa bidik misi gelombang ke-3 diantar oleh pihak BK ke Universitas Airlangga untuk menyerahkan berkas tersebut dan juga untuk mengikuti seminar sosialisasi beasiswa bidik misi Universitas Airlangga.

            Selanjutnya pengumuman seleksi penerima biasiswa bidik misi diumumkan dan Alhamdulillah saya lolos seleksi dan menerima biasiswa bidik misi nasional. Namun hal itu belum membuat saya lega, saya masih harus mengikuli SNMPTN tulis untuk bisa masuk dan diterima di Universitas Airlangga. Sekali lagi karena kesombangan saya tadi, saya tidak ada persiapan sedikit pun untuk mengikuti SNMPTN tulis sehingga saya sangat kebingungan dan hanya mengandalkan satu buku yang saya pinjam dari teman saya dan saya foto kopi. Hanya satu buku latihan soal SNMPTN tulis itu saja yang saja andalkan, dan tentu saja bersama ilmu-ilmu yang telah saya peroleh dibangku TK sampai SMA, serta yang tidak kalah pentingnya adalah do’a dan ridho Allah SWT dan orang tua. Sebenarnya saya sangat psimis mengikuti SNMPTN tulis ini namun karena tekat saya bahwa saya harus kuliah tahun ini, saya berusaha semaksimal mungkin mengerahkan seluruh kemampuan yang saya miliki. Hal itu karena saya merasa hanya inilah kesempatan terakhir yang bisa saya lakukan untuk dapat kuliah, karena tidak mungkin saya mengikuti program PMDK/Mandiri karena masalah biaya.

            Kemudian hari SNMPTN tulis pun dimulai, saya mengikuti SNMPTN tulis berlokasi di Universitas Brawijaya Malang tepatnya di Fakultas Kedokteran. Program studi yang saya pilih pertama tentu saja Akuntansi dan program study ke-2 yang saya pilih adalah Sosiologi. Setelah selama 2 hari saya mengikuti SNMPTN Tulis saya merasa tidak lancar dalam mengerjakan soalnya, dan itulah yang membuat saya semakin psimis untuk ditrima di Universitas Airlangga. Hanya do’a yang dapat saya lakukan, pada waktu itu setiap hari saya pergi ke Masjid untuk solat wajib dan berdo’a, puasa sunah, solat sunah, berdzikir, taat terhadap orang tua, dan sebagainya, saya merasa hanya itu yang dapat saya lakukan.

            Sebelum hasil selaksi SNMPTN tulis diumumkan, saya melihat kabar di internet bahwa dibuka jalur masuk ke Universitas Indonesia yaitu SIMAK UI. Dengan uang tabungan yang masih saya miliki secara diam-diam saya mendaftarkan diri untuk mengikuti tes SIMAK UI tersebut. Ketika daftar saya memilih program studi S1 Akuntansi, dan D3 Akuntansi, hal ini saya lakukan untuk jaga-jaga apabila saya tidak ditrima di UNAIR dan siapa tahu orang tua saya sudah bisa membiayai saya kuliah di sana.

            Akhirnya hasil selaksi SNMPTN Tulis pun diumumkan, saya benar-benar tidak berani membuka pengumuman tersebut. Apalagi setelah saya mendengar 3 teman satu kelas saya yang mendaftar di Prodi Sosiologi sebagai pilihan pertama, mereka semua tidak ada yang diterima. Bagaimana dengan saya yang mendaftar prodi sosiologi di pilihan ke-2, apa masih mungkin bisa diterima, apalagi ketika saya tanya mereka dulu lancar ketika mengerjakan soal tes SNMPTN tulis sementara saya tidak. Pengumuman SNMPTN Tulis diumumkan sekitar pukul 19.00, namun saya baru berani membuka pengumuman tersebut pukul 22.00 setelah didesak dan dinasihati oleh Ibu saya. Dengan perasaan was-was dan psimis apakah saya bisa diterima di salah satu universitas negeri ternama di Indonesia tersebut. Akhirnya dengan terpaksa saya di temani teman saya berangkat jalan kaki ke sebuah warnet untuk melihat hasil pengumuman tersebut yang sebenarnya akan saya lihat besok pagi. Namun Alhamdulillahirobbil’alamiin, Subhanallah, Allahuakbar, saya bisa diterima di Universitas Airlangga dengan biasiswa bidik misi nasional berkat do’a dan kerendahan hati dan tentu saja juga kerja keras yang saya lakukan. Malam itu saya merasa senang karena sudah ditrima di universitas negeri tanpa harus membebani orang tua dengan biaya mahal.

            Setelah pengumuman tersebut, saya masih sangat penasaran dengan Universitas Indonesia sehingga dengan iseng saya tetap mengikuti tes SIMAK UI yang sudah terlanjur saya daftari, walaupun dalam hati sekalipun saya diterima pasti tidak akan saya ambil karena tidak ada biaya untuk daftar ulang dan juga biaya sehari-hari di sana. Akhirnya setelah mengikuti tes, pengumuman SIMAK UI pun diumumkan dan saya ditrima di D3 Akuntansi. Namun saya tetap memilih S1 Sosiologi di Universitas Airlangga tercinta. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan ridhonya saya bisa ditrima di Universitas Airlangga dengan beasiswa bidik misi walaupun saya merasa tidak lancar bahkan banyak sekali soal yang tidak bisa saya kerjakan ketika mengikuti SNMPTN Tulis, namun jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin terjadi.

3 Komentar

riyanti mayasari

pada : 05 December 2012


"kisah anda memberi saya sebuah inspirasi dan memaknai semua arti kehidupan yg begitu indah yg di berikan oleh ALLAH SWT"


marita fitri

pada : 15 February 2013


"Wah kak, ceritanya benar" memotivasi q bwt trz brjuang agar bisa kuliah.. Aku juga mau dftar program bidik misi di unair.. Tapi masih sedikit ragu.. :/"


syukri

pada : 25 April 2015


"setelah membaca cerita anda saya semakin bingung dan tertekan dengan keadaan saya saat ini"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :