MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Sosiologi Kesehatan

diposting oleh alhada-fisip11 pada 30 October 2012
di Pengetahuan Akademik - 5 komentar

 

Kita akan menjawab beberapa permasalahan yang berkaitan dengan bidang kajian sosiologi kesehatan di antaranya adalah:

  1. Apa pengertian/ definisi sosiologi kesehatan ?
  2. Apa saja topik-topik yang dibahas dalam sosiologi kesehatan?
  3. Bagaimana perkembangan historis sosiologi kesehatan?
  4. Bagaimana kondisi yang melatarbelakangi berkembangnya ilmu di bidang sosiologi kesehatan!
  5. Apa saja kontribusi sosiologi kesehatan dalam menjelaskan fenomena kesehatan (health), healing dan iIlnes?
  6. Bagaimana peran teori sosial dalam dunia kesehatan?
  7. Apasajakah teknik riset yang digunakan dalam sosiologi kesehatan?

 

DEFINISI :

  • Sosiologi kesehatan adalah studi tentang perawatan kesehatan sebagai suatu sistem yang telah terlembaga dalam masyarakat, kesehatan (health) dan  kondisi rasa sakit (illness) hubungannya dengan faktor-faktor sosial (Ruderman : 1981).
  • Menurut ASA (American Sociological Association; 1986) Sosiologi kesehatan : merupakan sub bidang yang mengaplikasikan perspektif, konsep-konsep dan teori-teori serta metodologi di bidang sosiologi untuk melakukan kajian terhadap fenomena yang berkaitan dengan penyakit dan kesehatan manusia. 
  • Sebagai suatu bidang yang spesifik sosiologi kesehatan diartikan pula sebagai bidang ilmu yang menempatkan permasalahan penyakit dan kesehatan dalam konteks sosio kultural dan perilaku. Termasuk dalam kajian bidang ini antara lain; deskripsi dan penjelasan atau teori-teori yang berhubungan dengan distribusi penyakit dalam berbagai kelompok masyarakat; perilaku atau tindakan yang diambil oleh individu dalam upaya menjaga atau meningkatkan serta menanggulangi keluhan sakit, penyakit dan cacat tubuh; perilaku dan kepercayaan/ keyakinan berkaitan dengan kesehatan, penyakit, cacat tubuh, dan organisasi serta penyedia perawatan kesehatan; organisasi dan profesi atau pekerjaan di bidang kesehatan, system rujukan dari pelayanan perawatan kesehatan, pengobatan sebagai suatu institusi sosial dan hubungannya dengan institusi sosial yang lainnya; nilai-nilai budaya dan masyarakat kaitannya dengan kesehatan, keluhan sakit dan kecacatan serta peran faktor sosial dalam kaitan dengan penyakit, khususnya ketidakteraturan emosi dan persoalan stress yang dikaitkan dengan penyakit. 
  • Memperhatikan kedua definisi tersebut jelas terlihat bahwa focus bidang sosiologi kesehatan tidak hanya terpusat pada aspek kesehatan semata melainkan menyangkut persoalan-persoalan yang jauh lebih luas.

 

 

TOPIK – TOPIK UTAMA DALAM KAJIAN SOSIOLOGI KESEHATAN 

                Terdapat 4 kategori topik besar dalam melakukan analisis di bidang sosiologi kesehatan:

1. Hubungan antara lingkungan sosial dengan kesehatan dan kondisi sakit

                Meliputi; (a). Epidemiologi sosial; study tentang trend dan pola penyebaran penyakit (b).Social stress : studi tentang ketidakseimbangan atau situasi yang tercipta karena keinginan berada diatas kemampuan dirinya.

2. Perilaku sehat dan sakit,

Meliputi; (a). Perilaku sehat: studi tentang perilaku yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan yang positif dan pencegahan penyakit  dan (b). perilaku peran sakit : studi soal bagaimana seseorang merasakan sakit, menginterpretasi dan bertindak dalam merespon situasi sakit atau symptom medis.

3. Praktisi perawatan kesehatan dan hubungan antara  praktisi kesehatan dengan pasien

Meliputi; (a). Tenaga professional di bidang kesehatan kesehatan : studi tentang tenaga medis sebagai kelompok professional dalam masyarakat, termasuk : prestige, control sosial yang bersifat internal atau eksternal; pemenuhan pekerjaan dan kesejahteraan/ kepuasan kerja.

 (b). Pendidikan kesehatan dan sosialisasi oleh tenaga medis : studi tentang pendidikan dan sosialisasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan termasuk perekrutan tenaga kesehatan, kurikulum pendidikan kesehatan dan sebagainya.

(c). Praktek tenaga kesehatan tradisional dan pengobatan alternative : studi tentang tenaga kesehatan tradisional yang menerapkan teknik dan prinsip terapi non medis modern.  

 (d).Interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien : studi tentang pola-pola interaksi dokter – pasien dan faktor yang mempengaruhi pola-pola tersebut.

4. Sistem Perawatan Kesehatan

 (a). Sistem kesehatan masyarakat : studi yang menyangkut soal organisasi, regulasi, financing dan masalah kesehatan lainnya.

(b). Health care delivery : study tentang organisasi dan agency yang terlibat dalam pelayanan rujukan kesehatan.

(c). Efek sosial teknologi kesehatan.: mempelajari konsekwensi atau resiko sosial bagi teknologi kesehatan dan kebijakan public yang dibuat.

(d). Comparative health care system : study tentang system perawatan kesehatan dengan daerah lain dan faktor yang mempengaruhi perkembangannya.

 

 

PERKEMBANGAN SOSIOLOGI KESEHATAN : TINJAUAN HISTORIS

-       Rudolf Virchow (1847) mengidentifikasi faktor sosial dan ekonomi sebagai penyebab penyebaran typhus dan menyarankan untuk melakukan perbaikan kondisi ekonomi sebagai tindakan preventive penyakit typhus. Pengaruh struktur sosial besar dalam kaitan health dan illness.

-       Alfred Grotjan (1915) mendokumentasikan peran faktor sosial terhadap health dan illness. Saran yang diberikan : perlu ada peningkatan peran ilmu sosial di lingkungan masyarakat dan provider untuk menangani health problem.

-       Tahun 1930 dan 1940 banyak sosiolog yang menekuni studi di bidang kesehatan. Lawrence Henderson (1935) studi tentang interaksi dokter dan pasien sebagai suatu system; Oliver Garceau (1914); sosiologi politik kaitannya bidang medis dengan melakukan analisis tentang kehidupan politik masyarakat Amerika; George Rosen (1944): studi tentang peningkatan spesialisasi di bidang medis; Oswald (1946) organisasi informal dalam kaitan praktek medis di Amerika.

            Pada tahun 1950 dan 1960  Dinilai sebagai Perkembangan Sosiologi Kesehatan secara formal. Ada beberapa peristiwa (events) yang menyebabkan meningkatnya keterkaitan antara sosiologi dan bidang medis atau kesehatan. Hal yang penting adalah:

1 .Terjadinya Perubahan Dalam Hal Kesehatan, Penyembuhan dan Sakit  Health, Healing and Illness).

        Analisis Rodney Coe (1970) dkk. Perkembangan sosiologi kesehatan di fasilitasi oleh 4 perubahan yang terjadi dalam dunia medis, antara lain:

 (a). Perubahan Pola Mortalitas dan Morbiditas.

Dari penyakit yang bersifat akut dan infeksi (influensa dan tuberculosis) ke yang bersifat chronic, dan penyakit degeneratif (hati, kanker dan sebagainya).

Penyebabnya : social pattern and life style.

 (b). Dampak Pengobatan yang Bersifat Preventif dan Meningkatnya Kesehatan Masyarakat (public health)

Tahun 1800 sampai 1900 public health lebih focus ke bacteriology  dan imunologi (preventing disease occurrence). Setelah tahun 1900 fokus lebih pada upaya protection untuk public health dan menitikberatkan masalah kemiskinan, malnutrisi, kondisi tempat tinggal yang kumuh dsb. (kajian sosiologi) kaitannya dengan kesehatan dan illness.

(c). Dampak  Perkembangan Bidang Psychiatry

Ada perkembangan lebih ke arah psychopsysiological kaitannya dengan diseases dan illness. Misalnya interaksi yang efektive antara pasien dan dokter. Penggunaan lingkungan sosial pasien sebagai bagian dari terapi.

(d). Dampak Administrasi Kesehatan

        Perkembangan di bidang kesehatan sangat nampak seperti; organisasi kian kompleks, fasilitas kesehatan kian berkembang; birokrasi dan kondisi financial serta berbagai aturan yang menyertainya juga semakin beragam.

Sosiologi memfokuskan analisis tentang persoalan organisasi dan struktur; siapa yang rugi dan untung dengan aturan yang ada; menjelaskan cara strategis untuk meningkatkan skill SDM dalam organisasi yang kompleks dsb.

 2. Adanya Legitimasi Eksternal

(a). sekolah kedokteran kian banyak yang meng “hire” sosiolog dalam  fakultas atau universitas. Tidak sedikit yang menyertakan sosiologi dalam kurikulum pendidikan kedokteran.

(b). Banyak government agencies dan private foundation yang memperhatikan bidang sosiologi kesehatan. MisalnyaThe National Institute of Health and the National Institute of Mental Health mensponsori peneliti (sosiolog) untuk meneliti bidang kesehatan. Banyak juga pelatihan  bidang sosiologi diberikan di bidang kesehatan.

3. Pengakuan Secara Kelembagaan Medical Sociology

Pada tahun 1959 secara formal sosiologi kesehatan diakui sebagai seksi di American Sociological Association (ASA).  Pada tahun 1965 ASA mengembangkan jurnal Kesehatan dan Perilaku Sosial. Pada tahun sekitar 1996 anggota ASA yang memfokuskan perhatian pada sosiologi kesehatan telah berjumlah sekitar 1.000 orang dari sekitar 13.000 anggota ASA.

 

KONTRIBUSI SOSIOLOGI DALAM MEMAHAMI HEALTH, HEALING DAN ILLNESS

Kontribusi terletak pada : (a) Perspektif dalam bidang sosiologi; (b). Pendekatan teoritik di bidang sosiologi  dan (c). Ketrampilan dan keahlian melakukan riset kualitatif dan kuantitatif.

a). Perspektif Sosiologi

  • Sosiologi di definisikan sebagai studi ilmiah tentang “human society” dan interaksi sosial.
  • Fokus utamanya: interaksi sosial antar manusia; kelompok; orang/ lembaga di masyarakat.
  • Basic insight nya : sosiologi adalah perilaku manusia ; dibentuk oleh kelompok/ group di mana mereka tinggal dan oleh interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok (Robertson; 1987).
  • Peter Berger (1963): perspektif sosiologi sebagai pencarian terhadap pola umum dan memahami bagaimana fakta yang terbatas atau perilaku individu sebagai refleksi dari pola sosial (social patterns).
  • Fokusnya : delinquencies; interaksi dalam keluarga dan masyarakat berkaitan dengan soal kesehatan, ekonomi dan sebagainya. Intinya sosiolog mencoba mengidentifikasi pola sikap dan perilaku.
  • Menurut Robertson (1987). : dalam ilmu pengetahuan hal penting adalah mengetahui pola umum dan generalisasi serta melakukan analisis; sebab akibat; menjelaskan mengapa sesuatu hal terjadi dan melakukan prediksi tentang kejadian yang akan datang.

b). Pendekatan Teoritik Bidang Sosiologi

Setidaknya ada 3 pendekatan yang menjadi “guidance” bagi pemikir sosiologi (Ritzer ; 1983).

1. Fungsionalism    (Struktural Fungsional)

Para pengamat teori ini memiliki pandangan bahwa:

-       Masyarakat sebagai suatu system (struktur) dengan bagian yang saling bergantung (misalnya; keluarga, ekonomi, dan kesehatan) yang bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan suatu keseimbangan.

-       Tiap bagian diasumsikan memiliki fungsi secara positif dan negative (disfungsi) bagi masyarakat secara keseluruhan.

-       Jika tiap bagian menjalankan fungsi secara baik maka akan tercipta masyarakat yang stabil dan  harmonis.

Oleh sebab itu para fungsionalist akan trampil atau ahli mengidentifikasi integrasi yang efektif dalam masyarakat.

2. Teori Konflik

Penganut teori ini memandang bahwa :

-       Masyarakat sebagai system yang di dominasi oleh ketidakseimbangan sosial dan social conflict.

-       Masyarakat dipandang sebagai kumpulan manusia yang secara terus menerus berada dalam perubahan.

-       Ditandai oleh adanya disagreement tentang tujuan dan nilai; kompetisi antar kelompok terkadang dengan kekuatan yang tak seimbang dan kental terhadap situasi permusuhan.

-       Teoritisi konflik selalu melihat bahwa aturan dalam masyarakat (social order) dibentuk oleh kelompok yang berkuasa bukannya dari hasil suatu consensus sebagaimana teoritisi fungsional memandang.

-       Penganut teoritisi konflik akan trampil dalam mengidentifikasi  ketidakadilan/ ketidakseimbangan yang ada dalam masyarakat.

3. Interaksionism

  • Sementara fungsionalism dan conflict teori memandang masyarakat pada level atau perspektif makro (yaitu masyarakat as a whole); maka interaksionist memfokuskan perhatian pada skala kecil (small scale); day to day interactions among peoples.
  • Masyarakat dipandang sebagai hasil akhir dari episode interaksi yang tak terbatas dan dilakukan setiap hari di mana individu mengintepretasi pesan-pesan sosial dan mereka memberikan respon atas dasar interpretasi yang dilakukan.
  • Dalam bidang medis, interaksionist memfokuskan perhatian pada bagaimana tenaga kesehatan menggunakan strategi khusus seperti; briefing; closed open ended question, menginterupsi komentar dari pasien dsb. Hal ini biasanya dilakukan oleh tenaga perawat kesehatan (dokter) untuk memperkuat dominasi dan mendukung jarak peran.

 

Apa Peran Teori Sosial?

  • Ada pertanyaan mendasar berkaitan dengan terminology sociology of medicine dan sociology in medicine.
  • Apakah focus utama harus diawali dengan teori-teori sosiologi dan metode ( di mana posisi lebih banyak diambil oleh para sosiolog di departemen sosiologi di universitas) atau memberikan kontribusi praktis terhadap praktek medis (artinya posisi diambil oleh sosiolog yang bekerja di sekolah kedokteran dan setting medis yang lain).
  • Mechanic (1990); mengemukakan bahwa sosiologi of medicine sebagai pengujian hipotesis sosiologi dengan menggunakan bidang medis sebagai arena studi. Isu dasar yang dikembangkan adalah; stratifikasi sosial, kekuasaan dan pengaruh (power and influence);  organisasi sosial; sosialisasi dan konteks yang luas tetang nilai-nilai sosial.
  • Sementara itu Strauss memandang Sociology in Medicine sebagai sosiolog yang bekerja sebagai investigators atau technician; memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan sponsor baik pemerintah; rumah sakit; agency, foundation; atau sekolah kedokteran.
  • Pada tahun 1970 dan 1980 para sosiolog dan pihak lain yang bekerja di bidang medis mulai meyakini bahwa pekerjaan dari sosiolog kesehatan tidak relevan untuk membuat keputusan yang bersifat praktis atau kebijakan praktis. Kemudian muncul peneliti di bidang pelayanan kesehatan yang memandu peneliti untuk membatu memecahkan masalah kesehatan secara lebih praktis. Penelitian tentang pelayanan kesehatan concern terhadap perencanaan, staffing, financial, management, operation, maintenance, dan penggunaan system rujukan dalam pelayanan kesehatan.
  • Tentu saja hal seperti ini dinilai bukan suatu displin sebagaimana definisi tradisional yang diberikan oleh akademisi berdasar pada teori dan pendekatan metodologi.

PENJELASAN TENTANG PERLAKU KESEHATAN

            Pada akhir abad 19, Marx Weber mengidentifikasi dua faktor yakni macro factors (kondisi struktur sosial) dan micro factors (pilihan personal) sebagai faktor yang berpengaruh penting terhadap pembentukan gaya hidup. Ia menunjuk dampak kondisi struktur sosial sebagai kesempatan hidup (life chances)  dan dampak pilihan personal/ individu sebagai perilaku hidup (life conduct) dan kedua hal memiliki keterkaitan serta saling bergantung.

        Sebagaimana dikemukakan Abel (1991) saling ketergantungan antara life chances dan life conduct secara khusus dipahami dalam hubungan health dan illness.  Kesempatan hidup yang dimiliki seseorang berkaitan dengan  income misalnya, berpengaruh terhadap perilaku kesehatan individu dan perilaku tertentu seperti jenis perlakuan yang salah  merupakan jenis perilaku yang dapat menimbulkan masalah kesehatan dan dapat mengganggu bahkan menghancurkan kesempatan hidup seseorang.

Apakah Peran Sosiolog Kesehatan?

  • Peran utama adalah mendemonstrasikan dan memfokuskan perhatian pada pangaruh penting kondisi cultural, sosio structural dan kekuatan kelembagaan berkaitan dengan health, healing dan illness.
  • Selanjutnya sosiolog kesehatan perlu me “maintain” spirit kebebasan dan bersikap kritis.

 

Teknik Riset Sosial

                Sosiolog kesehatan bertahun-tahun melakukan riset dengan model yang serupa dengan bidang ilmu alam dan ilmu kedokteran. Teknik riset mendasarkan pada prosedur ilmiah dan empiris untuk memperoleh data kuantitaitf dalam rangka menguji hipotesis.

Teknik Riset dan Koleksi Data :

  1. Survey Research

  • Sangat biasa diaplikasikan dalam sosiologi. Melakukan koleksi data/ informasi secara sistematis tentang attitudes dan behaviors
  • Bisa dilakukan  melalui telepon secara personal  untuk interview
  • Riset survey sangat membantu dalam studi tentang sikap dan nilai serta mendapatkan data pribadi tentang kesehatan dan respon terhadap illness.
  • Sampel biasanya dilakukan secara representative

  2. Experimental Research

  • Mengidentifikasi hubungan sebab akibat antar variabel melalui kondisi yang di kontrol.
  • Eksperimental Riset lazim digunakan di bidang kesehatan seperti; melakukan pengujian materi-materi pendidikan kesehatan;  inovasi dalam pola pengajaran para medical student; mekanisme pembayaran yang baru dan sebagainya.

          3. Observational Research

  • Juga teknik yang biasa digunakan oleh ahli sosologi kesehatan untuk mengetahui masyarakat di lingkungan asli mereka.

           4. Memanfaatkan Data Statisktik yang ada

  • Banyak ahli demography dan sosiolog kesehatan yang mempelajari masalah kesehatan dan reaksi sosial terhadap problem kesehatan melalui pencatatan data statistik
  • Peneliti melakukan pencatatan tentang kelahiran, kematian; catatan medis serta medical resources dsb.
  • Sosiolog kesehatan memiliki kesempatan memberikan komentar kritis berkaitan dengan masalah kesehatan dan ketidakadilan dalam sistem pelayanan kesehatan dan melontarkan kritik guna perbaikan atau fungsionalisasi system.

           5. Critical reflection

  • Sosiolog kesehatan memiliki kesempatan memberikan komentar kritis berkaitan dengan masalah kesehatan dan ketidakadilan dalam sistem pelayanan kesehatan dan melontarkan kritik guna perbaikan atau fungsionalisasi system. 

 

 

KESIMPULAN :

1. Perkembangan sosilogi kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor utama yaitu: (a). perubahan pola penyakit dari yang bersifat akut dan infeksi (influensa dan tuberculosis) ke yang bersifat chronic dan bersifat degeneratif (hati, kanker dsb) sebagai penyebab kematian (mortality dan morbidity); (b). meningkatnya focus perhatian pada faktor perilaku berkaitan dengan health dan illness; (c). meningkatnya pemahaman tentang arti penting interaksi antara dokter dan pasien; (d). kian kompleknya system pelayanan lkesehatan masyarakat;

2. Kontribusi sosiolog kesehatan : study tentang health, healing dan illness melalui perspektif sosiologi untuk (a) memahami bahwa perilaku manusia terbentuk oleh kelompok di mana mereka eksis dan oleh interaksi sosial di mana mereka berada dalam kelompok; (b). pendekatan teori sosiologi (funsionalism, conflict; interactionsm dan (c) . secara empiris melalui penelitian sosial .

3. Tugas penting sosiolog adalah mendemonstrasikan dan memfokuskan perhatian pada pengaruh faktor sosio kultural dan kekuatan institusi terhadap health, healing dan illness serta mengembangkan kebebasan dan sikap kritis(*).

 

 

 

Referensi  :

  1. Fauzi Muzaman; Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan; Jakarta : Unversitas Indonesia, 1995.
  2. Gregory L. Weiss and Lynne E. Lonquist; The Sociology of Health, Healing and illness; second ed.; New Jersey: Prentice Hill Inc., 1997.
  3. Solita Sarwono; Sosiologi Kesehatan: beberapa Konsep Beserta Aplikasinya; Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1993.
  4. Septi ariadi dkk; Studi Analisis Situasi HIV/ AIDS dan Dampaknya Terhadap Anak-Anak, Wanita dan Keluarga di Propinsi Jawa Timur; Kerjasama UNICEF dengan FISIP Unair; Surabaya; Guna Widya, 1999.
  5. Soekidjo Notoatmojo; Pendidikan dan Perilaku Kesehatan; Jakarta: Rineka Cipta; 2003.
  6. Momon Sudarma, Sosiologi untuk Kesehatan, Jakarta : Salemba Medika; 2008
  7. White, Kevin, Pengantar Sosiologi Kesehatan dan Penyakit,ed 3 th, Jakarta: Rajawali Pers, 2011 

5 Komentar

VH

pada : 03 January 2013


"thats is very very good, i like this....
jazakallah khair atas informsiny...."


VYBQXQqZa

pada : 14 January 2013


"Kisah Pak Kades memberikan suebah Hp ke Ketua RT utk memudahkan komunikasi.Suatu saat P. Kades call Pak RT Tole, sambil lari terengah2 Tole nongol di depan Pak Kades, “Tole,,, knp saya tlp tdk diangkat,,,,!!!? malah kamu dtg ke sini ?”Tole: “Iya pak krn waktu Hp bunyi saya liat tertulis PAK KADES MEMANGGIL, makanya itu saya langsung dtg, coba kalo tertulis PAK KADES MENELPON pasti saya ngomong di Hp-nya, Pak."


NebrXwQCGuInPC

pada : 16 January 2013


"/ masih ada reza ningtyas lindh-dia 5 besar Swedish idol pcerormanefs nya jg memukau para juri2 di sana, ada jg Meeghan Henry-dia penyanyi remaja USA-single2nya juga disukai oleh orang2Amerika, bln Maret 2011 kemarin sempat nyanyi di Dahsyat and visit to Indonesia. ada jg Donny Vernianto dia masuk sbg finalis The X-facor Netherlands dia jg berhasil memukau juri dan masyarakat Belanda. Masih banyak jg ada Rossa, Afghan, terry yg sempat duet dgn Julian Cely penyanyi asal Perancis, Shakilla-Queen of Festival, Elfa's singer, Tompi, Lala Karmela penyanyi Indonesia-Philippines selain ngetop di Indonesia jg di Philippines, Rebecca rejman penyanyi Indonesia-Netherlands. dan masih banyak lg .."


ika pelitawati

pada : 08 January 2015


"saya boleh bertanya sedikit gak terkait sosiologi kesehatan ini.
gini, gimana sih kaitan teori parsons dengan sosiologi kesehatan? bagaimana cara penerapan teori ini dalam sosiologi kesehatan?
Jazakallah khair atas informasinya. "


Surya Power

pada : 19 January 2015


"terima kasih mas informasinya berguna untuk menambah wawasan :) salam kenal.."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :