MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Indepth Interview Kepada Seorang Petani Miskin

diposting oleh alhada-fisip11 pada 18 July 2012
di Penelitian - 2 komentar

          Pada kuliah lapangan tipologi sosial ini, saya mendapat tugas individu untuk lebih memahami kehidupan salah satu keluarga petani yang tergolong dalam kategori keluarga miskin. Sebelum saya berangkat melakukan penelitian di desa Panglungan kecamatan wonosalam. Saya telah membuat beberapa kerangka pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada responden indept interview saya. Saya berharap dengan beberapa pertanyaan yang saya buat, bisa membantu saya dalam melakukan wawancara meskipun saya belum tahu siapa yang akan saya wawancara.

            Sesampainya saya di balai desa panglungan, saya dan teman saya bergegas menuju ke dusun arjosari yang lokasinya lumayan jauh dari balai desa tempat saya menginap. Di pertengahan jalan kita berhenti untuk Tanya-tanya  rumah responden satu persatu. kita mencoba bertanya kepada seorang ibu yang sedang berbelanja sayur di depan rumahnya . kami bertanya rumah bapak suwandi ( salah satu responden teman saya )ibu itu berfikir kalau kita adalah tim survey yang akan memberikan bantuan kepada orang – orang yang kurang mampu. Tanpa kita Tanya ibu itu menyuruh kita ke rumah ibu ismini ,  “ ibu ismini itu kasian mb…, dia janda, ibunya sakit, sudah tua mb..”  saya menjawab (mencoba menjelaskan )“ iya ibu, tapi kulo niki mboten ngasih bantuan, kulo niki mahasiswa sakeng suroboyo bade neliti desa kale neliti kehidupan masyarakat mriki  ”. ibu itu menjawab “oooo… iya mb,”. Saya berfikir ibu ismini itu bisa saya jadikan sebagai responden yang akan saya indept interview, kemudian saya kembali bertnya “ ibu ismini niku daleme teng pundi bu?” ibu itu menjawab  “niku mb.., sampean luruuuuuuusss.. ada perempatan sampean belok kiri, tapi jalanya naik mb..” saya menjawab “ehhhmmm…enggeh. Matur nuwon bu,,.” Saya menruskan perjalanan untuk mencari responden selanjutnya. Hari itu saya tidak sempat mencari rumah ibu ismini, saya masih ragu.

            Hari kedua..sekitar jam setengah sepuluh  pagi saya kembali ke dusun arjosari untuk mencari responden yang ada di sampel saya. Saat itu saya mencari rumah bapak triyono, setelah dengan penuh susah payah karena jalanya makadam dan naik saya memutuskan untuk jalan kaki saja. Sesampainya disana saya bertemu dengan bapak triyono. Setelah saya bertanya banyak pertanyaan dan suasana semakin akrab saya mencoba untuk bertanya

Putri R             : “pak? Maaf seblumya? Teng mriki wonten warga tani yang kurang mampu ta pak?”

pak triyono      : “teng mriki niku mb..lima puluh persen warganya kurang mampu”

putri R             : “ehhhmmm.salah sijine sinten pak?”

pak triyono      : “wonten se mb? Niku loe daleme teng ajeng namine niku bu is ismini..”

putri R            : “owh.. niku nyambut gawine nopo pak?”

pak triyono      : “ nggeh buruh tani mb.. ibu ismini niku rondo, mboten ngada suami

putri R             : “nggeh pak kulo mangke mriku..”matur nuwon nggeh pak..? saya menjawab dan langsung berpamitan.

            Saya fikir – fikir ibu ismini itu cocok sebagai responden interview saya. Saya pun datang ke rumah ibu ismini yang ada di depan rumah bapak triyono. Dengan membawa kuisoner ditangan kanan dan jas alamamater saya menuju rumah ibu ismini tersebut, dengan perasaan yang campur aduk dan berharap agar ibu itu mau saya jadikan responden saya. Dengan perasaan seperti itu saya memcoba memanggil ibu ismini.

putri R             : assalamualaikum..? ( sambil mengetuk pintu  yang terbuat dari kayu yang sudah tua)

            sambil menunggu jawaban salam saya melihat – lihat keadaan depan rumah ibu ismini yang lumayan bersih mesikpun banyak pohon yang ada di halaman dan jemuran jarik/ sewek yang mebuat rumah itu semakin sederhana . rumah ibu ismini  yang tampak dari luar sangat sederhana, rumah itu terbuat dari dari kayu / triplek yang sudah tua dan halaman rumah yang masih tanah dan bangunan rumah yangsudah tua.

Ibu ismini        : waalaikumsalam..?

putri R             : maaf ibu..? saya menganggu?

Ibu ismini        : iya mb?(dengan suara pelan) wonten nopo nggeh?

putri R             : “kulo niki mahasiswa PKL teng mriki bu..?kulo badhe tanglet -  tanglet kale ibu? Saget nopo mboten bu?”

ibu ismini         : engeh mb, monggoh mlebet..

putri R             : engeh bu, matur suwon.

            Sambil berjalan ke tempat duduk yang ada di tengah ruang tamu , saya melihat – lihat keadaan dalam rumah ibu ismini. Ruang tamu ibu ismini luasnya sekitar tujuh kali enam meter, di tempat yang lumayan luas tersebut terdapat lemari kayu yang sudah rusak bahkan barang yang ada di dalamnya bisa terlihat karena tidak ada kacanya, televise  empat belas  inci dan tempat tidur tanpa kasur di pojok depan. setelah duduk, saya mengambil kuisoner dan handphone untuk merekam wawancara yang akan saya lakukan.

            Ibu ismini adalah seorang janda kelahiran 1957, umur beliau sekarang lima puluh lima tahun, Pendidikan terakhir ibu ismini tidak tamat SD (sekolah dasar). Ibu ismini memilki tiga orang anak, dua anak ibu ismini sudah berkelurga sudah tidak tinggal sama ibu ismini, anka pertama tinggal di bojonegoro dan anak yang satunya tinggal di desa sumberejo ikut suaminya masing - masing. Pendidikan terakhir empat anak ibu ismini adalah MTs (madrash tsanawiyah). Ibu ismini tinggal bersama dua anggota keluarganya yakni orang tua ibu ismini dan anak terakhir ibu ismini. Orang tua ibu ismini sudah tua dan sakit-sakitan. Orang tua ibu ismini sudah tidak bisa bekerja lagi hanya  bisa tidur di kasur. Sedangkan anak terakhir ibu ismini bekerja di mojokerto sebagai buruh pabrik. Anak ibu ismini tidak selalu bisa menemani ibi ismini setiap waktu, anak ibu ismini  pulang seminggu sekali.

            ibu ismini  seorang buruh tani, dia tidak memiliki lahan sendiri tetapi beliau mendapat pinjaman dari perhutani sebesar seperempat  hektar. Selain merawat lahan tersebut dan untuk menambah penghasilan ibu ismini menjadi buruh tani di lahan milik orang lain. ibu ismini bekerja mulai jam enam sampai sebelas  siang. Dengan penghasilan tujuh belas ribu lima ratus rupiah  tiap hari. Dan untuk hasil lahan yang dapat pinjaman setiap kali panen mendapat sekitar lima ratus ribu rupiah . penghasilan itu tidak dapat mencukupi kebutuhan ibu ismini dan keluarga.

putri R             : ibu penghasilane pinten bu?

ibu ismini         : nggeh mboten mesti ngeh?lek teng ngada.e tiang ngeh sedinten.e pitulas setengah.

putri R             : terus ladang perhutani niku penghasilan pinten bu?

Ibu ismini        : tiap panen niku lima ratus ribu rupiah setahune tigo kali panen

putri R             : ibu, cukup nopo mboten bu? Penghasilan sak wonten niku?

Ibu ismini        : nggeh mboten cekap?

putri R             : trus bu? Lek mboten cekap ibu yeknopo? Sadean nopo ngutang bu?

Ibu ismini        : ngeh sadean nopo? Ngutang teng bakul mb.

putri R             : nyauri yek nopo bu?

Ibu ismini        : ngeh kulo lek wonten kerjo nak tiang ngeh kulo bayar, kadang dibayar kale anak kulo tapi lek mriki dan ngada nyotro, lek mbotan ngada ngeh nyauri kiyambak.

            Orang tua ( mak ibu ismini ) sudah satu  tahun sakit, beliau sakit asam lambung yang sudah parah, sebelum orang tua ibu ismini sakitt, keluarganya mempunyai sedikit tanah dibelakang rumah, tetapi untuk pengobatan orang tuanya, ibu ismini merelahkan tanah tersebut untuk dijual dan digunakan untuk pengobatan orang tuanya dan keperluan sehari – hari.

            Mak ibu ismini  sudah dibawah ke rumah sakit sebanyak lima kali, dan opname tiga kali opname di rumah sakit, karena ketidak adaan biaya saat dibawa kerumah sakit hanya melakukan obat jalan. Ketika saya sedang melakukan wawancara saya merasa sangat prihatin karena mendengar tangisan kesakitan dari salah satu kamar ibu ismini, ternyata itu orang tua ibu ismini yang tidak bisa menahan sakit . Ibu itu menagis tambah keras munkin waktu itu penyakit yang ada dalam tubuh mak ibu ismini sedang kambuh.

ibu ismini         : mb..sekedap ngeh? ( menuju kamar orang tuanya)

putri R             : engeh bu..

setelah masuk kekamar orang tuanya lalu menuju ke dapur dan keluar membawa sesuatu barang kecil dan saya tidak tahu apa yang dibawa..

tidak lama kemudian tangisan itu sedikit mereda..,

            saya sudah tidak sanggup lagi di dalam rumah tersebut,  saya  menahan air mata saya tapi tetap tidak bisa. Akhirnya saya memutuskan mengakhiri wawancara saya. Dengan mata yang berkaca – kaca saya menuju kamar orang tua  ibu ismini dan berpamitan kepada ibu ismini, dan mencoba berpamitan kepada orang tua ibu ismini.

putri R             : ibu kulo bade mantuk ngeh? Ibu cepet sembuuh?

Orang tua ibu ismini hanya  berkedip dan menatap wajah saya.

Ibu ismini        : mb.. emak iku mboten keringih..

putri R             : ehhhmmmm…..enggeh bu..? ( saya hanya mengelus bahu dan menatap wajah orang tua ibu ismini ),,

                        kulo mantuk riyen ngeh bu…? (mencoba berpamitan lagi)

Emak ibu ismini          : ( tetap menatap wajah saya dan menganggukan kepala)

putri R             : (menghadap ke ibu ismini )bu.. maaf, kulo badhe foto mak.e ibuk mbotan nopo2 ta?

Ibu ismini        : enggeh, mboten nopo2, monggoh..

          Saya langsung mengambil gambar orang tua ibu ismini sebagai dokumentasi saya, kan mengambil tas saya dan member souvenir kepada ibu ismini.

2 Komentar

NPRLQVXPlkovq

pada : 08 August 2012


"Pakdeeeee..kok kita sehati yaaaa sama2 peenagmgr arloji guedhe!saya hanya punya 3 dan saya suka semuanyaaananti kl kita kodar, kita ukur yok, gedean jam siapa kira2..[WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us '0 which is not a hashcash value.oke aku tak mbawa jam yang paling ngetOp gedenya"


IjzNEcfzoEyroRC

pada : 09 August 2012


"ndak pernah pake jam taangn lagi, semenjak jam taangn kesayangan saya terlempar begitu dashyat ditengah jalan raya, apesnya kelindes mobil yang lewat .. [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us '0 which is not a hashcash value.syokurlah bukan taangnnya yg terlempar nduk"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :