MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Indepth Interview Kepada Seorang Tokoh Wanita (PKK)

diposting oleh alhada-fisip11 pada 18 July 2012
di Penelitian - 2 komentar

          Pada hari Sabtu, 26 Mei 2012 merupakan hari ketiga kami dari kelompok 3 melakukan kuliah lapangan Tipologi Sosial di Desa Panglungan, Wonosalam, Jombang. Pada hari itu saya mempunyai kewajiban untuk melaksanakan satu tugas lagi sebelum esok hari kembali ke Surabaya, yaitu melakukan indepth interview dengan seorang tokoh wanita di desa tersebut. Sekitar jam 18.30 kira-kira setelah magrib saya meminta teman saya yaitu Abdul untuk mengatarkan saya melakukan indepth interview. Sebelumnya pada siang hari, saya sudah janjian dengan yang bersangkutan bahwa akan mewawancarainya setelah magrib dan beliau menyetujuinya.

          Kemudian saya beserta teman saya menuju rumah seorang tokoh wanita di desa tersebut yang bernama Bu Warsito. Beliau memang bukan isteri Lurah Desa Panglungan yang biasa menjabat sebagai Ketua PKK, namun beliau merupakan isteri dari kepala Dusun Panglungan yang sangat berperan aktif dalam berbagai kegiatan desa yang melibatkan ibu-ibu PKK.

          Sesampainya di kediaman Bu Warsito, “Assalamu’alaikum” (sambil mengetok pintu yang kebetulan sudah terbuka), (terdengar suara dari dalam menjawab) “Wa’alaikumsalam, sinten?”, “Kulo bu, Nelly bade wawancara”. “O..enggeh mbak, sekedap nggeh”. Kemudian muncullah Bu Warsito serta  Pak Warsito lalu mempersilahkan kami masuk dan duduk di kursi rumahnya. “Bade wawancara nopo to mbak?” (tanya Bu Warsito). “Niki lho bu, kulo wonten tugas saking dosen kulo dikengken wawancara mendalam, lha kulo kebagian tokoh wanita teng deso mriki” (jawab saya). “Wah nek tokoh wanita iku ya bu polo (bu lurah) mbak sing dadi ketua PKK” (ujar Bu Warsito). “Kulo sampun teng griyane bu polo (bu lurah) tapi bu polo nipun mboten enten teng griyo, dados kulo pilih Bu Warsito selaku Bu Kasun Panglungan sing kulo dadosaken narasumber, meniko bu kasun enten waktu damel wawancara?” (ujar saya). “O..mboten nopo-nopo mbak, arep takon opo mbak?”(tanya bu kasun). “Niki bu, bagaimana peranan atau partisipasi ibu-ibu di Desa Panglungan dalam kegiatan untuk memajukan desa?”. “Enggeh PKK niku mbak, ibu-ibu dikumpulkan untuk ikut serta kegiatan-kegiatan PKK” (ujar bu kasun).

          “Kegiatan PKK teng mriki niku nopo mawon bu?” (tanya saya). “Nggeh posyandu niku nggeh termasuk kegiatan ibu-ibu PKK, koperasi simpan pinjam, arisan, pelatihan ketrampilan, kegiatan penyuluhan-penyuluhan, pengajian, lan lain-lainne mbak” (jawab bu kasun). “Dalam kegiatan posyandu niku kegiatanne ibu-ibu PKK nopo mawon nggeh bu?” (tanya saya kepada bu kasun). “Nggeh kegiatan ibu dan anak mbak, kados penimbangan bayi sing berjalan tiap bulan sekali, imunisasi bayi sing direwangi bidan” (ujar bu kasun). “Lha nek enten ibu sing mboten ngikuti niku pripun bu?” (tanya saya). “Nggeh diparani neng omahe mbak, tapi biasane poro ibu iku pun sukarela ngikuti kegiatan posyandu mbak” (tegas Bu Warsito). “Oalah ngonten nggeh bu, lha kegiatan koperasi simpan pinjam niku pripun bu?” (tanya saya lagi). “Ngene mbak, kalau koperasi niku ketuane bukan ketua PKK jadi beda lagi, lalu ketentuanne anggotane niku harus pinjam di koperasi sedangkan SHUne niku di bagikan setiap 3 tahun diberikan lagi kepada anggota koperasi” (ujar bu kasun).

          “Lalu kegiatan rutin yang dilakukan ibu-ibu PKK selain itu ada apalagi bu?” (tanya saya kepada bu kasun), “kalau yang rutin tiap minggu pengajian mbak, itu ketempatannya sukarela mbak jadi siapa saja yang mau ketempatan ya boleh”, “Ibu-ibu PKK nggeh mboten nentukaken harus enten hidangane opo mboten, niku terserah wong sing berketempatan dados mboten enten paksaan mbak” (tambah bu kasun). “Menawi arisanne niku pripun bu?” (tanya saya). “Nek arisan niku perbulan mbak, dados seumpami angsal arisan bulan niki berarti bulan ngajeng kanggenan arisan ngonten seteruse” (jelas Bu Warsito).

          “Trus ibu tadi sempat berbicara mengenai pelatihan ketrampilan, itu bagaimana maksudnya bu? Bagaimana bentuk kegiatannya?” (tanya saya), “Jadi begini mbak, PKK memanggil guru ketrampilan dari Mojokerto untuk mengajari ibu-ibu di Desa Panglungan kursus menjahit rutin hampir tiap bulan pada tanggal 10” (ujar bu kasun) . “O..niku sing nderek ibu-ibu sing purun mawon nopo....” (tiba-tiba pertanyaan saya langsung dijawab oleh bu kasun) “nggeh sedoyo mbak mulai Dusun Panglungan, Mendiro, Dampak, Sranten, lan Arjosari ibu-ibune diundang kabeh, prihal saget hadir utowo mboten nggeh niku tergantung masing-masing tiyange mbak” (tegas Bu Warsito). “Ngonten tho..terus niku hasile ketrampilane nopo mawon bu?” (tanya saya lagi). “Nggeh tas, krudung, mukena, lan lain-lain” (jawab Bu Warsito). “Niku disade nopo didamel kiambak hasile ketrampilane niku?” (tanya saya). “Nggeh enten sing didamel kiambak lan enten sing disade teng koprasi  mbak” . “Enten malih kegiatan ndamel kue, gurune niku sami kalihan guru sing ngelatih kursus menjahit. Niku malah katah ibu-ibu sing minat kursus masak kue niku” (tambah Bu Warsito).

          “Terus tirose enten penyuluhan bu, niku penyuluhan semacam nopo nggeh?” (tanya saya kembali). (Lalu Pak Warsito ikut menyambung jawaban) “Niku biasane ibu-ibu PKK bekerjasama kalihan dinas kesehatan kabupaten kota ngadakaken penyuluhan tentang Program Keluarga Berencana, bahaya HIV/AIDS nggeh kados niku-niku, panggon penyuluhane yo jelas neng balai Desa Pangglungan” (tegas Pak Warsito).

          “Dados peran ibu-ibu teng Desa Panglungan niki katah nggeh, ibu-ibu teng mriki sak niki aktif nderek mbangun desa supaya lebih maju” (tambah saya). “Lha nggeh mbak, mosok pekerjaan ibu-ibu cuma mandek dadi ibu rumah tangga ora maju-maju desane engko” (kata Bu Warsito sambil sedikit tertawa). “Nggeh pun, cekap semanten wawancarane bu pak, menawi enten kata-kata kulo sing luput kulo nyuwun ngapuro nggeh” (kata saya). “Oalah podo-podo mbak mas, wong tuwo nggeh akeh lupute” (jawab Pak Warsito). “Nggeh pun Assalamu’alaikum” (pamit saya dan Abdul). “Wa’alaikumsalam” (jawab Pak Warsito dan Bu Warsito). Dan kemudian kami kembali pulang menuju Balai Desa Panglungan tempat saya dan teman-teman menginap.

2 Komentar

vLyDGIrl

pada : 08 August 2012


"Have you ever considered addnig more videos to your blog posts to keep the readers more entertained? I mean I just read through the entire article of yours and it was quite good but since I'm more of a visual learner,I found that to be more helpful well let me know how it turns out! I love what you guys are always up too. Such clever work and reporting! Keep up the great works guys I've added you guys to my blogroll. This is a great article thanks for sharing this informative information.. I will visit your blog regularly for some latest post."


nwhpIBiEhgwraAPADCW

pada : 09 August 2012


"Mengikuti Online Training Work From Home System this is FREE. Selama Anda memiliki ktepuomr, akses internet dan speaker, Anda bisa mengikuti ini. Dalam sesi selama 45 menit, Anda akan mempelajari 4 Langkah Bekerja Dari Rumah, Bagaimana Anda bisa memiliki 1-3 juta dalam 72 hari pertama Anda.Coba cocokkan waktu Anda : Online Training Work From Home System, diadakan setiap Selasa & Kamis jam 19.45 WIB. Cek Agendanya di Live-Free Online Training"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :