MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Indepth Interview Kepada Seorang Tokoh Agama

diposting oleh alhada-fisip11 pada 18 July 2012
di Penelitian - 2 komentar

          Pada tanggal 24 mei 2012 sampai tanggal 27 2012, saya bersama teman sekelompok saya yang berjumlah 13 orang termasuk saya melakukan praktik kuliah lapangan mata kuliah Tipologi Sosial di wonosalam, tepatnya di desa pangklungan. Kami melakukan kuliah lapangan guna mendapatkan informasi atau data yang valid, kami melakukannya dengan cara wawancara door to door  ke masyarakat setempat yaitu wawancara dengan panduan kuisioner (kuantitatif) dan indept interview (kualitatif).

          Pada hari sabtu tanggal 26 Juni 2012, Setelah selesai sholat magrib, saya bersama teman saya yang bernama Abdul Bukhori Muslim datang ke rumah bapak Gufron untuk melakukan wawancara indept interview. Kebetulan beliau baru saja pulang dari masjid. Beliau dengan senang hati mau menerima kami dan membantu menyelesaikan tugas wawancara mendalam terhadap beliau.

          Pak Gufron adalah seorang takmir masjid sekaligus seorang guru agama di desa pangklungan. Beliau lahir di kota Jombang pada tanggal 13-07-1956. Kegiatan sehari-hari Pak Gufron adalah menjadi seorang guru sekaligus sebagai kepala sekolah serta pemilik yayasan MTs tersebut serta menjadi imam di masjid tempat tinggal Beliau. Beliau juga mengajar mengaji di rumahnnya, pak Gufron berkata “ini semua saya lakukan sebagai bentuk pengabdian saya kepada Yang Maha Kuasa dan kepada masyarakat sini”. Lalu saya bertanya “apakah dalam mengajar mengaji dan menjadi imam di masjid, Bapak mendapatkan gaji?” (sambil tertawa) Beliau menjawab “ya jelas enggak to mas, lha wong saya melakukan ini semua ikhlas karena Allah to mas, Allah-lah yang akan memberi upah kelak jika apa yang saya lakukan ikhlas mas”. Kemudian istri pak Gufron  datang membawa jajan dan minuman sambil berkata “monggo diunjuk”. Kamipun menjawab “ njeh bu...”(sambil tersenyum dan menganggukkan kepala).

          Sebelum pak Gufron datang ke desa pangklungan kecamatan wonosalam kabupaten jombang, masyarakat pangklungan banyak yang tidak mengaji dan para perempuannya banyak yang tidak berjilbab. Kemudian pada tahun 1979 pak Gufron datang ke desa pangklungan untuk mengajar ilmu agama. Saat itu beliau juga mengadakan pengajian rutinan untuk masyarakat pangklungan. Dari kebiasaan itu, akhirnya pak Gufron dipercaya untuk menjadi imam di masjid dan juga dipercaya untuk menjadi takmir masjid di desa itu.

          Selang beberapa waktu setelah pak Gufron menjadi takmir dan imam di masjid, beliau bersama masyarakat kemudian mengadakan acara-acara islami seperti:

  1. Mengadakan tahlilan setiap minggu.
  2. Rutinitas yasinan setiap minggu.
  3. Mengadakan pengajian setiap bulan.
  4. Mengajar mengaji.

          Pak Gufron mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut mempunyai tujuan agar masyarakat sekitar bisa menjadi lebih baik dari segi agama, solidaritas, dan kemasyarakatan masyarakat desa pangklungan. Serta mengajar mengaji  dengan tujuan agar masyarakat lebih menghargai Al-qur’an sebagai kitab suci umat Islan dengan cara mulai dari berpakain dan sikap masyarakat pada saat belajar atau mengkaji Al-qur’an tersebut.

            Pak Gufron dalam mendidik anak-anak dalam belajar juga menyertakan orang tua untuk diajak bekerja sama dalam mendidik anak, hal ini juga sangat penting bagi orang tua para murid, agar para orang tua juga mau ikut serta dalam proses pembelajaran/pengkajian Al-Qur’an di rumah dengan cara sering menanyakan apa saja yang di ajarkan pada saat proses belajar mengajar. Dan jika ada salah satu murid yang tidak begitu paham atau bermasalah, di wajibkan orang tua melaporkannya kepada Pak Gufron, karena akan menjadi evaluasi buat para pengajar dan orang tua. Sesuai dengan impian beliau, beliau ingin mencetak generasi-generasi muda yang berkompeten bagi masyarakat. Jadi jika ada salah satu murid yang ada problem di wajibkan untuk di evaluasi. Selain itu juga Pak Gufron juga mengadakan pertemuan setiap 1 bulan sekali untuk orang tua bertemu dengan para pengajar dan Pak Gufron. Hal ini dilakukan agar kita sebagai orang tua lebih paham tentang pengetahuan agama dan pengembangan anak-anaknya. 

          Penaruh globalisasi sangat dirasakan oleh masyarakat desa pangklungan. Selain membawa perubahan kearah yang positif, globalisasi juga berdampak negatif bagi masyarakat desa pngklungan. “Pada saat ini masyarakat desa pangklungan sudah tidak seperti dulu lagi, pasalnya masyarakat yang sudah mulai mengenal islam lebih dalam luntur dengan adanya pemikiran-pemikiran barat yang tidak sesuai dengan budaya kita masuk disini, dan yang paling banyak perubahan adalah pada generasi muda disini, karena banyak generasi muda disini larut serta ikut-ikutan dengan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya kita”. ujar pak Gufron.

          Menurut pak Gufron, cara untuk mengatasi krisis keagamaan adalah dengan kembali kepada Allah untuk kembali ke jalan yang lurus dan hal itu harus dimulai dari diri sendiri. Memang kita tidak dapat menghindari globalisasi karena kita memang membutuhkan hal itu, tetapi  kita harus menyaring terlebih dahulu apa yang akan kita pakai atau kita tiru. Jadi, perjuangan dijalan Allah itu tidak boleh berhenti karena jaman. Salah satunya adalah menjadi masyarakat yang cerdas dalam menentukan sesuatu yang akan diterapkan dalam hidupnya.

            Kemudian pak Gufron memberi pesan “dalam mencari ilmu kita harus berjuang untuk mendapatkannya walau apapun menghadang, karena ilmu adalah harta yang paling berharga serta orang yang berilmu pasti akan dihormati, hadist rosul-pun meriwayatkan bahwa ‘carilah ilmu walau ke negeri china’ karena ilmu itu sangat mulia”.

            Setelah informasi-informasi telah saya peroleh dalam wawancara yang telah saya lakukan kepada bapak Gufron terasa cukup, walau masih banyak informasi yang perlu digali. Saya mengakhiri wawancara saya dengan pak Gufron. Saya sangat berterima kasih kepada pak Gufron karena telah meluangkan waktunya untuk saya wawancarai begitu juga dengan suguhan makanan dan minumannya. Saya pun langsung pamitan dan mengucapkan salam.

2 Komentar

kZLyiGybIdur

pada : 08 August 2012


"salam,boleh tak nina nk ckp.. im so proud of you. your skill rocks!too bad nina x minat sgt photography. Suka adimre hasil kerja org je. Anyway keep it up okay? Take care!Samat berpuasa & membuat preparation Aidilfitri :)"


qPBoVKhaVxUt

pada : 09 August 2012


"Tulisannya bagus banget kak. Bahasanya lmbeut dan berani. Seharusnya aku yang nulis ini. Tulisannya buat aku ngerenung dan melihat diriku. Makasih ya dah nulis ini. Semuanya yg ditulis bener... Jempol buat hacigo, tulisannya jauh lebih bagus dari aku. :k1 :a4 :k4"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :