MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Indepth Interview Kepada Seorang Peternak

diposting oleh alhada-fisip11 pada 18 July 2012
di Penelitian - 2 komentar

Assalamualaikum wr. wb

          Pada tanggal 24-27 mei 2012 kami di tugaskan melakukan kuliah lapangan Tipologi Sosial di kecamatan wonosalam, kabupaten Jombang. Saya dan teman-teman yang berjumlah 13 orang kebetulan mendapatkan tugas di desa pangklungan. Kami ditugaskan melakukan indeph interview untuk menggalih data informasi yang lebih dalam untuk menemukan fakta yang menarik.

            Pada hari ke-2 saya melakukan indeh interview, saya dan teman saya mendatangi rumah Pak Kamari,saat saya dan teman saya mengetuk pintu dan menuggu ada yang membuka pintu saya melihat-lihat keadaan pekarangan rumah pak kamari, dismping rumah beliau terdapat kandang sapi. Pada saat saya melihat-lihat tiba-tiba ada yang membuka pintu yaitu menantu pak kamari, saya kemudian menanyakan apa pak kamari di rumah apa tidak, menantu pak kamari memberitahukan bahwa pak kamari sedang keluar mencari rumput dan memberitahukan untuk kembali kerumah beliau setelah jum’atan, memang saat itu bertepatan dengan hari jum’at. Akhirnya saya dan teman saya berpamitan serta berterimakasih.

           Saat saya dan teman saya sampai depan gang rumah pak kamari saya dan teman saya bertemu dengan bapak-bapak yang sedang membonjeng rumput dengan sepsda motornya, kemudian saya berhenti dan menayakan apakah beliau pak kamari dan beliau menjawab iya. Setelah itu saya menjelaskan maksud kedatangan saya untuk meminta waktu sebentar dan melakukan wawancara, beliau memahami dan menyilahkan kami untuk duduk di tempat penjualan hasil susu perah sapi beliau dan beliau mengantarkan kerumah beliau rumput yang telah beliau dapatkan dapat. Kemudian pak kamari kembali menghampiri saya, setelah itu saya meminta izin untuk mewawancarai beliau dan beliau mengiyakannya. Pak kamari merupakan peternak sapi perah yang merupakan pekerjaan pokok beliau, serta baliau memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani.

           Pak kamari saat ini berusia lima puluh tahun dan memiliki tiga orang anak, pak kamari memulai usaha sapi perah pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluh dua, beliau pada saat itu berusia dua puluh dua tahun dan masih bujangan. Awal mula beliau usaha sapi perah adalah mendapat dukungan dari orang lain yaitu guru beliau yang saat itu menjabat sebagai pengurus KUD, pak kamari diberi biaya untuk membeli lembu, istilah masyarakat desa tersebut menyebut sapi. Pak kamari kemudian membeli dua ekor sapi dan beliau membayar utang untuk membeli sapi dengan mencicilnya, saat itu beliau memberi uang muka sebanyak tigaratus lima puluh ribu rupiah. pak kamari pada saat itu membeli dua sapi seharga tiga juta. Pak kamari ingin merubah nasib sehingga beliu usaha sapi perah agar tidak bergantung pada orangtua dan meringankan beban orangtua beliau. Sebelum beternak sapi perah pak kamari bekerja sebagai buruh tani untuk membantu orang tua beliau.

           Pada waktu itu ada yang tidak setuju pak kamari beternak karena dianggap tidak akan berhasil. Namun keluarga beliau selalu mendukung usaha pak kamari. Setelah ada hasil dan beberapa lama pak kamari sukses dengan hasil ternaknya oarang-orang mengikuti jejak pak kamari untuk beternak sapi perah padahal pada saat itu hanya sedikit yang beternak sapi perah.

           Dalam menjalankan usahanya, pak kamari tidak pernah mengalami kesulitan maupun kesedihan karena beliu selalu mendapat dukungan dari keluarga serta istri beliau, beliau menikah setelah ternak beliau sukses. Pak kamari selalau merasa senang dalam usaha ternak sapi perah beliau karena beliu menganggap ternak beliu akan berhasil apabila beliau benar-benar serta serius dalam menjalankan ternaknya. Pada saat itu usaha yang mampu menaikan perekonomian adalah ternak sapi perah sehingga beliau bersyukur usaha ternak belaiu berhasil. Saat ini sebanyak delapan puluh enam orang yang telah usaha ternak sapi perah padahal dulu hanya ada empat orang yang usaha ternak sapi perah termasuk pak kamari. Saudara-saudara pak kamari pun telah merasa pak kamari sukses dalam usaha ternak sapi perah sehingga saudara pak kamari ada yang mengikuti jejak pak kamari untuk usaha ternak sapi perah.

           Tiap hari pak kamari memberi pakan pada sapinnya berupa rumput, KBA, mineral, obat agar kondisi sapi ternak beliau tetap sehat serta diberi garam pada minuman sapi perahnya agar mau memakan pakannya dan cepat besar. Pak kamari setiap hari selalu mencari rumput untuk memberi pakan pada sapinya. Beliau tak merasa capek karena beliau telah menganggap beternak sebagai hobi belaiu sehingga tidak merasa jenuh dan bosan. Salah satu anak pak kamari ada yang tidak mau bekerja diluar atau mencari pekerjaan lain selain mengikuti orang tuannya beternak sapi perah karena anak beliau seakan merasa seperti pak kamari, yang dianggapnya beternak sebagai hobi. Anak pak kamari tersebut bernama Agung.

           Bagi beliau hasil ternak sapi perah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pak kamari memiliki tempat penjualan susu sapi perahnya di depan gang rumah beliau. Setiap hari susu sapi beliau menghasilkan susu sebanyak dua puluh liter. Tiap hari hasil susu perah sapi belaiu dijual di tempat penampungan susu sapi yang akan dikirim ke pabrik. Susu tersebut ditampung di dusun Dampak desa pangklungan.

           Menurut pengalaman pak kamari tips sukses dalam usaha ternak sapi perah adalah tekun dalam melakukan usaha untuk berhasil, memiliki kemampuan dalam merawat serta mengurus sapi. Dalam penglaman beliau untuk berhasil dalam ternak sapi perah dibutuhkan tiga hingga kali belajar dalam beternak yang baik. Pak kamari sering memberikan ilmu pada anak-anak muda maupun temannya tentang bagaimana beternak yang baik saat beliau berkunjung kerumah tentangga maupun teman beliau. Pak kamari ingin memberikan informasi kepada anak-anak muda tentang bagaimana kesenangan dalam beternak agar mereka tau begaimana berusaha dan tidak hanya diam tidak melakukan apapun serta tidak bekerja. Setelah pak kamari selesai menceritakan kisah perjalanan hidupnya dalam usaha ternak sapi perah saya dan teman saya berpamitan pada pak kamari karena informasi terlah saya peroleh dan saya mengucapkan terima kasih saya pada pak kamari kemudian saya memberikan souvenir.

2 Komentar

QjXctfSJDEFgsg

pada : 07 August 2012


"good evening Mr. fish. I miss evbdyeory. It' s rain invietnam all day. But I' m very happy with my grup. pak ka- pow. sorrow and ta pai. I miss you indeed. See you later. beng karn. jub jub."


XHcNGQEnwBYqU

pada : 09 August 2012


"(Sports) update: 070109: I now own the kidnle DX. And it fits perfect in this bag. Everything else in the review applies with the Dx in the bag they same as the other kidnle devices. After all this time of useage, everynight, it is holding up really well. I bought the 9 12. The kidnle 2 fits in nicely. I put the kidnle in the bag while the kidnle is in my oberon cover, and it fits fine. I also have a kidnle 1, and did a fit test with it, it fits in with the cover a little tighter, but fits. The plastic is clear, and I don't have a problem with glare. I can use the side buttons on both kidnles without problems. The plastic is a little stiff, so the scroll wheel on K1 didn't work well, and the 5 way on K2 took some practice. I could use the keyboard on K2 after a minute of practice. Forget about using the slider to put it to sleep, I put it in the bag, wake it up, and then seal the bag. I'm not saying the slider is unusable in the bag, but it was to much trouble to bother with. The top of this bag seals with 5 twist clamps. I wasn't very trusting of this, so I put some small rocks and some paper towels in the bag (without the kidnle of course) and dropped it in the tub. I left it for 15 minutes, which-of course- would never happen even if I dropped my kidnle in the tub, but I wanted to give it some time. When I took it out, I dried the outside really well, then opened the bag, everything was completely dry inside. So, for the kidnle, it is water proof. I can't test the actual sea worthiness, as far as dropping a camera out of a boat type situation. It did sort of float, by the way. Not in a life vest sort of way, but the yellow band did stay toward the top to be grabbed easily out of the water. I didn't notice any condensation build up, but I put the little moisture absorbing bags that you get with shoes and OTC medicine in the bag when I use it. The stuff is silica I think? I know you can buy them, but I've forgotten the name, I'll research and come back and update that part. I've also just put in some cotton, for short periods, and that seems to have worked, but someone with more technology skills would have to make recommendations to you on that. Overall, I like this product, it works, is easy to use, and for the kidnle works well. I also tried other things in this bag, I could fit my iphone and my camera both in easily together. And I have a Sony 505 and 700 and both of those fit in, individually, with their cases as well."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :