MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Indepth Interview Kepada Seorang Tukang Bangunan

diposting oleh alhada-fisip11 pada 18 July 2012
di Penelitian - 1 komentar

          Pada saat awal saya mewancarai dan menanyakan tentang pekerjaan pak ruslan, beliau mengatakan bahwa dia masih baru dalam pekerjaan tukang bangunan, mungkin beliau istilahnya merendah atau sungkan, mengingat beliau sudah 3 tahun menjalani pekerjaan sebagai tukang bagunan. Dan beliau mengatakan bahwa beliau dulunya bukan berasal, asli dari panglungan, beliau bersal dari Mojo Agung. Awal karir beliau sebagai tukang bangungan dimulai dari bekerja sebagai buruh tebang sawah (mreman) yang mbontot (membawa bekal makanan ke tempat kerja, sawah, supaya lebih irit) yang mana penghasilan beliau tidak sepadan dan tidak mencukupi dalam kebutuhan sehari hari. Bahkan sampai hasil tebangannya tidak dimuat sehingga pak ruslan tak mendapatkan bayar, dan dari pada harus bertengkar dengan mandornya karena tak mendapatkan pemuat . Dan hal tesebut membuat pak ruslan untuk bangkit dan berpindah pekerjaan menjadi tukang bangunan. Beliau memulai bekerja sebagi tukang bangunan yakni saat beliau mandapatkan tugas dari pak RT tempat beliau bersal yakni di daerah Mojo Agung untuk membuat sebuah got aliran air dan semacam kerja bakti dalam pengerjaannya. Dan berawal dari sebuah kenekatan, beliau belajar menukang secara otodidak, dari aktifitas pengamatan beliau kepada tukang tukang yang lainnya. Beliau tak semerta merta langsung bisa menjadi tukang, bahkan sejak beliu pindah dan berdomisili di panglungan karena menikah dan istrinya yang merupakan asli dari Desa Panglungan juga belum seberapa menguasai teknik menukang. Beliau mengatakan keahlian beliau dapatkan dari pengalamannya mengamati setiap rumah, dari pengukurannya, cara nya selalu beliau amati secara teliti. Dan setelah saya tanya mengenai racikan semen ( luluh ) beliau langsung menjelaskan bahwa pas setiap orang yang akan mengadakan kerja bakti racikannya selau berkurang, namun sekarang ini kebanyakan racikannya tidak ditakar tergantung intuisi saja, yang penting bagus hasilnya, tapi dulu masih ditakar dalam meracik semen dalam membangun rumah. Beliau juga menjelaskan bahwa racikan yang bagus yakni perbandingan semen dan pasir yakni 1 banding 5 dan pokonya diberi gamping (kapur) supaya lebih bagus tandasnya. Selelah itu saya juga bertanya yakni apakah ada pembedaan dalam membangun rumah yang tanahnya datar dengan yang memiliki kemiringan seperti gunung, dan beliau menjelaskan perbedaanya hanyalah dalam pemakaian kerangka besi pada bangunannya, kalau di daerah datar tak perlu memakai kerangka besi dan hanya menggunakan bata rolak saja sudah cukup namun jika di daerah miring seperti gunung harus menggunakan kerangka besi, dan pokoknya semennya harus ditambah sedikit kata beliau.

          Sekarang ini pak Ruslan juga mengatakan bahwa orang yang sedang dan ingin membagun rumahnya sangat banyak sekali dan secara tidak langsung beliau juga kebanjiran order. Dan ditanya soal sebabnya beliau menjelaskan karena saat ini juga merupakan musim ketigo rendeng yang saatnya panen cengkeh yang lumayan mahal tak heran banyak orang berbondong-bondong untuk membangun rumah.  Ditanya soal kebanyakan penduduk yang membangun rumah baru atau rehab, beliau langsung mengatakan bahwa rata-rata kebanyakan penduduk membangun rumah baru dan kebanyakan orang yang membangun rumah baru adalah orang asli panglungan juga, dan jarang dari orang luar ataupun pendatang. Karena menurut beliau untuk membangun rumah didaerah sekitar situ memang mahal istilahnya kalau membangun rumah dua di daerah datar dan jika untuk sartu rumah pun di daerah miring (gunung) belum tentu baik hasilnya (2:1). Juga untuk bahan materialnya juga lumayan mahal seperti pasir semen dikarekan pengangkutan yang lumayan sulit dan terjal dan tak heran jika mempengaruhi biaya yang semakin mahal dan beliau juga mengatakan material yang murah hanya batu bata dikarenakan didapat hanya dari Trowulan saja.

          Mengenai libur ataupun istirahat kerja Pak Ruslan tidak pernah libur tandasnya hanya kalu capek saja beliau libur dan itupun tidak pasti, dan pokoknya penghasilannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Ditanya soal tarif, ongkos tukang di daerah Panglungan beliau mengatakan bahwa tukang yakni lima puluh ribu (50.000) dan untuk kuli yakni empat puluh ribu (40.000). Ditanya mengenai intensitas kerja beliau mengatakan bahwa pekerjaannya tak pernah sepi dan selalu ramai, bahkan sampai bulan depan saja beliau sudah ada yang memesan, adapun sampai orang dari Mojo Agung yang memesan beliau, soalnya banyak tukang disana yang belum bisa memasang batu dan besi, tapi beliau tidak bisa mengingat beliau juga memliki tanggunagan peliharaan ternak dirumah.

          Ditengah perbincangan kami beliau menceritakan bahwa dengan mahalnya cehkeh mengakibatkan adanya pencurian cengkeh bahkan adapun yang tidak mencuri namun bertindak iseng yaitu memotong pohon cengkeh dikarenakan oknum  yang tidak suka. Beliau juga menandaskan bahwa oknum tersebut istilahnya tunduk tapi tidak tuntuk (tidak senang) dan beliau mengatakan bahwa oknum tersebut sebenarnya adalah orang dan anak asli daerah tersebut (panglungan). Beliau juga mengatakan barusan di dekat Gua Golo-Golo juga ada dua pemotongan pohon cengkeh yang terjadi, dan ada banyak polisi disana, milik pemda pun juga ada yang memotong sebanyak tiga, beliau juga menandaskan kejadiannya dilakukan pada malam hari, jika tidak malam hari pasti ketahuan kata, dan sapai saat ini belum sempat dan ada pelaku yang sampai ketapakap ungkap beliau, maka dari itu upaya penjagaan tanamana cengkeh rutin dilakukan mengingat harga cengkeh yang lumayan mahal, yang paling dominan ialah cengkeh basah yang kerap kali dijual oleh warga dan menembus harga sampai 50 ribu per kilonya dan 200 ribu perkilo untuk yang kering.

          Saat penelusuran tentang tingkat mobilitas sosial yang dilakukan kepada pelaku, yakni ketika saya bertanya beliua apakah pernah kerja sebagai tukang sampai keluar kota beliau menjawab belum sampai keluar kota ataupun keluar daerah dengan alasan selain memunyai tanggungan ternak dirumah bahkan juga untuk melayani pekerjaan didaerah tersebut sudah kuwalahan padahal sudah ada banyak tukang, namun juga masih kuwalahan. Soal banyaknya tukang lain mengenai saingan yang terjadi beliau mengungkapkan bahwa untuk memesan beliau saja sudah antri bahkan untuk bulan ketujuh saja sudah ada yang memesan sejak bulan keempat yang lalu, kalau tida begitu kata beliau ya tidak kebagian. Walaupun banyak tukang tapi tidak ada yang menganggur tandas beliau. Ditanya soal ada tukang lain yang bekerja di luar kota seperti surabaya beliau menjawab bahwa belum ada tukang di daerah tersebut yang sampai keluar kota bahkan smapai ke Surabaya soalnya kata beliau upah ataupun pendapatannya pasti habis untuk makan dan minum saja diluar kota belum rokok, kalaupun di daerah sendiri bisa mendapatkan upah bersih.

          Beliau juga mempunyai pekerjaan sampingan yakni memelihara ternak dirumah, di tengah kesibukannya beliau mensiasatinya dengan merumput ( mencari rumput ) setelah pulang menukang, dan mulai beternak sore sampai malam hari, setelah magrib dan isya’ pun masih beternak. Kalaupun siang hari ternkanya pun dapat ditinggal karena menurut beliau pada siang hari masih banyak orang dan aman. Ditanya soal kemanana ternak beliau mengatakan bahwa belum ada maling ternak dan masih dikatakan aman, mengingat ternak ayam pun selalu berkeliaaran dimana pun tapi tetap aman, lain halnya dengan di kota seperti di Mojo Agung, sarang lebah pun diambil orang lain dengan di daerah panglungan buah kopi saja didepan rumah masih aman tandas beliau.

          Ditanya soal kondisi lingkungan beliau menceritakan bahwa terkadang ada anak nakal yang suka memajaki (memalak) biasanya hasilnya untuk minum minum kata beliau, dikala ada yang memalak bahkan saya disuruh untuk melapor kepada beliau karena menurut beliau, beliau sangat disegani masyarakat. Kebanyakan anak tersebut berasal dari daerah Bagongan, kalau ada tontonan bisanya sering membuat ulah dan berkelahi biasanya juga smapai mambawa senjata  bahkan ada yang sampai meninggal sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat, biasanya beliau juga mempunyai peran kontrol terhadap anak yang sering membuat ulah tersebut dengan ditempatkan diatas panggung untuk mengamankan acara orkes.Pernah ada kata beliau anak yang sampai beliau pukuli karena sampai merusak konter milik teman beliau, yang akhirnya anak tersebut ketakutan dan pergi

          Ditanya mengenai pengaruh Kepala desa ( lurah ) beliau mengatakan bahwa kepala desanya tidak terlalu disegani karena masih muda umurnya dan tidak begitu berpengaruh, dan masih dianggap biasa saja, tapi jikalau ada masalah yang ada dalam masyarakat, kepala desa masih mengurusi penyelesaiannya. Dan mengenai keguyupan masyarakat beliau mengatakan bahwa masyarakat didaerah pangklungan masih sangat guyup dan rukun, bahkan jika ada yang punya hajat tidak hanya saudara maupun teman saja namun masyrakat berbodong bondong untuk rewang ( membantu ) dan yang buwuh (datang) sampai antri tandas beliau.  Dan mengenai kerja bakti ( gotong royong ) untuk membangun rumah beliau menjelaskan bahwa kerja bakti dilakukan hanya pada pembangunan pondasi rumah saja, bahkan belum disuruh saja masyarakat sekitar sudah berbondong-bondong untuk membantu bahkan kalapun tidak bisa pasti besonya menyempatkan diri untuk membantu.

1 Komentar

TdQrfMIEZ

pada : 09 August 2012


"wah.terimakasih artikelnya mas novan,sangat menabmtu terutama tentang profile tweaking..yang saya tangkep kalo kita memang menarik dengan berbagai interest kita bisa bikin profil facebook kita menggambarkan menariknya diri kita.bener ngga?sori ya kalo salah :pyang mau saya tanya,apa jumlah friend itu penting?saya biasanya cuma ngeadd orang2 yang kenal dan temenan..kalo memang cuma sebatas kenal saya biarin mereka yang ngeadd.makanya jumlah friends saya di FB ngga banyak2 amat"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :