MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

Ayat Al-Quran Hari Ini


Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

diposting oleh alhada-fisip11 pada 06 July 2012
di Penelitian - 0 komentar

Konflik Antara Buruh Dengan Perusahaan dan Pemerintah

A.    Latar Belakang
 
Sumber daya manusia merupakan instrument penting dalam perkembangan kegiatan ekonomi sehinngga peningkatan kualitas setiap SDM harus dilakukan agar kinerja setiap individu dalam kegiatan ekonomi bisa maksimal dan kesejah teraan masyarakat meningkat. Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas kehidupan bernegara. Pembangun negara bisa berjalan dengan lancar  sehingga tujuan negara bisa tercapai.
Di dalam program pembangunan, kualitas SDM yang tinggi secara tidak langsung akan mempengaruhi lancar tidaknya pembanguna tersebut dan apabila pembangunan berjalan dengan lancar maka secara tidak langsung akan mempengaruhi pengeluaran negara sehingga efisiensi anggaran bisa terlaksana dengan baik. Dengan lancarnya pembangunan maka segala infrastuktur yang diperlukan untuk melangsungkan pembangunan ekonomi akan mudah untuk didapatkan.
Di negara berkembang seperti indonesia dimana infrastruktur yang memadai secara tidak langsung akan berimplikasi dengan rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat. Hal itu dibuktikan dengan utang indonesia dengn IMF yang masih tinggi, masih rendahnya tingkat pendidika anak-anak, dan tingkat pendapatan per kapita yang rendah.
Dari hal tersebut maka pemerintah berupaya melakukan perbaikan dengan perpindahnya sistem agraris menuju ke sistem indrustri dan dari hal tersebut mengakibatkan banyaknya sumber daya manusia petani menjadi buruh pabrik. Namun karena kualitas SDM di Indonesia yang masih rendah menimbulkan keresahan terhadap para pemilik perusahaan yang merasa biaya produksi semakin besar, sehingga muncul kebijakan berupa outsorsing.
 
 
B.     Rumusan Masalah
 
1. Apa arti sumberdaya manusia itu?
2. Bagaimana sistem Outsourcing di daerah Surabaya?
3. Apakah dampak yang terjadi dengan adanya outsorcing bagi buruh perusahaan?
4. Bagaimana cara perusahaan dan pemerintah menangani masalah konflik tersebut?
C.    Tujuan
 
1. Mengetahuai arti penting Sumberdaya manusia.
2. Mengetahui sistem outsorurcing yang dijalankan sebuah perusahaan.
3. Mengetahui dampak – dampak yang terjadi dengan adanya outsorcing bagi buruh perusahaan.
4. Memahami cara perusahaan dan pemerintah menangani masalah konflik tersebut.
 
D.    Landasan  Teoritik
 
·         a. Teori Konflik Lewis Coser
 
Masyarakat terbagi dalam kelas-kelas yang ada di dalam struktur yang bersifat dinamis. Dalam pemahaman konsep masyarakat, Lewis Coser mengelompokkan masyarakat ke dalam tiga struktur masyarakat, yaitu kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Dalam membahas berbagai situasi konflik, Coser membedakan konflik yang realistis dan tidak realistis.
 
·       b. Tidakan sosial Max Webber
 
Dalam pemahaman konsep masyarakat, Max Webber mengelompokan masyarakat ke dalam tindakan sosialnya secara umum. Pemahaman tindakan sosial masyarakat dibagi ke dalam dua kategori tindakan, yaitu tindakan rasional dan tindakan tidak rasional. Tindakan rasional terdiri dari tindakan rasional instrumental dan rasional berorientasi nilai. Sedangkan tindakan tidak rasional terdiri dari tindakan afektif dan tradisional. Tindakan sosial yang dilakukan sebagai sebuah kebiasaan dalam sebuah masyarakat adalah salah satu aspek yang perlu diamati untuk mengetahui apakah masyarakat tersebut adalah masyarakat yang rasional atau masyarakat tidak rasional.
 
E.     Hipotesis
 
Di zaman sekarang ini banyak sekali perusahaan – perusahaan yang menghiasi negeri kita. Dimana setiap perusahaan akan mempunyai sistem – sistem tersendiri untuk menjalankan perusahaan tersebut. Di negara yang semakin berkembang, persaingan hidup sangat ketat, sehingga dapat mengakibatkan sebuah perusahaan secara ketat juga dalam menjalankan misinya. Dari hal tersebut mengakibatkan banyaknya sumber daya manusia petani menjadi buruh pabrik. Namun karena kualitas SDM di Indonesia yang masih rendah menimbulkan keresahan terhadap para pemilik perusahaan yang merasa biaya produksi semakin besar, dan mengakibatkan munculnya kebijakan berupa outsourcing. Maka disinilah akan terjadi sebuah konflik antara buruh dengan perusahaan. Dan tak bisa dipungkiri juga pemerintah harus ikut berperan dalam menghadapi sebuah konflik tersebut.
 
F.     Metodologi
 
·         a. Tipe Penelitian
 
Tipe penelitian yang kami gunakan adalah tipe penelitian deskriptif. Tipe penelitian ini memberikan suatu gambaran tentang realitas sosial yang terjadi di masyarakat dengan cara memberikan coding di dalam kuesioner, kemudian memberi skor pada setiap variabel untuk di distribusikan ke dalam tabel frekuensi yang di gunakan untuk menganalisis data, kemudian membuat tabel silang untuk membandingkan antar variabel. Setelah itu dapat ditarik kesimpulan, apakah ada pengaruh
 
 
·         b. Pendekatan
 
Secara umum penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif yaitu dengan cara melakukan wawancara langsung terhadap responden untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. Menggunakan kuesioner sebagai media agar pembicaraan tidak keluar dari topik.
 
·         c. Lokasi
 
Dalam penelitian ini lokasi yang akan dipilih adalah Surabaya dikarenakan Surabaya merupakan kota industri yang terdapat banyak pabrik sehingga mempermudah untuk mengambil sampel.
 
·         d. Operasionalisasi Konsep
 
1.      Identitas adalah variabel yang memperlihatkan biodata responden yang dapat dilihat dari jenis kelamin, usia, pendidikan, dan jabatan.
2.      Sumberdaya manusia adalah variabel yang memperlihatkan kualitas tenaga kerja yang dapat diukur dari keahlian khusus, pengalaman kerja, dan lama bekerja.
3.      Kebijakan perusahaan adalah variabel yang memperlihatkan bagaimana perusahaan mengelola karyawannya yang dapat diukur dari cara merekrut karyawan, upah, tunjangan-tunjangan, dan hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan.
4.      Konflik perusahaan adalah masalah yang timbul di dalam hubungan antara karyawan dan perusahaan yang dapat diukur dari ada atau tidaknya demo, tuntutan kenaikan gaji, dan mogok kerja.
5.      Penyelesaian konflik adalah usaha untuk menyelesaikan konflik antara perusahaan dengan karyawan yang dapat diukur dari adanya campur tangan pemerintah dalam menyelesaikan konflik, musyawarah antara perusahaan dan karyawan, dan surat perjanjian damai.
·         e. Populasi dan Sampling
 
Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan tidak bisa mengambil semua perusahaan yang ada di Surabaya. (Data perusahaan di Surabaya swasta dan negeri). Maka teknik pengambilan sampel yang akan digunakan Cluster Random Sampling yakni Surabaya akan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Surabaya Timur, Surabaya Utara, Surabaya Barat, Surabaya Selatan, dan Surabaya Pusat. Dari beberapa wilayah tersebut akan diambil satu wilayah, yaitu Surabaya Timur yakni daerah rungkut industri.
 
·         f. Teknik Pengumpulan Data
 
Dalam penelitian ini demi mendapatkan data yang relevan dan dapat dipertanggung jawabkan akan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu:
1.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapatkan selain dari penelitian berupa laporan. Berkaitan dengan ini, akan diusahakan untuk mendapatkan data sekunder berupa laporan-laporan mengenai outsorsing pegawai pabrik beberapa tahun yang lalu.
 
2.      Observasi Lapangan
Dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap subyek penelitian bisa berupa perilaku atau percakapan guna melengkapi data yang nantinya akan didapatkan dalam penelitian.
 
3.      Wawancara
Dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah berisi beberapa pertanyaan yang nantinya akan ditanyakan kepada responden dan digunakan sebagai data yang utama.
 
4.      Dokumentasi
Dilakukan dengan memberikan gambaran berupa foto yang diambil sewaktu observasi ataupun penelitian untuk mendukung penelitian.
 
 
·         g. Teknik Analisis dan Interpretasi Data
 
 
Selanjutnya setelah semua data berhasil terkumpul adalah menganalisis dan menginterpretasikan data tersebut. Data yang telah terkumpul kemudian disederhanakan menjadi bagan, grafik, dan tabel kemudian dikelompokkan berdasarkan konsep-konsep yang ada dalam penelitian sehingga data tersebut dapat diinterpretasikan.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :