MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Proposal Penelitian Kuantitatif

diposting oleh alhada-fisip11 pada 05 July 2012
di Penelitian - 2 komentar

 

” PENGARUH STATUS ANAK JALANAN TERHADAP TINGKAT PRESTASI AKADEMIK MEREKA SENDIRI SEBAGAI SEORANG ANAK ”


 

 

A. LATAR BELAKANG MASALAH

          Pendidikan merupakan salah satu sektor yang penting dan mendukung dalam proses pembangunan, karena mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia dalam menunjang pembangunan negara, yang dapat dijadikan salah satu indikator dalam menentukan maju tidaknya suatu negara. Indonesia sendiri pada saat ini masih banyak memiliki permasalahan yang dihadapi dalam sektor pendidikan. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya data UNESCO 2000 tentang Human Development Indeks, diantara 174 negara di dunia pada tahun 1996 Indonesia menempati urutan ke-102, pada tahun 1997 menempati urutan ke-99, pada tahun  1998 menempati urutan ke-105, pada tahun 1999 menempati urutan ke-109, dan pada tahun ini Indonesia menempati urutan ke-.... Yang kita rasakan saat ini adalah adanya ketertinggalan di dalam mutupendidikan baik itu formal maupun informal. Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia diantaranya: disebabkan oleh krisis ekonomi, sosial dan politik, rendahnya sistem pendidikan di Indonesia,serta pendistribusian sumber daya yang tidak merata, sehingga terjadinya ketimpangan yang sangat menonjol antara masyarakat yang kaya dengan masyarakat miskin. Ketimpangan sosial tersebut menyebabkan semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, keluarga dan anak jalanan menjadi masalah sosial dan banyak ditemukan di berbagai perkotaan, anak-anak putus sekolah di berbagai jenjang pendidikan semakin meningkat membuat masyarakat tidak berdaya dalam memenuhi kebutuhan pokok (Tampubolon 2002).

          Masyarakat miskin dengan pendidikan rendah sangat rawan tekena penyakit sosial masyarakat seperti:  prostitusi, penjudian,  penggunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Masyarakat yang hidup dalam kemiskinan  rawan terhadap perbuatan eksploitasi para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini menurut Sutjipto (2002) disebabkan karena kebijakan penguasa yang lebih memprioritaskan pertumbuhan ekonomi daripada pemerataaan ekonomi, distribusi pendidikan yang diberikan pemerintah belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh anak-anak usia sekolah. Seperti halnya Kota Surabaya yan merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia masih banyak ditemui kesenjangan sosial diberbagai sudut kotanya, banyaknya sejumlah anak jalanan yang mengamen maupun meminta-minta di jalanan.

          Yansos merupakan organisasi yang dibentuk atas keprihatinan terhadap akibat yang ditimbulkan oleh krisis moneter berkepanjangan yang menyebabkan jumlah anak jalanan semakin meningkat. Data ... Walaupun jumlah anak jalanan di Surabaya tahub ini mengalami penurunan dari sebelumnya, akan tetapi jumlah anak jalanan masih bisa dikatakan tinggi. Diantara progam Yansos itu sendiri adalah dengan memberikan pembinaan, pelatihan serta pemberian beasiswa sekolah agi anak jalanan di daerah Taman Kayun surabaya, akan tetapi sebagaian anak jalanan tersebut sulit untuk diajak dalam pembinaan dan pelatihan yang diberikan. Hal inilah yang menyebabkan kami tertarik untuk meneliti dan mengkaji lebih dalam apa yang menjadi penyebab dan faktor dari semua itu serta mencoba mengungkap apakah ada pengaruh bahwa status menjadi seorang anak jalanan itu bisa mempengaruhi prestasi akademik mereka, khususnya anak jalanan di daerah Taman Kayun Surabaya. Oleh karena itu kami mengambil judul penelitian: ” pengaruh status anak jalanan terhadap tingkat prestasi akademik mereka sendiri sebagai seorang anak  ”.

 

B. RUMUSAN MASALAH

          Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan diatas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah tiap tahun (dalam 3 tahun terakhir) jumlah anak  jalanan di Taman Kayun Surabaya semakin meningkat atau semakin berkurang ?
  2. Bagaimanakah tingkat prestasi anak jalanan di daerah Taman Kayun Surabaya baik secara akademik/ non akademik ?
  3. Seberapa besar pengaruh menjadi seorang anak jalanan terhadap prestasi belajar mereka sebagai seorang anak ?

 

C.  TUJUAN PENELITIAN

          Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apakah jumlah anak jalanan di daerah sekitar Taman Kayun Surabaya mengalami peningkatan atau penurunan ( dalam jangka waktu 3 tahun terakhir ).
  2. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat prestasi anak jalanan di daerah Taman Kayun Surabaya baik secara akademik/ non akademik
  3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh menjadi seorang anak jalanan terhadap prestasi belajar mereka sebagai seorang anak.

 

D.  MANFAAT PENELITIAN

         Berdasarkan latar belakang dan tujuan yang telah dipaparkan, maka dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya:

  1. Bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang kondisi kehidupan dan masalah yang dihadapi oleh anak jalanan.
  2. Dapat memberikan sumbangan bagi masyarakat sekitar, bahwa anak jalana itu memiliki hak yang sama. Oleh karena itu mereka harus dilindungi dan tidak memperlakukan sewenang-wenang.

 

E. TINJAUAN PUSTAKA

1.    Tinjauan Tentang Status Sosial

             Setiap individu dalam masyarakat memiliki status sosialnya masing-masing. Status merupakan perwujudan atau pencerminan dari hak dan kewajiban individu dalam tingkah lakunya. Status sosial sering pula disebut sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok masyarakatnya. Pada semua sistem sosial, tentu terdapat berbagai macam kedudukan atau status, seperti anak, isteri, suami, ketua RW, ketua RT, Camat, Lurah, Kepala Sekolah, Guru dsbnya termasuk status sebagai anak jalanan.

 2.     Tinjauan Tentang Prestasi Akademik

          Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individual maupun kelompok. Prestasi tidak akan pernah dihasilkan tanpa suatu usaha yang baik berupa pengetahuan maupun berupa keterampilan (Qohar, 2000). (Nasrun, 2000).Prestasi menyatakan hasil yang telah diicapai, dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya, dengan hasil yang menyenangkan hati diperoleh dengan jalan keuletan kerja.

          Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, sebagaimana yang dikemukakan Rola (2006) terdapat empat faktor yang mempengaruhi prestasi akademik yaitu:

a. Pengaruh keluarga dan kebudayaan

Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua dan jumlah serta urutan anak dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan prestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu daerah seperti cerita rakyat, sering mengandung tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat.

b. Peranan konsep diri

Konsep diri merupakan bagaimana individu berfikir tentang dirinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan hal tersebut sehingga berpengaruh dalam tingkah lakunya.

c.   Pengaruh dari peran jenis kelamin

Prestasi akademik yang tinggi biasanya diidentikkan dengan makulinitas, sehingga banyak wanita yang belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada diantara pria. Pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan, yang artinya pada wanita terdapat kekhawatiran pada dirinya akan ditolak oleh masyarakat apabila dirinya memperoleh kesuksesan, namun sampai saat ini konsep tersebut masih diperdebatkan.

d.   Pengakuan dan prestasi

Individu akan berusaha bekerja keras jika dirinya merasa diperdulikan oleh orang lain. Dimana prestasi sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, keluarga, dan dukungan lingkungan tenpat dimana individu berada. Individu yang diberi dorongan untuk berprestasi akan lebih realistis dalam mencapai tujuannya.

          Sedangkan dipihak lain Soemanto dalam Sahputra (2009) menyatakan faktor yang mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah:

a.  Konsep diri

Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu.

b.  Locus of Control

Dimana individu merasa melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi, yakni dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab sebagai perbuatan berada pada diri si pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal memiliki kegelisahan, kecurigaan, dan rasa permusuhan. Sedangkan individu yang memiliki locus of control internal suka bekerja sendiri dan efektif.

c. Kecemasan yang dialami

Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dikaitkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar, individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda.

d.   Motivasi belajar

Jika motivasi individu untuk berhasil lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.

          Sobur dalam Sahputra (2009) menyatakan bahwa ciri individu yang memiliki keinginan berprestasi tinggi adalah, berprestasi dihubungkan dengan seperangkat standar. Seperangkat standar tersebut dihubungkan dengan prestasi orang lain, prestasi diri sendiri yang lampau, serta tugas yang harus dilakukan. Memiliki tanggung jawab pribadi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Adanya kebutuhan untuk mendapatkan umpan balik atas pekerjaan yang dilakukan sehingga dapat diketahui dengan cepat hasil yang diperoleh dari kegiatannya, lebih baik atau lebih buruk. Menghindari tugas-tugas yang sulit atau terlalu mudah, akan tetapi memilih tugas yang tingkat kesulitannya sedang. Inovatif, yaitu dalam melakukan proses pekerjaan  dilakukan dengan cara yang berbeda, efisien dan lebih baik dari yang sebelumnya. Hal ini dilakukan agar individu mendapatkan cara yang lebih baik dan menguntungkan dalam pencapaian tujuan. Tidak menyukai keberhasilan yang bersifat kebetulan atau karena tindakan orang lain, dan ingin merasakan kesuksesan atau kegagalan disebabkan oleh tindakan individu itu sendiri.

          Dengan demikian, individu yang memiliki keinginan untuk berprestasi tinggi adalah individu yang memiliki standar berprestasi, memiliki tanggung jawab pribadi atas apa yang dilakukannya, individu lebih suka bekerja pada situasi dimana dirinya mendapat umpan balik sehingga dapat diketahui seberapa baik tugas yang telah dilakukannya, individu tidak menyukai keberhasilan yang bersifat kebetulan atau karena tindakan orang lain, individu lebih suka bekerja pada tugas yang tingkat kesulitannya menengah dan realistis dalam pencapaian tujuannya, individu bersifat inovatif dimana dalam melakukan tugas selalu dengan cara yang berbeda, efisien, dan lebih baik dari yang sebelumnya. Dengan demikian, individu merasa lebih dapat menerima kegagalannya atas apa yang dilakukannya.

  3.    Tinjauan Tentang Anak Jalanan

          Anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari dijalanan baik untuk mencari nafkah atau berkeliaran dijalan dan tempat-tempat umum lainnya (Depsos R.I.,1995).
Menurut Entarto (2002), di kalangan kota Yogyakarta, seorang bisa diakiui anak jalanan kalau dia sudah pernah melakukan ngeyen (memakan sisa-sisa makanan). Sedangkan pandangan lain menyatakan apapun yang dilakukan anak jalanan tetap dikategorikan sebagai anak jalanan. Dan ada beberapa pandangan anak jalanan berkaitan dengan kegiatan, ada pandangan bahwa anak-anak yang hanya melakukan kegiatan semata-mata mencari seperti mengamen dan mengemis, ini tidak dikategorikan sebagai anak jalanan karena tidak mempertaruhkan apapun. Sedangkan pandangan lain menyatakan apapun kegiatan yang dilakukan oleh anak jalanan untuk mendapatkan uang atau mempertahankan hidupnya di tengah jalanan tetap dikategorikan sebagai anak jalanan.

          Di tengah perdebatan definisi mengenai anak jalanan, dijumpai adanya pengelompokan anak jalanan berdasarkan hubungan mereka dengan keluarga. Pada awalnya ada dua kategori, yaitu children on the street dan children of the street. Pada perkembangannya, ada penambahan kategori, yaitu children in the street atau sering disebut children from the families of the street,

  • children on the street adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga.
  • children of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.
  • children in the street atau sering disebut children from the families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.

   Mayoritas ciri-ciri anak jalanan adalah sebagai berikut:

  1. Mencari nafkah untuk membantu orang tuanya.
  2. Bersekolah/tidak sekolah.
  3. Keluarganya tidak mampu.
  4. Tinggal dengan orang tua/Melarikan diri dari rumah/tinggal di jalanan sendiri maupun bersama-sama teman-teman, seperti di emperan toko, terminal dan sebagainya.
  5. Mempunyai aktivitas di jalanan baik terus menerus maupun tidak, minimal 4 sampai 6 jam per hari.
  6. Berkeliaran tidak menentu dan sebagainya.

 


F. JENIS PENELITIAN

          Penelitian ini menggunakan metode peneitian kuantitatif. Metode kuantitatif menurut... .Metode kuantitatif merujuk pada mencari suatu jawaban dari permasalhan yang ada di lapangan serta menguji sebuah teori yang sudah ada. Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik populasi dan sampling,

  

G. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

          Kegiatan penelitian itu akan dilaksanakan pada:

Hari          : Kamis

Tanggal    : 5 Juli 2012

Tempat     :  di daerah sekitar Taman Kayun Surabaya.

 

H. SUMBER DATA

          Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh langsung dari subyek yang diteliti (responden), sedangakan sumber data sekunder diperoleh dari keterangan-keterangan dari orang lain yang mengerti mengenai obyek yang diteleti, dan keterangan-keterangan dari buku, artikel, dan sejenisnya, yang ada hubungannya dengan obyek yang diteliti

 

I. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

         Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang dipakai adalah dengan melakukan tetknik populasi dan sampling.

  • Populasi

          Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda yang ada di sekitar kita (Sugiyono, 2009:80).

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan anak jalanan yang ada di sekitar daerah Taman Kayun Surabaya.

 

  •  Sampel

          Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009:81). Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik ini digunakan karena peneliti menganggap populasi dalam penelitian ini adalah homogen yaitu keseluruhan populasi adalah mahasiswa.

       Selain itu guna memperkuat penelitian ini, peneliti juga menambah dengan menggunakan beberapa sumber kepustakaan, baik itu berupa buku,artikel, dan sejenisnya, yang ada hubungannya dengan obyek yang diteliti.

 
J. TEKNIK ANALISIS DATA

          Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis kuantitatif dsekriptif. Analisis kuantitatif bertujuan untuk membandingan data yang diperoleh dengan data yang sebenarnya.

 

DAFTAR PUSTAKA:

 

  • Black, James A., Champion, Dean J. 1999. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: PT. Rafika Aditama.
  • Shalahuddin, Odi. 2004. Dibawah Bayang-Bayang Ancaman, Semarang: Yayasan Setara.
  • Singarimbun, Masri., Sofian Effendi.1989. Metode Penelitian Survey.Jakarta: LP3ES.
  • Qohar. 2000. Prestasi Belajar Akademik, (Online),(http://www.prestasi+akademik-/belajarnews/235/saq/html., diakses pada tanggal 14 Januari 2011).
  • http://luluvikar.wordpress.com/2010/12/05/status-sosial-dan-peranan-sosial/

2 Komentar

MYTgbMsJvuDJGoao

pada : 23 July 2012


"Awas ya kakak! kakakku yang jelek... yang jelek kayak bebek. bebek yang dansa 4 kali. halah nggak ngmaubng. hehehe... :nangis :rate :lebay :hoax :nyimak :hotnews :gotkp :wow :pertamax :lapar :santai :malu :ngintip :newyear"


iwan

pada : 05 August 2012


"Minta ijin copy paste tulisannya, untuk bahan ajar."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :