MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Gosip

diposting oleh alhada-fisip11 pada 01 June 2012
di Islamiah - 4 komentar

 

 

Nikmatnya Bergosip

            Bagi sebagian orang bergosip/bergunjing (membicarakan aib orang lain) merupakan hal yang wajar dan kerap kali dilakukan. Misalnya dalam keadaan santai, saling bersenda gurau dengan teman-teman sejawat atau teman-teman akrab, dirasa kurang menarik apabila tidak membicarakan aib orang lain. Memang rasanya sangat nikmat dan bisa menghilangkan suasana garing dan bosan jika perkumpulan tersebut diberi bumbu gosip. Ketika sedang asyik membicarakan cacat/kesalahan orang lain, kerap kali kita lupa tentang kesalahan dan cacat-cacat yang ada pada diri kita. Seolah kita adalah manusia yang paling benar dan tidak pernah melakukan kesalahan (aib) berat yang lebih jelek dari pada orang yang sedang kita bicarakan. Padahal tahukah kita bergunjing / membicarakan aib orang lain merupakan salah satu perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT seperti yang telah di sebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujaraat ayat 12 :

            “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

            Dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Allah sangat melaknat orang yang bergunjing (membicarakan aib orang lain) dan mencari kesalahan-kesalahan orang lain. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah ra., bahwa Nabi saw bersabda : "Hindarilah mengunjing, karena mengunjing itu lebih berat (siksanya) dari berzina". Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa alasannya mengunjing itu lebih berat dari berzina?" Nabi bersabda, "sesungguhnya seorang lelaki yang telah berzina lalu ia mau bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya".

            Diriwayatkan pula, ada seseorang yang nanti dihari kiamat diberikan kepadanya buku catatan amalnya. Lalu dia tidak melihat didalamnya catatan amal kebaikannya, maka dia berkata, "Ya Tuhanku, dimanakah amal shalatku, puasaku dan ketaatanku?" Maka dikatakan kepadanya, "Hilang seluruh amal kebaikanmu, lantaran kamu mempergunjingkan manusia." Diberikan pula catatan amal seorang lelaki lainnya yang diterima dengan tangan kanannya. Lalu dia melihat amal-amal kebaikan yang tidak pernah dilakukannya, maka diucapkan kepadanya: "Inilah catatan amal-amal kebaikan manusia yang telah mempergunjingkanmu, sedang kamu tidak menyadarinya."

            Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa dosa seseorang yang bergosip itu lebih besar dari pada orang yang melakukan zina, dan seluruh amal baik orang yang melakukan gosip akan dihapus dan diberikan kepada orang yang digosipkan. Bisa dibayangkan apabila ada seseorang yang berbuat salah kemudian hampir satu kelas menggunjingkannya, berapa amal ibadah yang akan ia tampung (terima) dan apabila hampir setiap hari kita menggunjingkannya berapa amal ibadah kita yang mengalir kepada orang yang kita gunjingkan. Sungguh kita termasuk orang-orang yang merugi apabila kita selalu menggunjingkan orang lain.

            Selanjutnya sebagaimana yang terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Abu Hurairah r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ghibah itu?” Rasulullah menjawab, “Kamu menceritakan perihal saudaramu yang tidak disukainya.” Ditanyakan lagi, “Bagaimanakah bila keadaan saudaraku itu sesuai dengan yang aku katakan?” Rasulullah menjawab, “Bila keadaan saudaramu itu sesuai dengan yang kamu katakan, maka itulah ghibah terhadapnya. Bila tidak terdapat apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta.

            Dari hadits ini dapat kita ketahui bahwa yang dimaksut ghibah adalah membicarakan aib orang lain walaupun pada kenyataannya aib tersebut memang benar-benar dilakukan oleh orang yang bersangkutan, namun apabila aib yang kita bicarakan itu sebenarnya tidak dilakukan oleh orang yang bersangkutan, maka kita termasuk orang yang berdusta atau bahkan bisa dimasukkan dalam kategori pemfitnahan.

            Kemudian apabila ada seseorang yang menghendaki tersebarnya suatu aib orang lain, yang kemudian akan menimbulkan gosip-gosip terhadap aib orang lain tersebut, misalnya ada seseorang yang menyebar luaskan suatu rahasia mengenai aib orang lain yang kemudian diberitakan kepada masyarakat dan akhirnya terjadilah gosip-gosip dikalangan masyarakat tersebut, maka Allah akan memberikan azab yang pedih dunia dan akhirat seperti yang disebut dalam surah An-Nur ayat 19  yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….”

            Dalam hadits-hadits lain dijelaskan bahwa Allah sangat melarang seorang muslim/muslimah mencari-cari/membuka aib/kesalahan orang lain, dan Allah berjanji akan membuka aib-aib orang-orang yang telah membuka aib saudaranya sendiri, dan begitu pula sebaliknya Allah juga akan menutup aib-aib hambanya jika hamba tersebut mau menutupi aib saudaranya sendiri. Seperti yang disebutkan dalam hadits-hadits di bawah ini:

            “Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)

            “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih.”)

            Karena itu marilah kita menutuplah cela yang ada pada diri kita dengan menutup cela yang ada pada saudara kita yang memang pantas ditutup. Namun apabila perbuatan aib tersebut jika ditutupi memberikan mudhorot (bahaya) yang cukup besar bagi umat dan memang sewajarnya harus dibuka, maka kita juga harus melaporkan perbuatan itu kepada pihak yang berwajib yang sepantasya berhak mengetahui kesalahan tersebut, namun yang tetap tidak diperbolehkan yaitu membicarakan/menggunjingkan kesalahan orang lain tersebut. Dengan menutup aib saudara kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menutup cela kita di dunia dan kelak di akhirat. Siapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tutup celanya di dunianya, di hari akhir nanti Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan menutup celanya sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 6537)

            Dari uraian diatas dapat kita ketahui tentang bahaya dari perbuatan membuka dan membicarakan aib orang lain. Maka dari itu marilah kita bersama-sama berusaha menghindari perbuatan yang tercela dan dilaknat oleh Allah SWT itu. Semoga kita selalu terhindar dari perbuatan keji dan munkar.

 

Referensi:

  • http://irdy74.multiply.com/reviews/item/31
  • www.asysyariah.com
  • http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10464

4 Komentar

gUMvQQDUVWOCmYTo

pada : 21 July 2012


"saya suka juga musik jazz, dan saya musisi, dulu saya nge-jazz di jogja, teatpi setelah saya pindah ke makassar saya mencari komunitas jazz di makassar sangat sulit dan tidak terbuka seperti di jogja, kebanyakan di makassar hanya penikmat jazz, untuk player ato musisi jazz jarang. Saya ingin meramaikan kancah per-jazz-an di Makassar, teatpi dimana bisa mencarinya. Kebetulan saya drummer jazz funk. Akhirnya saya sembunyi saja, sambil menyaksikan jazz makassar. Untuk sesi jam session jarang terjadi di makassar mengundang penonton untuk jamz. Di jkarta n jogja hal itu sudah lumrah terjadi. trims"


wNDohRRfNPOoXBIavA

pada : 23 July 2012


"aQ jg ngrs githu, walopun mmg scra kuaaitls mungkin blm sbrpa, tp Qta nggak pernah bs pura2 buta dgn hasil vote, jd yg mnang, biarin aja menang, mungkin emang rejeki bukan cm skdr usaha, tp juga masalah keberuntungan'..hehe ..so be positive thinking aja, slbhnya mudah2an bs mnjd motivasi dan masukan yg benrilai bg para blogger..Yyyukkk"


tempat tidur

pada : 20 December 2014


"terima kasih atas informasinya yang sangat bermanfaat buat kita semua"


meja rias kupu duco

pada : 30 November 2015


"salam kenal dan terima kasih informasinya sangat menarik"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :