MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

Ayat Al-Quran Hari Ini


Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2013; 1.Mitha Erna Wati [FK] | 2.Muhammad Alhada Fuad [FISIP] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH] | 4.Wahyu Afif Mufida [FK] | 5.Bagus Rizki Novianto [FPK] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya ::..

Seandainya Menjadi Badan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif

diposting oleh alhada-fisip11 pada 20 April 2012
di Esay - 2 komentar

 

Wewenang  badan eksekutif:

  1. Kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang dan peraturan perundangan lainnya dan menyelenggarakan administrasi negara
  2. Membuat rancangan undang-ndang dan membimbingnya dalam badan perwakilan rakyat sampai menjadi undang-undang
  3. Kekuasaan untuk mengatur polisi dan angkatan bersenjata, menyelenggarakan perang, pertahanan negara, serta keamanan dalam degeri
  4. Memberikan grasi, amnesti, dan sebagainya
  5. Kekuasaan untuk menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan negera-negara lain

Melihat wewenang dari badan eksekutif diatas, seandainya saya sebagai badan eksekutif saya akan mengambil tindakan untuk mempertahankan NKRI berupa:

  1.  Melaksanakan peran sebagai badan eksekutif dengan sebaik mungkin yaitu berperilaku sesuai dengan kebijakan yang telah disepakati. Seperti dengan kepemimpinan yang bersih, tidak berkorupsi, tidak berkolusi, tidak bernepotisme, bisa merangkul semua lapisan masyarakat dengan mendengar asumsi mereka, dan juga mengambil kebijakan yang adil, dan bijak. Dengan kepemimpinan yang bersih, otomatis kita akan disukai oleh seluruh lapisan masyarakat dan kebijakan yang kita buat akan didikuti dan ditaati oleh masyarakat, karena mereka menaruh simpati terhadap kita. Dengan itu, kita akan dengan mudah mengendalikan serta mempertahankan NKRI.
  2. Membuat rancangan undang-undang dengan bijak demi tercapainya keadilan masyarakat di segala bidang dan demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat dalam seluruh wilayah NKRI dari sabang sampai merauke, sehingga memungkinkan tercapainya pemerataan di segala bidang. Seperti dengan memperhatikan daerah-daerah terpencil yang berada di tepi wilayah NKRI yang berdekatan dengan negara tetangga dan memiliki kemungkinan besar untuk melepaskan diri dengan Indonesia yaitu dengan memudahkan akses transportasi dengan membangun jalan raya, bandara udara, dsb serta ndengan membangun tempat-tempat wisata di daerah terpenbcil tersebut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan juga meningkatkan pendapatan negara. Setelah itu membangun fasilitas-fasilitas umum yang penting seperti sekolah, tempat-tempat ibadah, terminal, pelabuhan, dsb. Dengan kebijakan seperti itu diharapkan mereka merasa diperhatikan dan tidak berusaha melepaskan diri dengan Indonesia.
  3. Tegas dalam memimpin polisi dan angkatan bersenjata yaitu dengan memberikan tugas kepada mereka sebaik mungkin untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pengiriman para polisi dan angkatan bersenjata ketempat-tempat seluruh wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke dengan merata serta bagi mereka yang bertugas di tempat-tempat terpencil diberikan fasilitas agar dapat bertahan di daerah tersebut demi untuk menjaga keamanan NKRI. Selain itu juga melengkapi mereka dengan persenjataan dan alat transportasi yang memadahi untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin terjadi yang dapat mengancam keutuhan NKRI.
  4. Tegas dalam menghukum pihak yang telah jelas dinyatakan bersalah dan tidak berusaha menolongnya dengan tidak mengurangi tuntutan hukum (grasi) terutama dalam hal ini kaitannya dengan oknum-oknum yang berusaha dan menjadi pelopor kegiatan pemberontakan untuk melepaskan diri dengan Indonesia agar ada efek jera pada mereka yang berusaha melepaskan diri dengan Indonesia. Selanjutnya juga harus bertanggung jawab dengan mengembalikan nama baik orang-orang yang dituduh melanggar hukum namun pada kenyataannya terbukti tidak bersalah. Selain mengembalikan nama baik juga mengganti kerugian material pada mereka, agar mereka tidak menaruh dendan dan tetap simpatik terhadap pemerintahan kita.
  5. Dengan kekuasaan diplomatik kerjasama yang kita lakukan dengan negara lain harus demi kamakmuran seluruh masyarakat Indonesia dan juga tetap waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan negara lain yang hendak menjajah negara kita baik penjajahan secara langsung maupun tidak langsung berupa penjajahan ekonomi, kebudayaan, sosial, dan politik.

 

Sumber: Meriam,dkk.2008.Dasar-dasar Ilmu Politik.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

 

Wewenang badan Legislatif:

  1. Menentukan Policy (kebijakan) dan membuat undang-undang
  2. Mengadakan amandemen terhadap rancangan undang-undang yang disusunm oleh pemerintah
  3. Mengontrol badan eksekutif agar bertindak sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan

 

Melihat wewenang dari badan legislatif diatas, seandainya saya sebagai badan legislatif saya akan mengambil tindakan untuk mempertahankan NKRI berupa:

 

  1. Membuat dan menetapkan undang-undang yang jelas terutama mengenai keutuhan NKRI. Undang-undang tersebut bila perlu berupa hukuman mati bagi para oknum-oknum yang mempelopori gerakan memisahan salah sati wilayah Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk menegakkan hukum dan memberi efek jera pada para pelaku-pelaku setelahnya, demi keamanan dan keutuhan NKRI. Selain undang-undang mengenai teroris yang berusaha memecahkan keutuhan NKRI tersebut, undang-undang mengenai pemerintahan juga diperlukan seperti undan-undang yang tegas bagi pelaku korupsi dan penyogokan yang dilakukan para aparatur negara. Agar kewibawaan negara di mata rakyat tidak pudar, para pemimpin bangsa juga harus bersih dan taat terhadap hukum sebab dengan pemerintahan yang bersih rakyat Indonesia akan menaruh simpatik dan tidak berusaha melepaskan diri dari NKRI. Hal tersebut dapat terwujut dengan peraturan perundang-undangan yang tegas bagi pelanggaran yang dilakukan oleh para pemimpin bangsa.
  2. Undang-undang yang dirasa kurang tepat seperti memihak salah satu pihak dan merugikan pihak lain juga harus dengan tegas dan segera direfisi demi tercapainya keadilan di negara ini, sehinga tidak terjadi kecemburuan sosial yang dapat menyebabkan rasa tidak puas terhadap peraturan perundang-undangan yang bisa menyebabkan pemberontakan dan mengancam NKRI.
  3. Kita dengan tegas juga harus mengingatkan dan bertindak apabila terjadi penyelewengan pelaksanaan pemerintahan negara yang dilakukan oleh lembaga eksekutif. Sebab jika lembaga eksekutif sebagai pemimpin bangsa mengalami penyelewengan dalam pemerintahannya hal ini dapat penyebabkan ketidakpuasan rakyat yang bisa berakibat pada kerusuhan (pemberontakan) yang mengancam keutuhan NKRI seperti demo yang merusak fasilitas umum di segala penjuru tanah air dan hal inilah yang dapat dijadikan peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meruntuhkan memecahkan NKRI. Kemungkinan seperti ini dapat kita hindarkan dengan mengingatkan dan bertindak tegas apabila pemimpin bangsa bertindak tidak sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan.

 

 

Sumber: Kristiadi,dkk.2009.Who Wants To Be The Next President.Yogyakarta:Kanisus

 

Wewenang badan Yudikatif:

  1. Melakukan pengadilan, pengawasan, pengaturan, memberi nasehat, dan fungsi adminsitrasi
  2. Menjaga undang-undang, peraturan-peraturan dan ketentuan hukum lainnya
  3. Melakukan proses penegakan hukum bagi orang atau lembaga yang melakukan suatu pelanggaran perdata atau pidana.
  4. Menjatuhkan sanksi terhadap setiap pelanggaran hukum/undang-undang.

 

Melihat wewenang dari badan yudikatif diatas, seandainya saya sebagai badan yudikatif saya akan mengambil tindakan untuk mempertahankan NKRI berupa:

  1. Melakukan pengadilan dengan seadil-adilnya dengan tidak menerima sogokan berupa apapun dari siapapun demi tercapainya negara yang adil sehingga rakyat merasa puas dan tidak berusaha melepaskan diri dengan NKRI.
  2. Menjatuhkan kukuman yang tegas pagi semua pihak yang terbukti bersalah terutama bagi oknum-oknum yang mempelopori tindakan pemberontakan terhadap keutuhan NKRI agar memberikan efek jera dan hal ini tidak terjadi di kemudian hari. Selanjutnya juga menjatuhkan hukuman yang tegas bagi para aparatur negara yang berbuat salah agar rakyat merasa puas dan citra pemerintahan Indonesia dapat menjadi baik sehingga pemerintahan Indonesia lebih berwibawa dan di taati oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan hal ini otomatis mereka akan merasa puas tinggal di Indonesia dan tidak berfikir untuk melepaskan diri dengan Indonesia selanjutnya mereka akan sulit diprofokasi untuk melepaskan diri dengan Indonesia.
  3. Selanjutnya kami juga akan menjaga undang-undang yang telah berlaku dengan sebaik-baiknya yaitu dengan benar-benar menerapkan undang-undang yang telah berlaku tersebut dengan adil dan menjatuhkan hukuman bagi pelanggarnya dengan tegas dan adil bagi siapa saja demi tercapainya kepuasan seluruh rakyat Indonesia agar bangsa ini menjadi bangsa yang damai, adil, makmur, sejahtera, dan tetap bersatu dalam keutuhan NKRI.

 

Sumber: http://fnico.blogspot.com/2011/10/fungsi-tugas-dan-wewenang-lembaga.html

2 Komentar

GKKljSPpuf

pada : 14 January 2013


"@oh yeke.. kalau ada tips2 menarik, share lah dgn abe cletoeh.. boleh kita kongsikan kat sini.. ni pun sumber dari facebook.. sape yang tahu sourcenya, sila lah beritahu abe cletoeh, untuk diberikan kredit.. tq syairah :D"


wupHfhaLHe

pada : 16 January 2013


"Sebenernya bukan kanibal, kaakaaa cuma mereka terpaksa makan daging ayahnya itu. Sedangkan paket sembakonya sayang kalo dimakan, jadinya dijual. gitu kaakaaa.. Ma'aciih komennyaaa.."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :