MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Kericuhan Di Acara Konser SMASH Kaitannya Denga Etika, Moral, dan Akhlak

diposting oleh alhada-fisip11 pada 20 April 2012
di Islamiah - 1 komentar

 

KATA PENGANTAR

 


            Puji syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan tugas makalah Pendidikan Agama Islam yang berjudul “ETIKA, MORAL, DAN AKLAK KAITANNYA DENGAN KASUS PELOMPATAN PAGAR PEMBATAS OLEH PARA PENONTON KONSER SMASH” tepat pada waktunya.

 

Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari kesempurnaan. Seperti halnya pepatah “ tak ada gading yang tak retak “, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.


            Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Amin!

 

                                                                                                Surabaya, 27 Oktober 2011

 

                                                                                                          PENYUSUN

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  A.    Latar Belakang

Moral dan etika pada hakekatnya merupakan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menurut keyakinan seseorang atau masyarakat dapat diterima dan dilaksanakan secara benar dan layak. Dengan demikian prinsip dan nilai-nilai tersebut berkaitan dengan sikap yang benar dan yang salah yang mereka yakini. Etika sendiri sebagai bagian dari falsafah merupakan sistim dari prinsip-prinsip moral termasuk aturan-aturan untuk melaksanakannya. Sedangkan Akhlaq ialah suatu ungkapan jiwa yang dihasilkan oleh perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang.

Akan tetapi pada praktiknya dalam kehidupan sehari-hari, Nilai-nilai Moral, Etika, dan Akhlaq masyarakat di mana kita tinggal sudah melenceng jauh dari kaidah yang seharusnya ada dalam masyarakat tersebut. Pengikisan nilai Etika, Moral, dan Akhlaq zaman demi zaman semakin terkikis seperti halnya dasar sungai yang terkikis oleh aliran sungai yang tak akan pernah kembali mundur melawan hakikatnya sebagai air dan juga hakikat waktu yang tak pernah mundur.

Waktu memang tak pernah mundur sejalan dengan detik jarum jam yang terus berdetik. Akan tetapi, sejalan dengan detik jarum jam yang terus maju, Etika, Moral, dan Akhlaq bangsa ini terus mengalami kemerosotan yang disebabkan oleh berbagai hal.

Prinsip-prinsip moral ini merupakan hasil dari hasrat manusia yang selalu mementing-kan diri sendiri serta keserakahan dalam hidup bermasyarakat, hasrat-hasrat yang begitu menggebu-gebu dan tak didasari oleh Etika, Moral, dan Akhlaq tersebut kemudian berubah menjadi keegoisan, kesom-bongan, kesinisan, kekerasan, dan kebrutalan dalam menjalani hidup sebagai bagian dari masyarakat. Masyarakat percaya bahwa untuk meningkatkan standar hidup, mereka harus mencurangi dan mengalahkan yang lainnya.

Hal inilah yang meletarbelakangi keterpurukan dalam menjalankan suatu kehidupan. Kehidupan berbangsa dan bernegara yang tanpa didasari oleh Etika, Moral, dan Akidah akan mengakibatkan kerapuhan dan kehancuran dalam sistem pemerintahannya. Oleh karena itu, pentingnya kita tahu arti sebenarnya dari Etika, Moral, dan Akhlaq dalam menjalankan hidup sebagai bagian dari Masyarakat guna mencegah kehancuran moral dan pelanggaran nilai yang sering terjadi dewasa ini.

  B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dari Makalah tentang Etika, Moral, dan Akhlaq ini adalah :

  1. Apa definisi dari Etika, Moral, dan Akhlaq?
  2. Bagaimanakah aktualisasi akhlaq dalam kehidupan masyarakat?
  3. Apa contoh kasus nyata yang terjadi dilingkungan sekitar kaitannya dengan Etika, Moral, dan Akhlak menurut pandangan Islam?

  C.    Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu:

  1. Untuk mengetahui definisi dari Etika, Moral, dan Akhlaq
  2. Untuk mengetahui aktualisasi akhlaq dalam kehidupan masyarakat 
  3. Untuk menganalisis contoh kasus nyata yang terjadi dilingkungan sekitar kaitannya dengan Etika, Moral, dan Akhlak menurut pandangan Islam

  D.    Metode Penulisan

Metode penulisan dan pengumpulan data dalam makalah ini di lakukan dengan sistim dokumentatif, yaitu mengambil referensi bahan dari beberapa sumber yang relefan kemudian menganalisisnya sesuai dengan kasus yang kami angkat.  

E.     Batasan Masalah

Dalam Pembuatan Makalah ini, penulis hanya akan mengulas dan membatasi masalah seputar:

  1. Definisi dari Etika, Moral, dan Akhlaq
  2. Aktualisasi akhlaq dalam kehidupan masyarakat
  3. Contoh kasus nyata yang terjadi dilingkungan sekitar kaitannya dengan Etika, Moral, dan Akhlak menurut pandangan Islam     

A.    Manfaat Penulisan

Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dri penulisan makalah ini yaitu:

  1. Bagi penulis untuk meningkatkan pemahaman mengenai definisi dan karakteristik Etika, Moral, dan Akhlaq dan melaksanakan serta mengaplikasikan Etika, Moral, dan Akhlaq dalam kehidupan sehari-hari. Serta untuk menganalisis kejadian disekitar kita yang berkaitan dengan Etika, Moral, dan Aklaq menurut pandangan Islam
  2. Bagi Mahasiswa Sebagai salah satu acuan untuk bisa memahami bab Etika, Moral, dan Akhlaq. Serta untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi menjadi manusia yang lebih baik yaitu Excellent with Morallity

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian Etika, Moral, dan Akhlaq  

    1. Etika

Dari segi etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani, ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang azaz-azaz Akhlaq (moral). Dari pengertian kebahsaan ini terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia.

Adapun arti etika dari segi istilah, telah dikemukakan para ahli dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya. Menurut ahmad amin mengartikan etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.

Dari definisi etika tersebut diatas, dapat segera diketahui bahwa etika berhubungan dengan empat hal sebagai berikut. Pertama, dilihat dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Kedua dilihat dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat. Sebagai hasil pemikiran, maka etika tidak bersifat mutlak, absolute dan tidak pula universal. Ia terbatas, dapat berubah, memiliki kekurangan, kelebihan dan sebagainya. Ketiga, dilihat dari segi fungsinya, etika berfungsi sebagai penilai, penentu dan penetap terhadap sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia, apakah itu hal yang baik ataukah hal yang buruk. Dengan demikian etika lebih berperan sebagai konseptor terhadap sejumlah perilaku yang dilaksanakan oleh manusia. Etika lebih mengacu kepada pengkajian sistem nilai-nilai yang ada. Keempat, dilihat dari segi sifatnya, etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.

Dengan ciri-cirinya yang demikian itu, maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatan baik atau buruk.

 

2.      Moral

Adapun arti moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adab kebiasaan. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatan bahwa moral adalah pennetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan.

Selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk.

Tolak ukur yang digunakan dalam moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan dan lainnya yang berlaku di masyarakat.

Etika dan moral mempunyai arti yang sama, tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika dipakai untuk pengkajian system nilai yang ada.

Kesadaran moral serta pula hubungannya dengan hati nurani yang dalam bahasa asing disebut conscience, conscientia, gewissen, geweten, dan bahasa arab disebut dengan qalb, fu'ad. Dalam kesadaran moral mencakup tiga hal. Pertama, perasaan wajib atau keharusan untuk melakukan tindakan yang bermoral. Kedua, kesadaran moral dapat juga berwujud rasional dan objektif, yaitu suatu perbuatan yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat, sebagai hal yang objektif dan dapat diberlakukan secara universal, artinya dapat disetujui berlaku pada setiap waktu dan tempat bagi setiap orang yang berada dalam situasi yang sejenis. Ketiga, kesadaran moral dapat pula muncul dalam bentuk kebebasan.

Berdasarkan pada uraian diatas, dapat sampai pada suatu kesimpulan, bahwa moral lebih mengacu kepada suatu nilai atau system hidup yang dilaksanakan atau diberlakukan oleh masyarakat. Nilai atau sitem hidup tersebut diyakini oleh masyarakat sebagai yang akan memberikan harapan munculnya kebahagiaan dan ketentraman. Nilai-nilai tersebut ada yang berkaitan dengan perasaan wajib, rasional, berlaku umum dan kebebasan. Jika nilai-nilai tersebut telah mendarah daging dalam diri seseorang, maka akan membentuk kesadaran moralnya sendiri. Orang yang demikian akan dengan mudah dapat melakukan suatu perbuatan tanpa harus ada dorongan atau paksaan dari luar.

 

3.      Akhlaq

Ibn Miskawaih (w. 421 H/1030 M), pakar bidang Akhlaq terkemuka dan terdahulu secara singkat mengatakan bahwa Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Imam Al-Ghazali (1015-1111 M), mengatakan Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Definisi-definisi Akhlaq tersebut secara subtansial tampak saling melengkapi, dan darinya kita dapat melihat lima ciri yang terdapat dalam perbuatan Akhlaq, yaitu:

  1. Akhlaq adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiaannya.
  2. Akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran. Ini tidak berarti bahwa saat melakukan sesuatu perbuatan, yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar, hilang ingatan, tidur atau gila.
  3. Akhlaq adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. Perbuatan Akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan, pilihan dan keputusan yang bersangkutan.
  4. Akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara.
  5. Akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian.

 

B.       Aktualisasi Akhlaq Dalam Kehidupan Masyarakat

  1.  Akhlaq Kepada Allah

Akhlaq kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai khalik. Sikap atau perbuatan itu memiliki ciri-ciri perbuatan Akhlaq sebagaimana telah disebut diatas. Sekurang-kurangnya ada empat alasan mengapa manusia perlu beAkhlaq kepada Allah, karena Allah-lah yang mencipatakan manusia. Dia yang menciptakan manusia dari air yang ditumpahkan keluar dari tulang punggung dan tulang rusuk hal ini sebagai mana di firmankan oleh Allah dalam surat at-Thariq ayat 5-7. sebagai berikut :

 

فلينظرالانسان مم خلق(٥) خلق من ماء دافق(٦) يخرج من بين الصلب والترائب(٧)

(الطار ق : 0-٧)

Artinya :"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?,. Dia tercipta dari air yang terpancar,.yang terpancar dari tulang sulbi dan tulang dada. (at-Tariq:5-7)

 

Sementara itu menurut pendapat Quraish Shihab bahwa titik tolak Akhlaq kepada Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji; demikian agung sifat itu, jangankan manusia, malaikat pun tidak akan mampu menjangkaunya.

Menurut Kahar Masyhur dalam bukunya yang berjudul "Membina Moral dan Akhlaq" bahwa Akhlaq terhadap Allah, itu antara lain :

  • Cinta dan ikhlas kepada Allah SWT.
  • Berbaik sangka kepada Allah SWT.
  • Rela terhadap kadar dan qada (takdir baik dan buruk) dari Allah SWT.
  • Bersyukur atas nikmat Allah SWT.
  • Bertawakal/ berserah diri kepada Allah SWT.
  • Senantiasa mengingat Allah SWT.
  • Memikirkan keindahan ciptaan Allah SWT.
  • Melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.

Dari uraian-uraian diatas dapat dipahami bahwa Akhlaq terhadap Allah SWT, manusia seharusnya selalu mengabdikan diri hanya kepada-Nya semata dengan penuh keikhlasan dan bersyukur kepada-Nya, sehingga ibadah yang dilakukan ditujukan untuk memperoleh keridhaan-Nya.

Dalam melaksanakan kewajiban yang diperintahkan oleh  Allah, terutama melaksanakan ibadah-ibadah pokok, seperti shalat, zakat, puasa, haji, haruslah menjaga kebersihan badan dan pakaian, lahir dan batin dengan penuh keikhlasan. Tentu yang tersebut bersumber kepada al-Qur'an yang harus dipelajari dan dipelihara kemurnianya dan pelestarianya oleh umat Islam.

2.      Akhlaq Kepada Diri Sendiri

Akhlaq kepada diri sendiri merupakan bentuk kecintaan kita terhadap Allah SWT dengan menghargai ciptaan-Nya. Kita adalah ciptaan Allah SWT, kita adalah khalifah di bumi ini dan setiap orang diantara kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia kerjakan.

Artinya, dalam hidup ini kita tidak boleh bersifat dzalim terhadap diri kita sendiri. Dzalim terhadap diri sendiri dapat dicontohkan dengan menyiksa diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan tertentu. Misalnya, mengkonsumsi minuman keras, narkoba, dan bahan-banah kimia yang dapat merusak tubuh kita sendiri.

Akhlaq terhadap diri sendiri juga dapat diwujudkan dengan menjaga amal perbuatan dari perbuatan keji dan munkar. Hal ini dapat menghindarkan kita dari siksa Allah yang amat pedih di hari pembalasan kelak.

 

3.      Akhlaq Kepada Orang Lain

Adapun sepuluh Akhlaq yang harus dijalankan oleh muslim atau muslimah dengan sesama dalam kehidupan beragama antara lain:

1. Tidak Menyakiti Orang Lain

“Orang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari Abdullah bin Amru. Hadis tersebut menyatakan bahwa Muslim terbaik adalah Muslim yang menunaikan hak-hak kaum Muslimim lainnya dalam menjalankan hak-hak Allah, artinya orang Muslim harus mencegah diri dari menyakiti orang lain.

2. Menyingkirkan Benda Menyakitkan di Jalan

“Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam pulih sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda dari jalanan dan malu termasuk cabang keimanan.” H.R.Muslim dari Abu Hurairah r.a. Mneyingkirkan benda yang menyakitkan dari jalan adalah salah satu bentuk manifestasi dzikir yang bisa menjauhkan manusia dari api neraka.

3. Malu

Rasulullah SAW terkenal sangat pemalu. Hal ini karena malu menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Malu mencegah kealpaan untuk bersyukur kepada yang memberi nikmat dan mencegah kelalaian menunaikan kewajiban

4. Santun Berbicara

  • Berbicara pelan jangan mengeraskan suara diatas volume yang dibutuhkan pendengar karena hal itu tidak sopan dan menyakitkan.
  • Memperhatikan pembicaraan lawan bicara dan tidak menjatuhkan harga dirinya.
  • Tidak memotong pembicaraan

5. Jujur

Kebohongan akan mengarah kepada kemunafikan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang bersisian. Tidak ada yang bernama bohong putih atau bohong hitam, kebohongan kecil tetaplah ditulis sebagai kebohongan. Bohong yang diperbolehkan adalah bohong untuk mendamaikan dua orang yang bersiteru, bohong dalam perang, dan bohong untuk menyenangkan suami/istri.

6. Meninggalkan Perdebatan

Berdebat tidak baik karena ia membuka kesempatan kepada syaitan untuk turut melakukan provokasi didalamnya. Debat dapat memunculkan fitnah, keraguan, menghapuskan amalan, mengeraskan hati, melahirkan dendam, dll. Arena yang paling disukai setan adalah permusuhan dimana tiap pihak berusaha untuk menunjukkan aib pihak lain dan menyucikan dirinya sendiri, dan debat dijadikan saran untuk memperoleh kemenangan semu.

7. Tidak Bakhil (Pelit)

Predikat paling buruk yang disandang oleh wanita muslimah adalah jika ia disebut wanita bakhil/pelit. Orang bakhil yang paling bakhil dapat dibagi tiga :

  • Orang yang bakhil dengan orang lain.
  • Orang yang bakhil pada dirinya sendiri dengan dalih zuhud meninggalkan keduniaan.
  • Orang yang mendengar nama Nabi SAW disebut dihadapannya namun ia tidak bershalawat.

8. Menjauhi Rasa Dengki

Surga yang luas disediakan khusus untuk orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia. (Ali Imran 133-134). Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan dalah Ihya Ulumuddin bahwa, “Marah bertempat di hati. Kemarahan yang hebat berarti mendidihnya darah di dalam hati menuntut pembalasan yang merupakan makanan marah dan syahwatnya, dan ia tidak akan tenang kecuali dengan penuntasannya.” Dengki didefenisikan sebagai memendam permusuhan di dalam hati dan menunggu-nunggu kesempatan pemuasannya.

9. Menghindari Iri Hati (Hasud)

Hasud adalah reaksi jiwa dan penyakit hati yang menganggap nikmat Allah yang diterima seesorang terlalu banyak untuknya sembari mengangan-angankan raibnya kenikmatan tersebut dari mereka. Faktor penyebab diantaranya : • Permusuhan, kebencian, kemarahan, kedengkian.

10.  Tidak Mudah Terpedaya

Ghurur adalah bentuk kelalaian dan keterpedayaan dan merupakan predikat yang menempel pada setiap penipu. Ghurur memiliki tiga sumber utama :

  • Tertipu oleh angan kehidupan dunia
  • Tertipu oleh janji setan
  • Tertipu oleh angan ampunan Allah

 

4.      Akhlaq Kepada Lingkungan

Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan. maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya. Akhlaq yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai Khalifah

Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Kekalifahan mengandung arti pengayoman, pemeliharaan serta pembingbingan. agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaanya.

Dalam pandangan Akhlaq Islam, seseorang tidak di benarkan mengambil buah sebelum matang atau memetik bunga sebelum mekar. karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaanya.

lni berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan. dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. Yang demikian meng bertanggung jawab. sehingga ia tidak melakukan pengrusakan.

Binatang, Tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah SWT. Keyakinan ini mengantarkan sang Muslim untuk menyadadari bahwa semuanya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan sacara wajar dan baik.

Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6) : 38 di tegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung pun adalah umat seperti manusia juga. sehingga semuanya tidak boleh di perlakukan secara dzalim.

   

C.      Contoh kasus nyata yang terjadi dilingkungan sekitar kaitannya dengan Etika, Moral, dan Akhlak Manusia 

  1.      Kasus

          Surabaya (beritajatim.com) Sabtu, 15 Oktober 2011 21.20 Konser Smash dalam acara Jatim Fair 2011 dalam rangka hari jadi Provinsi Jawa Timur, yang diselenggarakan di halaman pakiran Gran City mulai 7-8 Oktober 2011, Jumat (14/10/2011), dihentikan sebelum usai. Konser terganggu karena penonton berdesakan sehingga kurang lebih 40-50 penonton pingsan.
Pantauan beritajatim.com, acara yang membuat banyak penonton pingsan itu karena terpakau artis baru 'Smash'. Mereka antusias dan berdesakan. Apalagi penonton kebanyakan dari anak SMP dan SMA. Pada lagu pertama, penonton masih terlihat biasa. Namun di saat lagu ke-3, satu persatu penonton berjatuhan pingsan. Akhirnya, acara konser  Smash langsung dihentikan pukul 21.00 WIB. Informasinya, ada satu orang mengalami kesurupan saat ada di tenda medical. "Tapi korban yang pingsan mencapai 40-50 orang itu sudah diberi pengobatan mulai dari pemberian oksigen," kata Dadang panita pelaksana Jatim Fair. Konser Smash yang seharusnya menyanyikan 10 lagu tidak utuh. "Sebelum konser Smash mulai, penonton itu sudah datang ke acara tersebut sejak pukul 16.00. Saya tidak mengira kalau penontonnya meludak," tambahkan Dadang. Dengan tiket masuk hanya Rp 7000, penonton sejak sore sudah memadati acara Jatim Fair 2011. Kapasitas area hanya 2000 namun dalam kenyataannya terdapat 3000 penonton yang berdominan kaum wanita. "Untuk acara penutupan yang mendatangkan artis Ran, kami akan membatasi jumlah penonton dan meminta bantuan ke pihak Polrestabes Surabaya," tandasnya.

2.      Analisis 

             Dalam kasus diatas penulis melihat langsung kejadiannya sehingga permasalahan-permasalahan yang terjadi cukup jelas untuk dikaji dan dikaitkan dengan Etika, Moral, dan Aklaq dalam makalah ini. Sebenarnya kasus pingsan yang terjadi pada para penonton itu terjadi karena banyaknya penonton yang melompat pagar pembatas demi bisa meihat idolanya secara langsung. Sebenarnya kelompok polisi yang menjaga areal konser telah menutup pagar dan melarang para penonton untuk masuk kedalam lokasi konser. Sebab kondisi lokasi yang telah penuh dan tidak memungkinkan menampung lebih banyak penonton lagi. Pada mulanya penonton tidak membrontak dan mengikuti saran sang polisi dengan baik, namun ketika sang idolanya itu tampil kondisi tidak dapat lagi dikendalikan. Semua penonton berusaha masuk lokasi untuk melihat SMASH secara langsung dengan cara apa pun. Mereka melompat pagar pembatas dan mengabaikan peringatan dari polisi. Polisi terus menghadang namun jumlah yang tidak seimbang tidak dapat mengendalikan kondisi saat itu. Para penonton masuk sehingga lokasi penuh, sesak, dan panas yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain disekitarnya. Mereka semua bayak yang kepanasan, sesak nafas, dan bahkan pingsan.

             Dari kejadian ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa penonton yang melakukan perbuatan itu merupakan orang yang mempunyai Etika, Moral, dan Aklaq yang tidak baik. Hal itu dapat dibuktikan dari perbuatan mereka yang tidak baik dilihat dari sudut pandang individu kita sendiri, yaitu mereka megabaikan keselamatan diri mereka sendiri hanya demi melihat idolanya secara langsung. Padahal orang yang menjadi idolanya itu adalah manusia biasa seperti kita. Selain itu dilihat dari sudut pandang adat istiadat juga tidak sesuai dengan adat kita yang mengorbankan keselamatan diri sendiri maupun orang lain hanya untuk kesenangan yang kurang bermanfaat. Secara adat kita dituntut untuk selalu mematuhi norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Dalam kasus tersebut para penonton telah melanggar norma yang diberikan agar tidak masuk kedalam lokasi konser. Namun mereka melanggarnya hanya demi kesenangan sesaat. Secara aklaq mereka termasuk su’udhon terhadap diri sendiri maupun orang lain. Mereka tidak meletakkan atau memposisikan diri mereka sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat. Mereka juga tidak memposisikan manusia lain denagn baik yaitu dengan tidak memperdulikan keselamatan orang yang ada disekitar kita. Dalam islam sebenarnya orang yang patut kita idolakan dan kita contoh yaitu nabi kita Muhammad Saw. Bukan mengidolakan SMASH sampai lupa diri dan mengabaikan keselamatan diri kita maupun orang yang ada di sekitar kita. Sebab hanya Rasulullah-lah satu-satunya orang yang dapat memberikan syafa’at dengan izin Allah Swt. Sehingga kita tidak boleh terlalu mengidolakan artis-artis idola kita seperti SMASH yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk keselamatan kita.

             Dari kasus ini dapat kita lihat bahwa Etika, Moral, dan Aklaq masyarakat indonesia telah banyak yang rusak dan tidak sesuai dengan tuntunan adat istiadat maupun agama. Maka dari itu masyarakat kita perlu pendidikan Etika, Moral, dan Aklaq melalui pendidikan Agama Islam sedari dini untuk memupuk aklaq yang baik sesuai dengan tuntunan Islam serta pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sedari dini untuk memupuk aklaq yang sesuai dengan identitas nasional bangsa indonesia yaitu pancasila. Sebenarnya kejadian seperti ini tidak akan terjadi apabila masyarakat kita telah faham dan mengerti tentang ajaran agama Islam yang mengajarkan kita etika, moral, dan aklaq baik alaq kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Etika merupakan cara pandang kebaikan/keburukan (sesuai/tidak sesuai) dari perbuatan manusia dari sudut pandang pemikiran individu kita sendiri.

Moral merupakan cara pandang kebaikan/keburukan (sesuai/tidak sesuai) dari perbuatan manusia dari sudut pandang adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya.

Aklaq merupakan cara pandang kebaikan/keburukan (sesuai/tidak sesuai) dari perbuatan manusia dari sudut pandang Agama Islam yang berlandaskan pada Al-Qur-an dan Al-Hadits.

Dari kasus pelompatan pagar yang terjadi pada acara konser SMASH di Grand City Mall tersebut merupakan salah satu pelanggaran terhadap Etika, Moral, dan Aklaq yang terjadi pada masyarakat sebab tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat maupun agama Islam. Karena hal tersebut dapat merugikan dan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

 

B.     Saran

Dari kasus diatas dapat kita ambil pelajaran agar kita selalu menjunjung tinggi nilai dan norma serta etika, moral, dan aklaq yang berlaku pada masyarakat pada umumnya. Supaya kita dan orang-orang disekitar kita tidak terkena dampak negatif dari perbuatan yang hanya memberikan kesenangan nafsu sesaat tanpa memperdulikan keselamatan sesama. Sehingga penulis menyarankan agar kita selalu menjaga keselamatan baik dirisendiri maupun orang-orang yang ada disekitar kita demi terselanggaranya kehidupan yang makmur, aman, dan sentosa.

 

 

REFERENSI

  • Achmad, Mudlor. Tt. Etika dalam Islam. Al-Ikhlas. Surabaya.
  • Al-Jazairi, Syekh Abu Bakar. 2003. Mengenal Etika dan Akhlak Islam. Lentera. Jakarta.
  • Bakry, Oemar. 1981. Akhlak Muslim. Aangkasa. Bandung
  • http://www.beritajatim.com

1 Komentar

HSKpXuBigvfxCxSMj

pada : 23 July 2012


"my mum is currently have cnecar again, she is up going chemo again and she may die soon also she is goin hajj on thursday can she be cured of her discease god bless inshallah pray for her"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :