MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

Ayat Al-Quran Hari Ini


............

    ..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2013; 1.Mitha Erna Wati [FK] | 2.Muhammad Alhada Fuad [FISIP] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH] | 4.Wahyu Afif Mufida [FK] | 5.Bagus Rizki Novianto [FPK] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya ::..

Laporan Hasil Pengamatan Pagelaran Drama di SMAN 1 Srengat

diposting oleh alhada-fisip11 pada 20 April 2012
di Penelitian - 6 komentar

Sumber Gambar: http://3.bp.blogspot.com/-cYIf8O9QB8Q/Tc8nhfBcgNI/AAAAAAAAAEA/fgclCQfXAus/s320/pentas02.jpg

 

KATA  PENGANTAR

 

          Puji  syukur  saya panjatkan  kehadirat  Allah  SWT  yang telah memberikan rahmat  dan hidayahnya  sehingga  saya  dapat  menyelesaikan laporan hasil pengamatan dengan judul “Kualitas Pementasan Drama SMA N 1 Srengat.”

Walaupun  masih banyak  kekurangannya.

            Penyusunan  laporan ini  untuk memenuhi tugas  seni drama  dan sebagai  ajang latihan  untuk  membuat  laporan pengamatan pada  masa  mendatang

            Tugas ini  dapat  terselesaikan  karena  adanya  dukungan  dari  berbagai  pihak. Oleh  sebab pada  kesempatan  ini  saya  mengucapkan terima kasih kepada :

 

  1. Bpk. Drs. Salamun, M.Pd, selaku kepala SMAN 1 Srengat
  2. Ibu Yayuk selaku  pembina mata pelajaran seni drama Kelas XI IIS4 SMAN 1 Srengat
  3. Orang tua  tercinta  yang telah memberikan  dukungan moral dan materil
  4. Semua  pihak yang telah membantu  dalam pembuatan karya  ilmiah ini

 

Penyusun  mengharap  kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak  demi penyempurnaan  penyusunan  laporan pengamatan  pada  masa  menadatang

            Harapan  penyusun, semoga  laporan ini  dapat  memberikan manfaat  bagi penyusun  pada  khusuusnya  dan  pembaca  pada umunya  yang berhubungan  dengan pementasan seni drama

 

                                                                                                               Desember, 2009

                                                                                                                    Penyusun,

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar belakang

Seperi yang dimuat dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 32 ayat 1 yang berbunyi “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradapan Dunia yang menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai kebudayaanya. “Dari pernyataan ini mengandung maksud bahwa memajukan kebudayaan nasional merupakan salah satu ujuan Negara dan pmetasan drama merupakan salah satu kebudayaan nasional yang perlu kita jaga dan kita lestarikan.

Menurut Agustinus Suyoto, S.Pd ( Guru Sastra Indonesia ) pengertian Drama adalah kisah kehidupan manusia yang dikemukakan dipentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsure-unsur pembantu ( dekor, kostum, rias, lampu, musik ) serta disaksikan oleh penonton. Dari pengertian itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dan dinilai dari kualitas pementasan drama antara lain adalah isi dialog tokoh, cara percakapan tokoh, gerak laku tokoh, dekorasi, kostum, rias, musik, dan sebagainya.

Dalam laporan hasil pengamataanini, penulis ingin mengkaji hasil pementasan drama SMA N 1 Srengat minggu, 8 November 2009 yang dilakukan oleh kakak-kakak kelas XII  dari segi penampilan, kostum, dekor, musik,cerita, penokohan, penjiwan pemain, dialog antar tokoh, dan hal-hal yang menarik dari drama tersebut.

Dengan memperhatikan ulasan uraian diatas, laporan pengamatan ini berjudul “kualitas pementasan drama SMA N 1Srengat Minggu, 8 November 2009”

 

B.  Permasalahan

ð  Rumusan Masalah

Bagaimana kualitas pementasan drama SMA N 1 Srengat Minggu, 8 November 2009?

ð  Batasan Masalah

Kualitas pementasan drama SMA N 1 Srengat, Minggu, 8 November 2009

 

C.  Tujuan

Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengetahui kualitas pementasan drama SMA N Minggu, 8 November 2009

 

D.  Asumsi Hipotesis

- Asumsi

Menurut teman-teman secara umum, pementasan seni drama SMA N 1 Srengat Minggu, 8 November 2009 cukup baik

- Hipotesis

Pementasan seni drama SMAN 7 Srengat minggu 8 ,November 20009 cukup baik

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

A. Definisi Oprasional

    1. Pengertian drama

                  Menurut kamus besar Bahasa Indonesia drama memiki beberapa pengertian . Pertama drama diartikan sebagai komposisi syair atau posa yang dapat menggambarkan kehidupan  dan watak melalui tingkah laku ( acting ) atau dialong yang akan di pentaskan .Kedua cerita atau kisah  terutama yang melibatkan konflik atau emosi yang khusus di susun untuk pertunjukan teater .Ke  tiga kejadian yang menyedihkan.

  2.Ciri-ciri drama

      a. Sebagai seni pertunjukan,teater berhubungaan   dengan seni gerak ,seni dekorasi,

          seni tata rias,dan seni tata busana.

      b. Sebagai seni kolektif kerena drama dikerjakan secara bersama-sama ,seperti antara

          sutradara  ,dan pelaku serta antara pelaku dan petugas tata rias dan tata busana ..

      c. Memerlukan penonton karena tampa penonton  pertunjukan drama menjadi  tidak

          bermakna .

 

3.Unsur-Unsur Pementasan

 

1. Dalam pentas drama sekurang-kurangnya ada 6 unsur yang perlu dikenal, yaitu (1) naskah drama, (2) sutradara, (3) pemeran, (4) panggung, (5) perlengkapan panggung : cahaya, rias, bunyi, pakaian, dan (6) penonton.


2. Naskah drama. Adalah bahan pokok pementasan. Secara garis besar naskah drama dapat berbentuk tragedi (tentang kesedihan dan kemalangan), dan komedi (tentang lelucon dan tingka laku konyol), serta disajikan secara realis (mendekati kenyataan yang sebenarnya dalam pementasan, baik dalam bahasa, pakaian, dan tata panggungnya, serta secara simbolik (dalam pementasannnya tidak perlu mirip apa yang sebenarnya terjadi dalam realita, biasanya dibuat puitis, dibumdui musik-koor-tarian, dan panggung kosong tanpa hiasan yang melukiskan suatu realitas, misalnya drama karya Putu Wijaya. Naskah yang telah dipilih harus dicerna atau diolah, bahkan mungkin diubah, ditambah atau dikurangi disinkronkan dengan tujuan pementasan tafsiran sutradara, situasi pentas, kerabat kerja, peralatan, dan penonton yang dibayangkannya.


3. Sutradara. Setelah naskah, faktor sutradara memegang peranan yang penting. Sutradara inilah yang bertugas mengkoordinasikan lalu lintas pementasan agar pementasannya berhasil. Ia bertugas membuat/mencari naskah drama, mencari pemeran, kerabat kerja, penyandang dana (produsen), dan dapat mensikapi calon penonton.


4. Pemeran. Pemeran inilah yang harus menafsirkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Memang sutradaralah yang menentukannya, tetapi tanpa kepiawaian dalam mewujudkan pemeranannya, konsep peran yang telah digariskan sutradara berdasarkan naskah, hasilnya akan sia-sia belaka.


5. Panggung. Secara garis besar variasi panggung dapat dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, panggung yang dipergunakan sebagai pertunjukan sepenuhnya, sehingga semua penonton dapat mengamati pementasan secara keseluruhan dari luar panggung. Kedua, panggung berbentuk arena, sehingga memungkinkan pemain berada di sekitar penonton.


6. Cahaya. Cahaya (lighting) diperlukan untuk memperjelas penglihatan penonton terhadap mimim pemeran, sehingga tercapai atau dapa mendukung penciptaan suasana sedih, murung, atau gembira, dan juga dapat mendukung keratistikan set yang dibangun di panggung.


7. Bunyi (sound effect). Bunyi ini memegang peran penting. Bunyi dapat diusahakan secara langsung (orkestra, band, gamelan, dsb), tetapi juga dapat lewat perekaman yang jauh hari sudah disiapkan oleh awak pentas yang bertanggung jawab mengurusnya.


8. Pakaian. Sering disebut kostum (costume), adalah pakaian yang dikenakan para pemain untuk membantu pemeran dalam menampilkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Dengan melihat kostum yang dikenakannya para penonton secara langsung dapat menerka profesi tokoh yang ditampilkan di panggung (dokter, perawat, tentara, petani, dsb), kedudukannya (rakyat jelata, punggawa, atau raja), dan sifat sang tokoh trendi, ceroboh, atau cermat).


9. Rias. Berkat rias yang baik, seorang gadis berumur 18 tahun dapat berubah wajah seakan-akan menjadi seorang nenek-nenek. Dapat juga wajah tampan dapat dipermak menjadi tokoh yang tampak kejam dan jelek. Semua itu diusahakan untuk lebih membantu para pemeran untuk membawakan perwatakan tokoh sesuai dengan yang diinginkan naskah dan tafsiran sutradara.


10. Penonton. Dalam setiap pementasan faktor penonton perlu dipikirkan juga. Jika drama yang dipentaskan untuk para siswa sekolah sendiri, faktor mpenonton tidak begitu merisaukan. Apabila terjadi kekeliruan, mereka akan memaafkan, memaklumi, dan jika pun mengkritik nadanya akan lebih bersahabat. Akan tetapi, dalam pementasan untuk umum, hal seperti tersebut di atas tidak akan terjadi. Oleh karena itu, jauh sebelum pementasan sutradara harus mengadakan survei perihal calon penonton. Jika penontonnya ”ganas” awak pentas harus diberi tahu, agar lebih siap, dan tidak mengecewakan para penonton.

 

B. Hasil pagelaran seni drama SMA N 1 Srengat sebagai obyek pengamatan adalah

     sebagai berikut

  1. “Pensil Pembawa Sial”
    1. Busana yang dipakai oleh peran protagonist tidak sesuai karena pakainya tidak dimasukkan sehingga mencerminkan tidak patuh pada peaturan sekolah
    2. Peran salah satu tokoh protagonist tidak sesuai kaena terlalu kecentilan
    3. Poperti yang digunakan terlalu ribet ( terlalu besar sehingga sulit untuk dimasukkan ke panggung ) dan memerlukan waktu lama untuk mmbawanya sehingga merusak pemandangan panggung. Lagi pula propertynya kurang menarik.
    4. Yang lainya sudah cukup baik

 

  1. “Jodoh Untuk Charly”
    1. Propertinya kurang sesuai yaitu alat yang dalam kehidupanya sehari-sehai digunakan untuk pembersih kaca, didalam drama ini untuk menyemprot bunga.
    2. Suara dialog kurang jelas ( volumenya kurang keras )
    3. Musiknya kurang menarik ( trlalu sedikit dan monoton )
    4. Ceritanya bagus dan romantis
    5. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Akhir Hayat sang Playboy”
    1. Ceritanya menarik
    2. Poertinya lengkap dan sesuai
    3. Tokoh utama sangat menguasai apa yang diperankan
    4. Settingnya telalu monoton
    5. Yang lainya cukup menarik

 

  1. “Cinta Terlarang”
    1. Peran sang ratu kurang baik

                 Yaitu sang ratu yang seharusnya duduk dengan penuh wibawa disinggasana ketika penasehat keratin membacakan peraturan untuk para dayangnya namun ia malah mondar-mandir tak tentu arah.

                2. Ending yang kurang menarik dan kurang jelas

                3. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Raja dan Nenek Sihir”
    1. Volume suarra sangat kecil
    2. Propertinya yaitu pohon jambu kurang kuat sehingga ketika digunakan sempat akan roboh
    3. Peran pengawal kurang baik

                    Yaitu ketika Raja dan Pemaisuri di culik Nenek sihir ia diam saja dan akhirnya pergi begitu saja.

               4. Peran Raja banyak diam ketika dipanggung

                5. Yang lainya cukup baik.

 

  1. “Fatimah”
    1. Volume suara sangat pelan ( kecil )
    2. Ceritanya terlalu bertele-tele
    3. Settingnya terlalu monoton
    4. Tokohnya terlalu sering naik-turun, ( naik-turun panggung )
    5. Musiknya terlalu sedikit dan kurang menarik
    6. Tokohnya banyak yang tertawa saat tampil ( kurang penjiwaan dan kurang serius )
    7. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Kesombonganku Petakaku”
    1. Gerakan tangan tokoh utama sangat monoton

                     Yaitu hanya naik-turun, dan naik-turun.

               2. Voleme suaanya baik yaitu keras

               3. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Pangeran Enceng Gondog”
    1. Ceritanya terlalu bertele-tele dan kebanyakan dialog
    2. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Audisi Model”
    1. Ceritanya kurang menarik
    2. Propertinya kurang menarik
    3. Ketika berakting foto sempat ada yang membelakangi penonton yang ekspresinya tidak kelihatan
    4. Ekspresi polisi laki-laki kurang serius
    5. Endingnya kurang menarik
    6. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Lautan Cinta di Balik Gunung Pegat”
    1. Judulnya menarik penonton sehingga penonton tmotivasi untuk melihat ceritanya
    2. Mengandung humoris yang menghibur
    3. Busananya menarik dan sesuai
    4. Penuh kejutan
    5. Gerakan tokohnya bervariasi dan menarik
    6. Spektakulir
    7. Propertinya kurang menarik
    8. Tokoh Tokoh putrid bebaju putih kurang ekspresi dan kebanyakan diam padahal busananya yang paling menonjol namun malah kurng berperan dalam darama.
    9. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Cincin Biru”
    1. Volemenya suaranya sangat kecil
    2. Ceritanya kurang menarik dan terlalu mbulet
    3. Musiknya monoton
    4. Penataan property ada yang salah
    5. Yang lainya cukup baik

 

  1. “Bidan Biadab”
    1. Perkataan tokoh dengan apa yang ada disitu tidak sesuai

                     Yaitu ketika bidan menyuruh bapak duduk namun sebenarnya tidak ada tempat duduk

               2. Propertinya kurang lengkap

               3. Ekting tokoh kurang serius

                  Yaitu ketika perutnya ditusuk namun ia malah tertawa.

 

C. Hubungan hasil pagelaran dengan teori yang dikemukakan

      dilihat dari segi penampilan, kostum, dekor, musik, cerita, penokohan, penjiwaan pemain, dialog antar tokoh, dan hal-hal yang menarik lainya. Hasil pementasan tersebut secara keseluruhan adalah cukup baik karena secara umum walaupun penampilan tersebut terdapat kelemahan-kelemahan namun juga tertutupi oleh kelebihan-kelebihan yang lainya.

      Kelebihan kelebihan tersebut dapat dilihat diantaranya yaitu:

  1. Dari segi Penampilan, kostum, rias dan busana yaitu seperti drama yang berjudul “Lautan Cinta Dibalik Gunung Pegat”
  2. Dari segi peralatan dan penjiwaan tokoh seperti drama yang berjudul “Akhirhayat Sang Play Boy”
  3. Dari segi volume suara dan dialog antar tokoh seperti drama yang berjudul “Kesombonganku Petakaku”

 

Hipotesis

       Hipotesis adalah sesuai dengan kenyataan yaitu kualitas pmentasan drama SMA N 1 Srengat Minggu, 8 November 2009 adalah cukup baik. Karena menurut pendapat teman-teman secara umum (melalui hasil wawancara) yang menyaksikan pementasan  dramatersebut serta menurut pendapat penulis melalui pngamatan yang dikaitkan dengan teori yang relefan. Pementasan drama SMAN 1 Srengat Minggu,8 November cukup baik.

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan, pnulis dapat menyimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas pementasan drama SMAN 1 Srengat Minggu, 8 November 2009 adalah cukup baik yaitu dilihat dari sgi penampilan, kostum, dekor, musik, cerita, penokohan, penjiwaan, dialog antar tokoh, dan hal-hal yang mnarik lainya.

 

         2. Saran

      a. Kepada pembaca

Pembaca disarankan agar dalam pembuatan pementasan drama memerhatikan unsur-unsur yang dinilai agar kualitas pementasanya dapat memuaskan.

6 Komentar

lailatul fadilah

pada : 12 July 2012


"lain kali kalok cari cerita yg agak menarik sedikit gak bisa ta.....
basakah kalian membuat cerita yg bru yg belom pernah ditemukan oleh orang laen, cobalah kalian memikirkan imajinasi yg lebih baik lagi mungkin itu bisa membuat sekolah kalian lebih maju inspirasi akan datang dgn sendiri.x tanpa kalian ketahui dan ide itu bisa berasal dari kehidupan kalian sehari-hari dan bisa kalin dapatkan dengan minyadari apa yg kalian lakukan........................
sadarilah bahwa kalian adalah manusia yg bisa berfikir................. "


Alhada

pada : 18 July 2012


"Iya Mbak, terimakasih atas sarannya..
Semoga pementasan drama di SMA ku kedepannya bisa lebih baik lagi.."


GWHgWTip

pada : 21 July 2012


"Salam, Rekans semuanyaApa kabar hari ini? :)Maaf, saya baru mampenyatken diri nimbrung di sini. Ingin bertegur sapa saja. Dan mungkin sedikit berbagi tips untuk terpilih menjadi Blog Terfavorit pada AM Award-3 2009 kemarin.Terima kasih untuk masukan rekans semua, terutama terkait template blog MP (multiply) saya yang mungkin KURANG NYAMAN untuk mata. Ini bukan komplain yang pertama. Bahkan sejak awal-awal saya mengisi rumah di MP itu lebih setahun lalu (saya belum pernah ganti template setelah template yang sekarang), banyak rekans yang mengusulkan untuk ganti template baru. Namun, saya ternyata masih enjoy saja. Toh yang merasa terganggu orang lain. Saya tidak. Hehe, egois dunk! :)Tentang muatan blog saya, bisa dikatakan hampir 80% berupa refleksi harian tentang apa yang saya rasakan, dengar dan lihat. Hampir tidak ada postingan seputar teknologi terkini. Kenapa? Saya belum pede memposting yang berbau-bau teknologi seperti itu. Toh website dengan konten serupa sudah banyak menjamur. Sebenarnya saya ingin rutin menulis sesuai kompetensi saya. Kuliah saya di Teknik Mesin UGM, Konversi Energi lebih spesifik lagi Komputasi Numerik pada Proses Pembakaran. Tapi sampai detik ini belum juga kesampaian. Lagian kajian tentang itu masih (sangat) jarang untuk lingkup di tanah air kita. Baik dari kuantitas rujukan/referensi maupun praktisi/peminatnya.So, begitulah. Pada akhirnya saya namakan blog MP saya itu dengan the other side of me . Sisi lain seorang engineer yang suka menulis. Oya bolehlah saya beritahukan pada rekans semua, semoga memberikan sedikit motivasi. Bahwa ~ 75% dari total konten blog MP saya itu sudah go internasional di dunia maya lho. Karena sudah dimuat di beberapa portal online independen yang hanya menerima tulisan-tulisan berkualitas saja. Sebutlah di antaranya Hidayatullah.com, Eramuslim,com, Edumuslim.org, Warnaislam.com, Kotasantri.com dan Matadunia.com. Blog MP saya itu juga sudah menelurkan 3 (TIGA) BUKU ANTOLOGI BERSAMA dalam dua tahun usia orbitnya dari tiga komunitas yang berbeda (Sekolah Kehidupan, FLP Jepang, dan Angingmammiri). Alhamdulillah . :)Hmm , bagaimana dengan blog rekan-rekan di sini, apakah selain diposting di blog pribadi juga sudah diposting di beberapa portal online independen lain? Paling tidak, itu menjadi tolak ukur pertama kualitas setiap postingan kita dari sudut pandang seorang redaktur/admin. Setuju kah? :)Btw kenapa banyak yang memberikan voting pada saya? Ah, tidak usah heran. Lihat saja kontak di blog MP saya yang sudah di atas angka 1000 orang (1042 tepatnya saat ini). Selain itu, saya pun punya kontak di Facebook saat ini 4997 orang dari berbagai kalangan. Jadi rekan-rekan yang hadir di sini sudah tahu kan apa yang saya maksudkan? Ya, kekuatan jaringan dan pergaulan virtual! Persis seperti yang diungkapkan Daeng Gasing di atas. Rekan-rekan saya yang ikutan voting itu lintas negara lho. Ada yang lagi Jepang, Korsel, Jerman, Mesir, Yunani, Taiwan, Malaysia dan tentu saja berbagai wilayah di tanah air tercinta. So what? Saya kadang sedih, ada sebuah blog dengan KONTEN BAGUS (hmm, ini sangat relatif sesuai selera personal saja) tapi tak ada yang komen satu orang pun. Apakah sepinya komen menunjukkan sepinya pengunjung? Tidak juga. Hanya, paling tidak itu menjadi tolak ukur bagaimana si pemilik blog sendiri berinteraksi dengan para blogger lain. Karena salah satu tolak ukur kesusksesan seorang blogger adalah kehangatan hubungannya dengan warga dunia maya yang lain. Ah, ini sekadar kesimpulan subjektif versi saya. :)Maafkan bila ada susunan kata yang tak berkenan di hati.Selamat menulis! Menulis yang tidak asal menulis. Tetapi menulis untuk ikut mencerahkan dunia ..Setta SS :) -"


MRfrxHwwubV

pada : 23 July 2012


"iya saya sepakat tiulsan daeng Ipulkemenangan favorit tentu tidak merefleksikan keunggulan' content dan template si blog, tapi terlebih karena penggalangan dukungan ini adalah contoh buruk demokrasi memang dalam sistem pemilihan pemenang berdasarkan suara terbanyak, maka yang punya pendukung lebih banyak lah yang menang, bukan soal kualitas tapi kuantitas.."


desyifa

pada : 01 October 2012


"bikin nya pake prin ya....
"


PUHcfrIkhVHwvrWkwj

pada : 16 January 2013


"Your articles are for when it absolutely, positively, needs to be udnertsood overnight."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    944639