MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Varietas Teori Feminisme

diposting oleh alhada-fisip11 pada 19 October 2014
di Pengetahuan Akademik - 0 komentar

.......... Untuk memahami bagaimana posisi perempuan, dan apa yang perlu dilakukan negara, perencana dan pelaksana pembangunan dalam mendorong upaya pemberdayaan perempuan, secara teoritis ada beberapa perspektif atau varietas teori feminism yang bisa dijadikan acuan.

 

Varietas Teori Feminisme

Kata Kunci

Asumsi Pokok

Feminisme Kultural

Perbedaan Gender

Perempuan bukan secara kodrati inferior, tetapi karakter perempuan dan kepribadian feminim justru dibutuhkan untuk mengatur pemerintahan, missal sifat perempuan yang non-kekerasan, peduli, dll

Feminisme Liberal

Ketidak Setaraan Gender

Perempuan berbeda karena diorganisasi masyarakat, bukan karena perbedaan biologis,perempuan tidak mendapat sumber-sumber daya material status sosial kekuasaan dan peluang untuk beraktualisasi diri

Feminisme Psikoanalitis dan Feminisme Radikal

Penindasan Gender

Ideologi patriakhi dan kapitalisme menyebabkan posisi perempuan tersubordinasi dan laki-laki dominan (superior)

Feminisme Sosialis dan Teori Interaksional

Penindasan Struktural

Penindasan dilakukan melalui struktur sosial (relasi sosial berskala besar yang berulang dan telah dirutinkan)

Feminisme Postmodern

Menginterogasi Gender

Perempuan adalah efek dari wacana, representasi dan teks yang dikonstruksi

 

.......... Dalam batas-batas tertentu, upaya pemberdayaan perempuan memang dilakukan dan membutuhkan kebinekaan karena posisi perempuan yang asimetri  dan secara objektif masih kalah beberapa langkah di belakang laki-laki. Adalah tugas para perencana pembangunan untuk membantu mempercepat dan memfaslitasi upaya pemberdayaan perempuan hingga pada titik antara laki-laki dan perempuan bener-benar setara, bebas dari penindasan, sehingga keduanya bisa bekerjasana dan bersaing secara adil.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :