MUHAMMAD ALHADA FUADILLAH HABIB

Belajar dari Masyarakat

**_* *_* *_* *_* *_* *_**

Find Me on Facebook


    ..:: Selamat Datang di ALHADA'S WEBSITE ..::.. Semoga ALHADA'S WEBSITE Bermanfaat Bagi Semua Kalangan ..::.. Jangan Lupa Kalau Mau Mengambil Isi dari Website Ini Harap Mencantumkan Sumbernya ..::.. http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id ..::.. Terimakasih Atas Kunjungan Anda ::..

Developmentalisme di Indonesia

diposting oleh alhada-fisip11 pada 18 October 2014
di Pengetahuan Akademik - 0 komentar

MP Todarso (1997) mencatat ada 2 kubu pemikiran pembangunan:

  1. Teori-teori tahap-tahap pertumbuhan ekonomi (1950-1960an) yang bertumpu pada asumsi-asumsi ekonomi neo-klasik: mempertahankan status quo internasonal. Dipengaruhi pemikiran WW Rostow tentang tahap perkembangan masyarakat: masyarakat tradisional, pra-kondisi tinggal landas, tinggal landas, pematangan dan konsumsi massa
  2. Teori Internasional-Struktural (1960-1970an) yang bertumpu pada pemikiran Marxis dan Neo-Marxis yang yang mendukung kepentingan negara-negara non-industri yang lemah di Asia, Afrika, dan Amerika Latin

Tiga teori yang menjadi landasan teori modernisasi dan pembangunan (Neo-Klasik):

  1. Teori Ekonomi Kapitalisme (Adam Smith) yang dibangun di atas landasan filsafat ekonomi liberalism, kebebasan individu (personal liberty), kepemilikan pribadi (private Poperty) dan inisiatif individu serta usaha swasta (private enterprise)
  2. Teori evolusi (august Comte) yang kemudian dikembangkan Talcot t Parsons, Rostow, David McClelland, dan Alex Inkeles
  3. Teori Fungsionalisme (Talcott Parsons dan Robert K. Merton) yang memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang saling berkaitan

Akibat penerapan teori Neo-Klasik (Clement, 1997):

  1. Campus tangan negara dalam kegiatan ekonomi kecil. Negara hanya turun tangan ketika terjadi krisis yang disebabkan ketidakmampuan pasar memberikan kesejahteraan
  2. Intervensi negara hanya diperbolehkan untuk menyingkirkan distorsi harga dan menjaga sifat pasar yang kompetitif
  3. Intervensi pemerintah pada produtif yang efisien dan produktif diperlukan jika pemerintah bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal
  4. Setuju pengendalian militansi serikat buruh, sehingga kaum buruh menjadi komponen produksi yang sangat murah
  5. Menyerukan perdagangan bebas

Hasil penerapan teori Neo-Klasik: pertumbuhan ekonomi dan produktivitas meningkat, tetapi muncul kemiskinan, marginalisasi dan polarisasi sosial yang makin lebar.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :